Fenomena tentang kurang ajarnya murid kepada guru mulai terjadi lagi. Kali ini terjadi di salah satu SMA di Ngawi yang bikin geregetan para netizen. Dinukil dari akun facebook Yuni Rusmini, ada dua siswa yang main kuda-kudaan di kelas saat guru menerangkan pelajaran. Disusul dengan satu siswa yang ikut dengan aksi main-main kedua temannya.

Perbuatan mereka pun akhirnya dihentikan oleh sang guru. Dan pria berbaju merah tersebut langsung menyuruh mereka bertiga untuk mengikuti pelajaran kembali. Kalau sudah begini, apa yang Sahabat Boombastis pikirkan?

Ada YG Tau ini sekolahan dimana???Mohon di infokan 🙏🙏🙏

Posted by Yuni Rusmini on Wednesday, 30 January 2019

Tentunya tak jauh-jauh dari kata kurang ajar. Di mana guru masih sedang serius mengajar, namun sang murid terlihat mengindahkan. Jika siswa tersebut hanya diam sih tak masalah. Tapi ketiga murid tersebut malah bertindak di luar batas. Parahnya mereka melakukan hal itu tanpa rasa bersalah sekalipun.

Murid kurang ajar kepada guru [Sumber Gambar]
Tapi sepertinya guru dan pihak sekolah tidak bisa berbuat apapun, selain menyuruh anak-anak tersebut meminta maaf. Ya hal ini serupa dengan peristiwa yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya, para murid hanya dipanggil oleh Bimbingan Konseling (BK). Lalu mereka disuruh berjabat tangan kepada guru sambil meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi kesalahannya kembali.

Contoh penyelesaian masalah selama ini [Sumber Gambar]
Lantas, apa permintaan maaf tersebut cukup? Sepertinya sih tidak ya. Pasalnya kelakuan mereka sudah berada di luar batas. Butuh hukuman yang lebih berat lagi supaya si murid tidak berani melakukan perbuatan senada. Misalnya saja dengan mengerjakan soal di buku berpuluh-puluh lembar. Atau bisa juga dengan scorssing yang tentunya orangtua wajib datang ke sekolah terlebih dahulu supaya tahu titik permasalahannya.

Hukuman melibatkan pihak militer [Sumber Gambar]
Tapi, jika itu dirasa masih terlalu ringan, bisa banget nih diusulkan untuk diciptakan aturan tertulis di negara. Ya memang sih mereka masih di bawah umur, sehingga tidak bisa dijebloskan ke penjara. Tapi dengan adanya aturan tersebut, pihak kepolisian bisa ikut campur tangan terkait masalah etika dari anak-anak ini. Seperti mengikuti kegiatan ala-ala militer selama satu minggu saja. Kemungkinan itu bisa membuat mereka kapok.

Sebenarnya hal ini sangat sepele, tapi jika tidak ditindaklanjuti malah semakin parah. Sebab, ini berhubungan dengan etika dari anak-anak itu sendiri. Jika kelakuan mereka sudah terlanjur tersebar ke dunia maya seperti peristiwa ini, maka yang malu bukan si murid saja. Namun nama sekolah dan juga orangtua. Keduanya dianggap tidak becus mengajarkan siswa-siswa tersebut untuk berlaku sopan kepada gurunya. Padahal, belum tentu itu salah dari sekolah atau orangtuanya.

BACA JUGA : Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Sekolah memang tempatnya untuk belajar. Tapi tidak sekedar belajar tentang materi saja, namun juga untuk semua hal. Seperti bertutur kata dan juga sopan santun kepada siapa saja. Jadi hal seperti ini tidak sepantasnya terjadi di dunia pendidikan. Alangkah lebih baik jika para murid yang perbuatannya sudah kelewat batas untuk diberi hukuman setimpal. Tak hanya mengucapkan kata maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.