Kata “tol langit”, mungkin masih belum menjadi sesuatu yang familiar bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Selama ini, infrastruktur seperti tol darat dan laut merupakan hal yang lebih masuk akal untuk dicerna. Di mana tol darat adalah jalan bebas hambatan yang jamak ditemukan di setiap daerah, maupun tol laut sejatinya merupakan jembatan panjang yang berdiri membelah lautan luas untuk menghubungkan pulau satu dengan lainnya.

Lain hanya dengan “tol langit” istilah tersebut digunakan oleh Presiden Jokowi untuk menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia. Dilansir dari laman nasional.kompas.com, makna di atas mengacu pada teknologi modern yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara. Seperti apa “tol langit” tersebut? Simak ulasan berikut.

“Tol langit” yang merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi

Tol Langit yang merupakan proyek telekomunikasi pemerintah [sumber gambar]
Sesuai dengan istilah “tol langit”, teknologi itu tak lain adalah megaproyek Palapa Ring yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Dilansir dari laman kominfo.go.id, pembangunan tersebut merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Cakupan wilayahnya meliputi awa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul agar seluruh lokasi terhubung satu sama lain.

Proyek lanjutan yang sempat mangkrak setelah dihantam krisis 1998

Sempat mandek lantaran dihantam krismon 1998 [sumber gambar]
Sebelumnya, Palapa Ring termasuk megaproyek yang telah dicanangkan sejak lama. Laman inet.detik.com menuliskan, cikal bakal dari pembangunan ini bermula dari Nusantara 21 yang yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998. Sayangnya, krisis moneter yang menggebuk Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya, membuat Nusantara 21 mangkrak. Sempat mengemuka kembali pada 2005, Nusantara 21 kemudian berganti nama menjadi Palapa O2 Ring. Namun karena dianggap mirip dengan sebuah produk, akhirnya disederhanakan menjadi Palapa Ring saja.

Dibagi menjadi tiga paket pengerjaan

Dibagi menjadi tiga wilayah pengerjaan [sumber gambar]
Lebih jauh, proyek Palapa Ring akan dibagi menjadi tiga paket, yakni paket barat, tengah, dan timur. Laman inet.detik.com menuliskan, paket barat mencakup Riau dan Kepulauan Riau dengan panjang kabel sekitar 2.000 km. Sementara itu, paket tengah menjangkau Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku utara dengan panjang kabel sekitar 2.700 km. Khusus untuk paket Timur, pengerjaan akan sedikit memakan waktu karena medan yang harus dilalui terbilang sulit. Dengan panjang kabel serat optik mencapai 8.500 km, wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, Papua, dijadwalkan akan selesai pada kuartal kedua 2019.

Proyek besar agar Indonesia menjadi negara yang maju di bidang telekomunikasi

Ditargetkan selesai pada 2019 [sumber gambar]
Karena keberadaannya untuk menyambungkan titik-titik komunikasi yang masih blankspot, Palapa Ring yang diharapkan bisa selesai sepenuhnya pada pertengahan 2019, menjadi salah satu usaha agar Indonesia tak lagi “fakir sinyal”. Tentu saja, salah satu tolak ukur dari kemajuan sebuah negara adalah, jaringan sinyal telekomunikasi dan kualitas internet yang bisa diakses siapa saja dan tak terbatas wilayah tersebut merupakan daerah terpencil atau tidak. Lewat Palapa Ring, Indonesia tengah menuju ke arah sana.

BACA JUGA: 5 Infrastruktur Besar di Indonesia Bernilai Ratusan Miliar yang Selesai di Tahun 2018

Keberadaan “tol langit” alias proyek Palapa Ring di atas, merupakan salah tulang punggung negara agar akses komunikasi bisa dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Tak hanya di wilayah perkotaan, tai juga hingga ke pelosok desa terpencil hingga perbatasan terluar. Keren ya Sahabat Boombastis!