Kisah tragis warga Palu dan Donggala yang terkena bencana gempa dan tsunami, memantik reaksi dari berbagai pihak yang turut prihatin. Selain tokoh politik dan pejabat Tanah Air, sejumlah public figur seperti ustaz Yusuf Mansyur ikut mengungkapkan kepeduliannya untuk para korban bencana. Tak hanya sekedar bersuara, dirinya juga mencanangkan sebuah ide agar seluruh rakyat Indonesia patungan membeli sebuah ‘truk udara’. Apa maskudnya?

Truk udara yang dimaksud sang ustaz di atas sejatinya adalah sebuah helikopter super besar yang bernama CH-47 Chinook. Kendaraan tempur buatan AS tersebut, dirasa sangat cocok untuk membantu korban bencana alam di Palu dan Donggala. Terlebih untuk keperluan dropping logistik dan bantuan lainnya. Dengan kapasitas muat yang besar dan sanggup mengangkut banyak barang, helikopter tempur tersebut memang benar-benar memiliki fungsi ganda. Baik untuk militer maupun membantu warga sipil yang terkena bencana. Seperti apa sih sosoknya?

Sosok helikopter terbaru yang dilengkapi sejumlah kemampuan canggih

CH-47 Chinook, sanggup mendarat di atas air [sumber gambar]
Dilansir dari indomiliter.com, varian CH-47 merupakan generasi terbaru dari keluarga Chinook. Tentu saja, spesifikasi dan kemampuan yang dibawa pun tidak main-main. Dalam kondisi yang dibutuhkan, Chinook terbaru ini mampu mendarat di atas air dengan kondisi sea state 3. Dapur pacunya juga ditingkatkan dengan menggunakan dua mesin Honeywell T55-GA-714A turboshaft yang menghasilkan tenaga hingga 4733 shp. Saat digeber, kecepatan maksimumnya mencapai 300 km per jam. Bagaimana dengan harganya? Untuk yang baru alias bukan rekondisi, pihak AS mematok sekitar US$32 juta. Sedangkan Chinook hasil remanufaktur varian CH-47D/SD, dibanderol seharga US$26,5 juta.

Angkutan udara yang cocok untuk kondisi Indonesia yang rawan bencana

Saat digunakan militer AS untuk angkut bantuan bagi korban bencana Paksitan [sumber gambar]
Selain untuk keperluan militer, varian CH-47 juga bisa dipakai untuk menanggulangi korban bencana alam, khususnya seperti yang terjadi di Palu dan Donggala baru-baru ini. Dilansir dari indomiliter.com, ruang kargonya dapat dimuati payload hingga 10,9 ton dan dapat menampung 33 sampai 55 penumpang. Selain itu, varian CH-47 ini juga dilengkapi tiga titik pengait yang dipasang secara presisi tubuh heli dan mampu mengangkat beban seberat 12 ton. Hook depan dan belakangnya, masing-masing sanggup membawa hingga 7,5 ton. Jelas sudah, helikopter ini bisa digunakan untuk misi dropping kebutuhan logistik, rumah sakit bergerak atau keperluan SAR di darat laut dan udara. Pantas bila ustaz Yusuf Mansyur kepincut dengan alutsista satu ini.

Mencuat berkat sosok Ustaz Mansyur

CH-47 Chinook mencuat berkat status ustaz Yusuf Mansyur [sumber gambar]
Sosok CH-47 Chinook menjadi pembicaraan hangat setelah Ustaz Yusuf Mansyur mengungkapkan keinginannya untuk membeli. Tentu saja bukan sendirian. Dalam statusnya di Instagram, pria yang juga pemilik bisnis PayTren itu mengajak seluruh masyarakat Indonesia berpatungan untuk membeli helikopter tersebut. Selain sebagai upaya untuk meringankan beban para korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Ustaz Yusuf juga ingin membantu TNI/POLRI agar memiliki kendaraan pengangkut serbaguna itu. Tak salah bila ia menyebut CH-47 Chinook sebagai truk udara.

Sudah menjadi wacana untuk melengkapi alutsista militer Indonesia.

Indonesia bakal beli CH-47 Chinook [sumber gambar]
Jauh sebelum keinginan sang Ustaz di atas, para pejabat tinggi di negeri ini telah lebih dahulu memiliki wacana untuk membeli sejumlah unit CH-47 Chinook. Dilansir dari nasional.sindonews.com, Indonesia telah memesan delapan unit Helikopter AH-64E Apache, 12 unit Helikopter Chinook, dan lima unit pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas. Saat ini, baru AH-64E Apache saja yang telah tiba sebanyak 8 unit dan digunakan oleh TNI AD. Sementara untuk sisanya masih menunggu negoisasi antara pihak penjual dan pemerintah Indonesia.

Selain untuk memperkuat barisan militer Indonesia, keberadaan CH-47 Chinook juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat sipil. Terutama pada saat pasca terjadinya bencana maupun kebutuhan lainnya. Memang, harga CH-47 Chinook yang selangit bisa membuat kantong jebol tujuh turunan. Tapi kalo patungan seluruh masyarakat Indonesia, pasti bisa lah. Yuk, kita aminkan saja ya Sahabat Boombastis. Mudah-mudahan apa yang ingin diwujudkan oleh ustaz Yusuf Mansyur bisa terlaksana dengan baik.