Siapa bilang jika urusan menerbangkan helikopter hanya didominasi oleh kaum pria. Hal ini dibuktikan oleh sosok Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Indria Pujiastuti yang merupakan penerbang helikopter perempuan pertama di Kepolisian Udara Republik Indonesia. Kalimat Cakra Buana Samapta atau yang berarti Karena di Udara Kita Jaya, melekat erat dalam kehidupan sehari-harinya.

Meski demikian, tak mudah bagi dirinya untuk menjadi seorang penerbang helikopter wanita di jajaran udara Polri. Dilansir dari Kumparan, Bripka Indria Pujiastuti juga sempat mengalami diskriminasi atau diremehkan oleh rekan-rekan di kepolisian hanya karena ia seorang perempuan. Meski demikian, cita-citanya sebagai penerbang sejak kecil berhasil menjadi jalan baginya hingga diterima sebagai anggota Polri.

Jalan berliku hingga berhasil menjadi penerbang Polri

Cita-cita sebagai penerbang, sejatinya telah ada dalam benak seorang Bripka Indriati Pujiastuti. Terlebih, ia juga memiliki figur ayah yang merupakan anggota kepolisian. Alhasil, Indria pun mendaftar dan diterima menjadi Polisi Wanita (Polwan) setelah dirinya lulus SMA. Tak langsung jadi penerbang, ia sempat ditempatkan di Polres Metro Bekasi hingga akhirnya mendapatkan kesempatan es menjadi pramugari untuk pesawat VVIP Polri di tahun 2006 dan lulus.

Setelahnya, Indria masuk ke kepolisian udara dan ikut sekolah penerbang di tahun 2014 dan menjalani pelatihan selama 3-4 bulan. 2015 menjadi tahun yang bersejarah dalam dirinya. Saat itu, ia sudah bisa menerbangkan helikopter dan tetap bertugas sebagai penerbang hingga saat ini. Indria pun dikenal sebagai pilot wanita pertama di satuan Kepolisian Udara yang menerbangkan helikopter.

Terbangkan dua jenis helikopter hingga berusaha taklukan diri sendiri

Sebagai penerbang, Indria bertugas menerbangkan dua jenis helikopter, yaitu Enstrom 480 B, sebuah single engine chopper dan Bell 412, double engine chopper. Bahkan, dirinya mengakui bahwa menerbangkan helikopter lebih sulit daripada pesawat. “Yang paling sulit adalah Bell 412, karena double engine. Tapi secara keseluruhan helikopter itu memiliki dimensi yang banyak. Kalau pesawat hanya bisa maju, ini helikopter bisa maju, mundur, ke kanan, ke kiri, bahkan berputar dan mengambang, ujarnya yang dikutip dari Kumparan.

Terbangkan dua jenis helikopter [sumber gambar]

Menurut Indria, tantang terbesar saat baginya saat menerbangkan helikopter adalah dirinya sendiri. Ya, melawan rasa malas, ketakutan tidak bisa mengendalikan diri ketika menghadapi cuaca atau kondisi yang tidak normal, harus dihadapinya seorang diri. Beruntung, dirinya berhasil melalui hal tersebut dengan baik. Kuncinya terletak pada pengendalian diri dan tetap bersikap tenang.

Bertugas memantau dan membantu kinerja polisi dari udara

Peristiwa peledakan bom Thamrin pada 14 Januari 2016, mungkin menjadi salah satu operasi yang berkesan bagi Indria. Saat itu, ia diperintahkan untuk memantau kondisi dari udara. Tak menunggu lama, Indria kemudian melesat Dengan helikopter tipe Enstrim 480 B. “Saya diperintahkan untuk ke TKP untuk melakukan pantauan udara saat kondisi di TKP sedang tidak stabil,” ujarnya yang dikutip dari VIK Kompas.

Jadi pilot wanita satu-satunya di Polri [sumber gambar]

Tak hanya peristiwa bom Thamrin, Indria yang menerbangkan helikopter Direktorat Kepolisian Udara Baharkam (Badan Pemeliharaan Keamanan), juga sempat mengemban beberapa tugas penting. Saat itu, peristiwa yang terjadi adalah aksi damai 212, di mana ada ribuan massa yang menggelar aksi damai yang dikenal dengan nama “aksi bela Islam” Pada 2 Desember 2016. Indria yang terbang 700 kaki dari permukaan laut, memantau dari udara sembari memberikan laporkan hasil pantauan kepada polisi yang tengah berada di bawah.

BACA JUGA: Kisah Mantan Buruh Pabrik yang Kini Sukses Menjadi Perwira Penerbang Helikopter TNI AL

Fokus dengan keinginan, Kemudian berusaha mengejarnya dengan mengembangkan kemampuan dan percaya pada diri sendiri, adalah teladan positif yang bisa diambil dari sosok Bripka Indria Pujiastuti di atas. Terlebih di era modern seperti saat ini, emansipasi wanita memang tak terbatas dan mencakup bidang apa pun. Seperti menjadi pilot bagi Kepolisian Republik Indonesia. Hebat ya Sahabat Boomastis.