Kita mungkin takkan pernah bisa lupa soal kejadian mengerikan di Hiroshima dan Nagasaki. Selain karena peristiwa ini jadi awal penyebab Indonesia bisa merdeka, juga lantaran kedahsyatannya sendiri. Bayangkan, kedua kota ini porak-poranda hanya karena disikat oleh bom yang beratnya tidak seberapa itu. Tapi, memang inilah kekuatan nuklir, hanya butuh sedikit saja untuk bisa menciptakan kehancuran yang maha dahsyat.
Seolah tak puas dan ambil pelajaran dari tragedi Hirosima dan Nagasaki, bertahun-tahun setelah kejadian ini, negara-negara di dunia malah makin terpacu untuk menciptakan bom nuklir terbaiknya. Pemenang dari kompetisi ini tentu adalah Soviet yang berhasil menciptakan apa yang disebut dengan Tsar Bomba. Bom nuklir satu ini benar-benar edan dan jadi mimpi buruk dunia karena ukurannya yang sangat besar. Peneliti menganalogikan seumpama Tsar Bomba yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki, maka yang hancur bukan hanya dua kota itu, tapi kemungkinan adalah separuh jepang. Ngeri!
Bom satu ini diciptakan sebanyak dua buah. Salah satunya sudah diujicoba dan sangat mengerikan dampaknya, sedangkan satunya lagi disimpan di sebuah museum.
Tsar Bomba merupakan bom nuklir paling besar yang pernah diciptakan oleh manusia. Ukurannya sendiri memang sangat mengerikan. Sang raja bom memiliki panjang sekitar 8 meter dengan diameter 2 meter. Beratnya sendiri adalah mencapai 27 ton dengan daya ledak 50 megaton.
Sudah disinggung kalau kekuatan Tsar Bomba adalah 50 megaton. Nah, kalau diilustrasikan, kekuatan ini sanggup menghancurkan setidaknya beberapa persen Bumi. Ketika diuji coba pada tanggal 30 Oktober 1961 di sekitar teluk Mityushikha, bom ini memang sangat berhasil menunjukkan sesuatu yang sangat mengerikan.
Menurut data yang ada, uap jamur yang tercipta dari Tsar Bomba berukuran tinggi sampai 64 kilometer atau sekitar delapan kali tingginya gunung Everest. Tak hanya itu, gelombang kejut alias shockwave-nya juga terasa sampai jarak 700 kilometer. Bahkan ledakan Tsar Bomba sendiri bisa terlihat sampai 1.000 kilometer. Seumpama bom meledak di Banten, masyarakat Banyuwangi masih bisa melihatnya. Ngeri sekali, kan?
Tidak mungkin Bumi baik-baik saja setelah kekuatan sebesar 50 megaton meledak di atas kepalanya. Tercatat kala itu Bumi memang mengalami sedikit keanehan gara-gara si raja bom. Misalnya terjadi guncangan yang lumayan hebat dengan radius puluhan kilometer. Meledaknya Tsar Bomba memengaruhi gelombang seismik Bumi yang akhirnya menghasilkan guncangan yang cukup hebat.
Yulii Borisovich dkk sebenarnya tidak merancang Tsar Bomba seperti ini. Maksudnya secara dimensi mereka menginginkan Tsar Bomba berukuran lebih besar lagi. Harapannya agar bom ini memiliki kekuatan ledak sekitar 100 megaton lebih. Namun, akhirnya rencana ini tidak direalisasikan dengan berbagai macam alasan.
Tidak bisa dibayangkan kalau bom ini dijatuhkan di sebuah kota. Pasti yang bakal terjadi kemudian adalah kengerian paling gila sepanjang sejarah. Bangunan-bangunan tak ada yang selamat, serta jutaan manusia mati seketika. Pantas kalau dunia saat itu begitu takut dengan Tsar Bomba dan mendesak Soviet untuk tidak ugal-ugalan lagi dalam menciptakan bom nuklir.
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…