in

Nostalgia Lam Ching Ying, Pemburu Vampir Legendaris yang Jadi Idola Masa Kecilmu

Masa-masa di era 90-an memang penuh dengan cerita-cerita seru. Salah satunya adalah film-film Mandarin yang berkisah tentang pemburu vampir bersama para muridnya yang kocak. Untuk yang satu ini, sosok Lam Ching Ying adalah salah satu tokohnya yang paling populer. Di Indonesia, ia dikenal kerap memerankan seorang guru sakti yang mempunyai kemampuan menangkap vampir alias mayat hidup.

Dilansir dari Lam-ching-ying.memory-of.com, pria kelahiran 27 Desember 1952 ini memulai kariernya sebagai seorang stuntman dan koreografer aksi di Shaw Brothers, sebuah nama studio yang terkenal di Hong Kong. Tak hanya mahir menggunakan ilmu beladiri, keahliannya dalam berakting juga membuat sosok Lam Ching Ying dipercaya memerankan karakter penting. Salah satunya adalah sosok pemburu vampir yang jadi legenda di era 80-an dan 90-an.

Memulai karir sebagai stuntman hingga berhasil bekerjasama dengan Bruce Lee

Setelah menamatkan pendidikan sekolah dasar yang hanya berlangsung selama dua tahun, Lam Ching Ying yang lahir dengan nama Lam Gun-Bom itu, kemudian mendaftar di Sekolah Opera Peking, Madame Fan Fok Fa selama lima tahun. Dari sini, Ching Ying lantas mencoba memulai kariernya sebagai seorang stuntman dan koreografer aksi di Shaw Brothers Studio pada usia 17 tahun.

Bekerjasama dengan Bruce Lee dalam film-filmnya [sumber gambar]
Keahlian beladiri dan ditambah dengan koreografi yang apik, membuat sosok Ching Ying dilirik oleh tim di Golden Harvest Studio yang berada di Hong Kong. Di sana, ia mendapat posisi sebagai film The Big Boss (1971) yang dibintangi oleh aktor beladiri ternama, Bruce Lee. Tak disangka, The Big Boss menjadi hits dan masuk dalam Box Office pada 1971. Terkesan dengan seni bela diri dan pengetahuan teknis yang dimiliki Ching Ying , Lee pun mempekerjakannya sebagai asisten pribadi.

Menjadi aktor terkenal berkat karakter pemburu vampir yang diperankannya

Dalam perjalanannya, Ching Ying kemudian dipercaya menjadi co-action-director untuk film Fist Of Fury (1971) dan aasisten-direktur aksi pada film Enter The Dragon (1973). Di film yang disebutkan terakhir, berperan ganda untuk aktor Shek Khin dan berperan sebagai penjahat. Sayang, kematian Bruce Lee pada 1973 sempat memukul dirinya yang bersedih. Tak ingin larut dalam duka, Ching Ying akhirnya memutuskan bergabung dengan sahabat baiknya, Sammo Hung dengan menjadi pemain akrobat tim Hung Ga Ban.

Peran sebagai pemburu vampir yang membesarkan namanya di dunia film [sumber gambar]
Pada 1985, menjadi tahun terbaik bagi dirinya, di mana ia berperan sebagai Pendeta Tao dalam film Mr. Vampire. Dari sinilah, karakternya sebagai pemburu mayat hidup mulai terbentuk. Hingga sepanjang karirnya, Ching Ying telah membintangi beberapa film bertema vampir, seperti Mr. Vampire (1985), Mr. Vampire Part 2 (1986), Mr. Vampire III (1987), Vampire vs. Vampire (1989), Mr. Vampire (1992), The Ultimate Vampire (1991) dan Exorcist Master (1993).

Bintang legendaris mandarin yang namanya akan selalu dikenang

Beranjak di tahun 90-an, pesona Ching Ying sebagai karakter pemburu vampir kian gemilang. Ia bahkan didekati oleh raksasa media Hong Kong, ATV untuk mengulangi peran Pendeta Tao pada serial TV yang disebut The Vampire Expert (1995) yang berlanjut pada The Vampire Expert II (1996). Keduanya sukses besar di pasar film Hong Kong dan Indonesia.

Sosok aktor yang akan selalu dikenang [sumber gambar]
Sayang, Ching Ying rupanya menderita penyakit serius yang ia sembunyikan dari teman-temannya dan publik. Bahkan saat memutuskan pensiun dari dunia perfilman, ia memilih mengasingkan diri di rumah saudara perempuannya. Pada tanggal 8 November 1997, sang pemburu vampir legendaris ini meninggal dunia di usia 44 tahun akibat menderita penyakit liver.

BACA JUGA: Sangarnya Bolo Yeung, Petarung Tangguh di Era 90-an yang Kerap Tampil Sebagai Sosok Jahat

Kini, tak ada lagi sosok pemburu vampir yang bisa menggantikan posisi Lam Ching Ying yang sudah terlanjur melekat pada dirinya. Meski nantinya diperankan oleh pemain baru, toh figurnya sebagai aktor legendaris akan terus terbayang. Selamat jalan paman guru. Kami akan meneruskan perjuanganmu menangkapi vampir yang tersisa di masa depan.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Saling Sesumbar Perang, Begini Perbandingan Militer Antara Cina Melawan Taiwan

Tajir Melintir, 4 Artis Ini Enggak Sungkan Bantu dan Berbagi dengan Sesama