Kamu yang penggemar Juventus barangkali sudah pernah main pakai klub ini di berbagai konsol game. Kalau sekarang memang jadi primadona banget klub strip-strip ini gegara kehadiran Ronaldo. Statistiknya merah semua begitu ya siapa yang nggak ngiler pemirsa? Tapi harus diakui sebelum eksisnya CR7, Juve sepi peminat. Paling kenceng ya Buffon saja jadi rebutan di mode Master League.

Berbicara kiprah Juve di dunia games, dulu di masa PS1 masih berjaya, klub ini benar-benar nggak ada obat. Alasannya apalagi kalau bukan klubnya yang diisi banyak pemain edan. Masih ingat nggak sih, bahkan dulu sampai ada larangan pakai Juve pas main sama teman lantaran pasti menang hahaha… Sambil mengenang kejayaan PS1 dulu, ini sedikit ulasan menarik tentang betapa hebatnya si nyonya tua dulu.

Trio depan maut yang bikin lawan kocar kacir

Alasan paling penting kenapa Juve di Winning Eleven (WE) jadul nggak terkalahkan adalah keberadaan tiga penyerang gilanya. Kalau kamu masih ingat, barisan depan klub hitam putih ini berisi Del Piero, Trezeguet, plus Nedved. Formasi favoritnya, Trezeguet di tengah, Del Piero sebelah kiri, dan Nedved kanan. Kalau sudah terpasang seperti ini artinya siap-siap kalah telak.

Del Piero jadi salah satu penyerang jempolan [Sumber Gambar]
Meskipun statistik tendangan dan lari kurang bagus, tapi Trezeguet jago soal heading. Kemudian Nedved itu terkenal shoot power dan akurasinya yang bagus, walaupun sebenarnya posisinya ada barisan tengah. Sedangkan Del Piero adalah paket komplit di mana teknik dan tendangannya mumpuni. Tinggal mainkan saja mereka bertiga dijamin musuh langsung frustasi.

Tengah diisi oleh si gila yang jago lari

Ada banyak pemain tengah hebat di Juve pada masa itu. Tapi, yang paling jadi andalan adalah sosok Edgar Davids. Alasannya ada dua. Pertama penampilannya yang nyentrik abis lantaran ia jadi satu-satunya pemain berkacamata, serta kemampuan berlarinya. Mungkin statistik lain kurang begitu bagus, tapi untuk urusan sprint tiada lawan. Paling cuma Roberto Carlos.

Davids si pitbull jago lari [Sumber Gambar]
Skema paling menyenangkan untuk Davids adalah beri dia bola dan acak-acak formasi tengah lawanmu dengan liukan-liukannya. Atau kalau tidak tempatkan ia di pinggir sekali lalu lari sekencang-kencangnya. Dalam banyak permainan Davids ini juga sering memberikan umpan tengah ke Trezeguet. Dan biasanya bola dibawa dari belakang sekali. Dia juga sering dijuluki Pitbull gara-gara kecepatan lari plus agresivitasnya.

Bagian belakang diisi tembok beton

Thuram, mendengar nama ini pasti yang muncul di benak kita adalah pemain kuat bak di tembok beton. Gimana nggak pemirsa, pemain ini tinggi besar, body ball oke, shoot power mantap, dan kecepatannya juga lumayan. Praktis bikin pemain lawan langsung lunglai begitu dipepet. Pemain sekelas Shevchenko atau Rivaldo mah bisa diatasi.

Thuram versi Timnas bahkan nyetak gol [Sumber Gambar]
Hal yang paling bikin ngeri juga adalah staminanya. Kalau kamu ingat, dulu Thuram ini sering ditempatkan sebagai back sayap. Dia begitu jumawa lari dari belakang ke depan untuk menyerang. Kadang juga ia tiba-tiba di depan gara-gara statistik ofensifnya yang besar. Belum lagi kalau dia dalam kondisi merah alias fit banget. Bisa makin beringas lagi. Makanya dulu paling susah kalau Thuram turun kondisinya, soalnya pertahanan dijamin nggak sekuat kalau ada si pemain Perancis ini.

Jangan lupakan Buffon yang legendaris

Tidak berakhir sampai Thuram, benteng terakhir Juve ini juga jadi alasan kenapa si Nyonya Tua disebut klub mematikan. Buffon memang nggak dipungkiri adalah kiper terbaik di masa itu. Statistiknya cenderung lebih bagus dari penjaga gawang lain. Mungkin pemain yang sepadan dengannya cuma Oliver Kahn di mana kiper ini juga sama gregetnya.

Buffon si benteng tangguh [Sumber Gambar]
Bukti lain kalau Buffon adalah kiper hebat di masa itu adalah nilai belinya di Master League. Kalau kamu masih ingat, dulu pemain ini cukup mahal, bahkan setara dengan harga striker atau pemain tengah. Adanya Buffon di tim seolah menjadikan kepercayaan diri kalau gawang takkan pernah kebobolan. Apalagi lawan harus lewati dulu Thuram yang serem itu.

BACA JUGA: Deretan Pemain Winning Eleven yang Tidak Pernah Lekang di Ingatan Para Insan Bola

Juventus di masa itu memang OP atau over power kalau kata anak-anak gamer yucub. Alasannya karena setiap bagian diisi oleh pemain hebat. Boombastis masih belum menyebutkan nama-nama lain macam Cannavaro, Camoranesi, sampai Zambrotta yang semuanya ini juga sangar. Juve di tahun ini nampaknya akan kembali jumawa. Hal ini terutama karena adanya Ronaldo yang semoga saja nggak jadi dipenjara ya gara-gara pajak.