Ribut-ribut antara Cina dan Taiwan tampaknya bakal mengarah ke arah yang lebih serius. Kedua negara tampak serius menyikapi soal status masing-masing yang kerap dijadikan perdebatan. Seperti yang kita tahu, Cina menganggap bahwa Taiwan merupakan bagian dari negerinya. Sebaliknya, Taiwan ingin menjadi negara berdaulat secara mandiri yang lepas dari pengaruh komunis Beijing.

Dilansir dari Dunia.tempo.co, Menteri Pertahanan Cina bahkan memperingatkan negaranya siap berperang jika Taiwan bergerak untuk merdeka. Terlebih, negeri tirai bamb juga mengecam penjualan senjata jet tempur, rudal presisi Stinger, dan tank canggih oleh perusahaan Amerika ke Taiwan senilai US$2.2 miliar atau sekitar Rp31 triliun. Menarik dibahas, seperti apa perbandingan kekuatan militer kedua negara?

Adu kekuatan angkatan Darat Cina dan Taiwan

Dalam indeks yang dikeluarka oleh Global Firepower, Cina menempati urutan ketiga sebagai lima besar negara dengan militer terkuat dunia seperti AS, Rusia, India, dan Perancis. Dengan kekuatan personel militer sebanyak 2.693.000 juta orang, angkatan darat mereka dilengkapi beragam alutsista, seperti 13.050 tank tempur, 40.000 kendaraan penyerbu lapis baja, 10.246 artileri dan 2.050 roket.

Sementara untuk Taiwan, negara ini menghuni posisi ke 22 daftar Global Firepower dengan kekuatan personil militer mencapai 1.890.000 pasukan. Di sisi alutsista darat, Taiwan bisa dikatakan kalah telah dengan Cina. Rinciannya, Taipei hanya memiliki 1.855 tank tempur, 2.050 kendaraan serbu lapis baja, 1.642 artileri campuran dan 115 roket. Meski demikian, Taiwan bisa sedikit bernapas lega atas bantuan persenjataan canggih yang dipasok oleh Amerika Serikat.

Perlengkapan alutsista laut yang menentukan bagi kedua negara

Dari sisi udara, Cina lagi-lagi unggul atas negeri yang sempat diklaim menjadi wilayahnya tersebut. Memiliki 714 buah alustista, negeri tirai bambu itu dilengkai dengan 1 buah kapal induk, 52 frigates, 33 perusak, 42 corvettes, 76 kapal selam, 42 kapal patroli dan 33 penyapu ranjau. Jangan lupa, pemerintahan Xi jingpin juga banyak menaruh armada lautnya di kawasan Laut Cina Selatan (CLS).

Untuk alutsista laut, Taiwan tak diperkuat oleh kapal induk seperti Cina. Dengan total sebanyak 87 buah, militer laut Taipei mempunyai 24 frigates, 4 perusak, 1 corvettes, 4 kapal selam, 43 kapal patroli laut dan 10 penyapu ranjau. Dari segi jumlah, tentu AL Taiwan kalah telah dengan militer Cina. Terlebih, Beijing telah melipatgandaka kekuatan lautnya dalam beberapa tahun terakhir. Terutama soal konflik di Laut Cina Selatan (LCS).

Perbandingan kesiapan pasukan udara antara Cina dan Taiwan

Baik darat maupun lautan, Cina juga unggul atas Taiwan di udara. Dengan jumlah alutsista sebanyak 3.187, AU negeri tirai bambu diperkuat oleh 1.222 jet tempur, 1.564 pesawat penyerang, 193 transport, 368 pesawat latih, dan 218 helikoptes serbu. Khusus untuk yang terakhir, Cina telah mengembangkan Helikopter serang Zhishengji Z-10ME yang tak kalah dengan AH-64 Apache buatan AS.

Meski kalah secara jumlah, kekuatan Taiwan tak bisa diremehkan begitu saja. Dilansir dari Global Firepower, Angkatan Udara negara tersebut memiliki total 837 alutsista, dengan rincian 286 jet tempur, 286 penyerang, 19 pesawat transport, 207 pesawat latih, dan 91 helikopter serbu. Tak hanya itu, Taiwan juga telah memperkuat jajaran militernya lewat pembelian jet tempur, rudal presisi Stinger, dan tank canggih buatan AS senilai US$2.2 miliar atau sekitar Rp31 triliun.

BACA JUGA: 5 Fakta Kekuatan Militer Amerika Serikat dan China, Siapa yang Lebih Mematikan?

Di atas kertas, Cina menang telak di semua matra (darat, laut dan udara). Meski demikian, peperangan modern sejatinya tak hanya menyuguhkan kekuatan alutsista semata, tapi juga menggunakan strategi dan intelijen. Melihat tensi yang semakin panas, mudah-mudahan perang yang kerap dilontarkan oleh kedua negara ini tidak terjadi. Bukan apa-apa. Selain bakal banyak memakan korban, hal tersebut dikhawatirkan dapat menyulut konflik di belahan dunia lainnya. Semoga saja tidak terjadi ya Sahabat Boombastis.