Pemerintah Indonesia secara resmi telah memutuskan Kalimantan Timur sebagai wilayah untuk ibu kota yang baru. Tak hanya disambut secara antusias oleh masyarakat di Tanah Air, negara tetangga Malaysia juga tampak senang dengan keputusan tersebut. Bukan apa-apa, pemerintah negeri Jiran rupanya jeli melihat potensi ekonomi yang bakal ditimbulkan dari proyek besar tersebut.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Pemerintah Malaysia sudah ancang-ancang bakal membidik sejumlah proyek infrastruktur, yang akan dilakukan jika ibu kota memang sudah berpindah ke Kalimantan Timur. Tak hanya soal ekonomi, negeri Jiran itu juga bakal memiliki nilai lebih di mata Indonesia. Di mana Indonesia ternyata belajar banyak dari mereka soal memindahkan ibu kota negara.

Berpotensi untuk menjual kelebihan daya listrik Malaysia kepada Indonesia

Ilustrasi pembangkit tenaga listrik [sumber gambar]
Kabar pindahnya ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur, rupanya disambut baik oleh Menteri Kebudayaan, Pariwisata, Seni, Pemuda dan Olahraga Negara Bagian Sarawak, Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah. Dilansir dari cnnindonesia.com, proyek tersebut dipandang akan sangat menguntungkan secara ekonomis, di mana negeri Jiran tersebut bisa menjual daya listrik, jika produksinya berlebih, dari pembangkit tenaga air Bakun di Belaga kepada pemerintah Indonesia.

Malaysia bidik proyek pembangunan infrastruktur dari Indonesia

Malaysia juga tertarik untuk membangun proyek jalan tol di Indonesia [sumber gambar]
Tak hanya soal listrik, sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan lintas negara, bandara, hingga memperbaiki transportasi yang digunakan, bisa dilakukan lewat kerjasama antar kedua negara. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Baru Bian, ia bahkan menyatakan sudah siap menggarap proyek jalan tol Trans Kalimantan, yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Kalimantan, hingga Brunei Darussalam.

Memperkuat perdagangan Malaysia dengan wilayah sekitarnya

Pemerintah Sabah memberlakukan perdagangan barter [sumber gambar]
Selain mengincar proyek pembangunan dan penyediaan listrik, pemerintah Malaysia rupanya mulai membidik potensi bisnis baru, yakni perdagangan antar wilayah sekitar. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Menteri Sabah dan Serawak, Shafie Apdal,pemindahan ibu kota ini akan sangat menguntungkan karena Sabah sedang memperkuat aturan perdagangan barter dalam kegiatan-kegiatan kerja sama di Kalimantan dan Mindanao, Filipina. Selain itu, pihaknya juga telah menyetujui 43 lisensi di zona perdagangan barter Sabah di Kudat, Tawau, dan Sandakan.

Merasa bangga karena Indonesia belajar ke Malaysia soal perpindahan ibu kota

Kawasan Putrajaya Malaysia yang ditiru oleh Indonesia [sumber gambar]
Soal pindahnya ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur ini, pemerintah Indonesia rupanya belajar banyak dari Malaysia. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam sebuah wawancara khusus bersama Tempo. Pemimpin ke-7 Indonesia itu belajar dari pindahnya pusat pemerintahan Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. “Saya belajar dari Putrajaya, tiga tahun bisa pindah. Memang harus pindah,” kata Jokowi pada Senin, 19 Agustus 2019 yang dikutip dari bisnis.tempo.co.

BACA JUGA: Baru Hadir di Indonesia, Inilah Kondisi MRT di Malaysia yang Ternyata ‘Ancur-ancuran’

Jika negara tetangga seperti Malaysia bisa melihat adanya peluang ekonomi, Indonesia tentunya jangan sampai kalah atau bahkan tertinggal dalam hal ini. Sebagai ibu kota yang baru, tentu akan ada banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sisi ekonomi dan lainnya. Yang jelas, jangan mau kalah deh sama Malaysia.