Meski masih jauh dari kata sempurna dan gelar juara, di ajang Malaysia Open 2019 penampilan Jojo a.k.a Jonatan Christie layaknya lepas dari jerat nestapa. Seperti yang kita ketahui, pasca emas Asian Games 2018, pemuda 21 tahun terus dilanda hasil minor. Bahkan penampilan pada kejuaraan-kejuaraan bulutangkis internasional banyak catatkan kisah pahit. Mulai dari kalah di babak awal, sampai gagal menembus partai pamungkas.

Selain itu, Jojo juga sempat terlempar dari peringkat 10 besar rangking dunia BWF. Kendati begitu, namun kini perlahan tapi pasti menunjukkan taringnya. Mulai dari sukses pulang pebulutangkis peringkat satu dunia di Malaysia Open hingga sukses tembus partai semifinal Indonesia Masters. Lalu seperti apakah kiprahnya tersebut? Simak ulasan berikut untuk mengetahui kebangkitannya.

Jojo pulangkan pebulutangkis handal Jepang dalam hitungan menit

Status underdog atau tidak diunggulkan sepertinya dimanfaatkan betul oleh Jonatan Christie, ketika melawan pebulutangkis Jepang berperingkat satu dunia Kento Momota. Bermain pada Kamis, 4 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, peraih emas Asian Games sukses tumbangkan Momota lewat dua gim langsung.

Jonatan Vs Kento Momota [Sumber Gambar]
Bahkan kemenangan Jojo dengan skor 22-20 dan 21-15 tergolong diraih dengan cepat, lantaran tercipta dengan catatan 46 menit saja. Capaian bagus ini tentu membanggakan, selain bukti kalau Jojo belum habis, dirinya juga sukses balas dendam dengan sang juara All England kategori tunggal putra tersebut.

Bersiap menghadapi langkah berat babak perempatan final

Seperti telah disinggung di awal tadi tentang perjalanan Jojo yang masih panjang di Malaysia Open. Setelah laga berat lawan Momota, atlet berparas tampan ini akan kembali berlaga pada babak perempatfinal pada Jum’at 5 April 2019. Bertanding di Arena yang sama, pebulutangkis muda ini akan menantang Viktor Axelsen.

Viktor Axelsen lawan Jojo di perempatfinal [Sumber Gambar]
Bagi Jojo, tentu Axelsen bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Hal ini lantaran, bila berkaca pada rekor pertemuan mereka pebulutangkis asal Denmark tersebut selalu menang atas Jonatan Christie. Selain itu, di awal tahun 2019 ini Axelsen juga tunjukkan performa yang bagus dengan mampu merengkuh gelar di ajang Spain Masters 2019 dan India Open 2019, lalu runner-up All England 2019.

Nestapa prestasi jojo pasca Asian Games 2018

Masih terkait Jojo, sebetulnya sebelum sukses memulangkan Momota dirinya merupakan tunggal minim capaian gelar. Bahkan dari pengamatan penulis di tahun 2018 lalu torehan terbaiknya adalah emas Asian Games dan Asia Team Championships 2018 pada bulan Februari tahun lalu. Selebihnya, Jojo malah banyak merasakan nestapa gelar dengan beberapa kali merasakannya kegagalan dalam kejuaraan series.

Jojo merasa Kecewa [Sumber Gambar]
Puasanya gelar pemuada 21 tahun ini tentu sedikit mengejutkan. Pasalnya, sebagai atlet tunggal putra dirinya kerap disebut-sebut sebagai generasi penerus Taufik Hidayat dan para legenda bulutangkis lain. Meski berat, namun sebagai atlet Jojo bukanlah sosok yang mudah menyerah. Dilansir Boombastis dari Kompas.com, dirinya mengaku kalau akan memperbaiki kekurangannya, mulai dari konsistensi, prestasi, hingga gaya bermain.

Peringkat pebulutangkis 21 tahun dalam rangking BWF 2019

Kalau di 2018 emas Asian Games dan juara di Asia Team Championships menjadi yang terbaik, di awal tahun 2019 ini bisa dikatakan semifinal Indonesia Masters menjadi capaian tertingginya. Walaupun masih terus puasa gelar, tapi bila dilihat secara rangking dunia ternyata ia duduki posisi yang lumayan.

Aksi Jojo di pertandingan [Sumber Gambar]
Usut punya usut, pada rilis update rangking BWF pada Kamis 4 April 2019, pemuda asal Jakarta ini mampu masuk 10 besar. Dimana Jojo saat bertengger di urutan ke 10 dengan catatan poin 58,512 dari 171 kemenangan dan 85. Di atas Jonatan sedikit di nomor 9 dan 8 diisi oleh tunggal Indonesia lainnya seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto.

BACA JUGA: Jonatan Christie Ketahuan Gandeng Tangan Orang! Netizen Tebak-tebakan Siapa Dirinya

Begitulah sobat Boombastis capaian Jonatan Christie, meski masih jauh dari gelar namun setidaknya dirinya menunjukkan kalau sebagai pebulutangkis Jojo menyimpan potensi besar.  Besar harapan penampilan epic yang bersua Kento Momota bisa menular, ketika pemuda 21 tahun ini berlaga pada babak perempatan final.