Siapa yang menyangka jika tokoh sekelas Kim Jong-un menitikkan air mata pada momen-momen tertentu. Hal inilah yang terjadi ketika Presiden Korea Utara itu tengah berpidato pada acara peringatan 75 tahun Partai Buruh Korea, Sabtu (10/10) kemarin. Dalam acara tersebut, ia memohon maaf pada rakyat atas kepemimpinannya selama ini.

Tak sekali ini Kim Jong-un terlihat menitikkan air mata. Sebelum-sebelumnya, pemimpin Korea Utara itu tertangkap tengah menangis lantaran merasakan kesedihan yang luar biasa. Mulai dari kehilangan orang terdekat, hingga rasa simpatinya pada sebuah hal. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.

Kim Jong Un meminta maaf pada rakyat dalam pidatonya

Momen Kim Jong-un yang menangis saat berpidato [sumber gambar]
Pada ada acara peringatan 75 tahun Partai Buruh Korea, Sabtu (10/10) kemarin, Kim Jong-un diketahui sempat menitikkan air mata dalam sebuah pesan simpatik yang sangat emosional. Pemimpin Korea Utara itu secara resmi meminta maaf pada rakyatnya karena pemerintahannya selama ini gagal memperbaiki kehidupan rakyat. Terutama soal penanganan sanksi internasional, pandemi Covid-19, dan bencana alam.

Menangisi kematian pejabat tinggi Korea Utara, Kim Yang Gon

Momen sedih Kim Jong-un saat memberi penghormatan terakhir pada jenazah Kim Yang Gon [sumber gambar]
Kematian salah satu pejabat tinggi Korea Utara, Kim Yang Gon, dirasakan amat sangat kehilangan oleh Kim Jong-un. Dalam sebuah yang dirilis oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), tampak raut kesedihan pada wajah Kim Jong-un ketika memberi penghormatan terakhir pada Kim Yang Gon – yang juga merupakan asisten utama kepresidenan, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Menitikkan air mata pada upacara pemakaman Kim Jong-Il

Kim Jong-un saat menghadiri pemakaman sang ayah, Kim Jong-il [sumber gambar]
Selasa, 20 Desember 2011 adalah hari kelabu bagi Korea Utara lantaran pemimpin mereka Kim Jong-Il berpulang. Sebagai seorang anak, Kim Jong-un tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia terekam kamera televisi pemerintah dengan wajah berlinang air mata, persis di depan peti kaca yang menyimpan jasad Kim Jong-il, di Kumsusan Memorial Palace di Pyongyang.

Merasa sedih saat mengenang kematian sang ayah

Mengenang kepergian sang ayah yang terasa sangat emosional [sumber gambar]
Semenjak kepergian Kim Jong-il akibat serangan jantung pada 2011 silam, Kim Jong-un merasa kesedihan yang amat sangat dalam ketika mengenang hal tersebut ketika dirinya berada di fasilitas manufaktur kereta api Ibu Kota Pyongyang. Ia menyesalkan transportasi tersebut yang dianggap bersumbangsih atas kematian ayahnya. Kim Jong-il sendiri diketahui meninggal dunia dalam perjalanan bisnis di sebuah kereta api.

Berduka cita atas meninggalnya 32 warga Tiongkok akibat kecelakaan bus

Kim Jong-un saat mengunjungi Dubes Tiongkok di Pyongyang [sumber gambar]
Peristiwa kecelakaan bus yang menewaskan 32 wisatawan Tiongkok di Provinsi Hwanghae Utara juga membuat Kim Jong-un bersedih. Sebagai ucapan belasungkawa dan simpati darinya, ia kemudian mengunjungi Kedutaan Besar Tiongkok di Pyongyang. “Saya tidak bisa mengendalikan kesedihan saya, memikirkan keluarga-keluarga yang berduka yang kehilangan sanak-saudara mereka,” ucap Kim yang dikutip dari Reuters Selasa, (24/4/2018).

BACA JUGA: 7 Kehebatan Kim Jong Un yang Terlewatkan Mata Dunia

Sekuat dan sehebat apa puan seorang Kim Jong-un, dirinya tetaplah seorang manusia biasa yang juga bisa menangis ketika merasakan kesedihan yang luar biasa. Terlepas dari sosoknya yang dicap sebagai seorang diktator yang bengis dan kejam, hal tersebut justru menunjukkan sisi manusiawi dari seorang Kim Jong-un.