Lagi-lagi idola generasi 90an berpulang ke tempat Yang Maha Kuasa. Kali ini, seseorang yang berada di balik karakter legendaris Paman Dolit, Moch Syafi Saleh alias mas Memed, dikabarkan meninggal dunia. Hal ini pertama kali disampaikan oleh musisi Armand Maulana dalam istagram story-nya.

Kepergian mas Memed tentu membuat sedih generasi 90an. Sebab, semasa hidupnya ia telah menghidupkan karakter Paman Dolit yang disegani kids zaman old. Sembari mendoakan kepergian mas Memed, mari mengenang jasa Paman Dolit hingga membantu mencerdaskan generasi 90an dalam ulasan berikut. Sebab, tanpa mas Memed, karakter Paman Dolit tak lagi sama.

Selalu muncul untuk mengembalikan anak-anak ke jalan yang lurus

Masih ingat lagu Paman Dolit bersama MC cilik? “Lho, lho, lho, kok mbolos semua ini gimana tho? Ini kan waktunya sekolah, hei, jam sekolah kok ada di sini ini apa-apaan ini?”—pasti masih ingat kan dengan kata-kata ini? Ya, kata-kata ngejleb tersebut diucapkan Paman Dolit ketika featuring bersama MC Cilik dalam lagu Jangan Bolos Sekolah.

Penampilannya yang nyentrik, dengan topeng berkacamata, hidung besar, lengkap dengan syal dan sarung tangan warna-warni membuat generasi 90an yang membolos kapok. Sebab, lebih takut kena marah Paman Dolit ketimbang Bu Guru. Hayoo, siapa dulu yang begini?

Lagu-lagunya berisi seputar pentingnya sekolah untuk anak-anak

Selain berkolaborasi dengan grup vokal anak-anak, Paman Dolit juga seringkali tampil di televisi—waktu itu hanya TVRI. Di sana, ia memberi petuah kepada anak-anak generasi 90an untuk rajin belajar dan tak membolos sekolah. Bahwa pendidikan itu penting untuk masa depan nantinya.

Paman Dolit dulu dan sekarang [sumber gambar]
Terang saja, generasi 90an lebih “manut” kepada orang tua ketimbang kids zaman now yang harus 5 kali dinasihati dulu baru patuh. Berkat Paman Dolit, sih. Waduh, jadi rindu masa-masa menonton Paman Dolit di TVRI sehabis mandi, geng.

Sosoknya ditakuti sekaligus jadi panutan setiap harinya

Selain mendapat respect, sosok Paman Dolit juga banyak ditakuti, loh. Hal tersebut berkaitan dengan kostum yang dikenakannya. Kacamata dan hidung yang besar, kumis lebat, topi, syal, dan sarung tangan warna-warni, ngagetin banget, kan, penampilannya? Meskipun begitu, gaya yang ikonik tersebut mudah diingat oleh anak-anak.

Paman Dolit starter pack [sumber gambar]
Bahkan, sampai ada sebuah permainan dengan lagu Paman Dolit, loh. Siapa yang pernah bermain bersama teman-teman, di depan rumah, dengan menyanyikan “Paman Dolit, tidak tahu malu, pakai kacamata, mata jadi rusak. Bila memanggil paman, Paman Dolit! Bila memanggil becak, ting nong ting nong.” Siapa yang baca sambil nyanyi?

Meneruskan kegiatan mencerdaskan anak-anak melalui kanal YouTube

Eksistensi Paman Dolit ternyata tak hanya berhenti di generasi 90an, loh. 2 tahun yang lalu, ia masih sempat membuka kanal YouTube-nya sendiri yang diberi nama Paman Dolit Official. Dalam kanal tersebut, ia mengunggah video dirinya mengajak anak-anak untuk mengenal huruf, angka, dan warna.

Tentu saja dengan gaya Paman Dolit—lengkap dengan kacamata besar, kumis tebal, dan syalnya. Sayang sekali, pembelajaran ala Paman Dolit hanya berakhir sampai huruf E, sebelum ia mampu menyelesaikannya. Meskipun begitu, cukup lah untuk generasi sekarang mengenal sosok legendaris tersebut.

BACA JUGA: 4 Karakter Idola Anak-Anak Indonesia 90an yang Kini Tenggelam Ditelan Masa

Kini, Moch Syafi Saleh alias mas Memed telah berpulang. Sosok Paman Dolit pun ikut tiada di antara para penggemarnya, terutama generasi 90an. Selamat jalan, mas Memed dan Paman Dolit. Terima kasih telah memberikan banyak pelajaran dan warna dalam masa kecilku~