Terjawab sudah teka-teki lokasi ibu kota baru bagi Indonesia yang selama ini kerap jadi menyisakan tanda tanya. Setelah resmi diumumkan, Presiden Joko Widodo ingin memindahkan ibu kota ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (Kaltim). Tentu saja, wilayah tersebut terpilih setelah melalui proses panjang sebelumnya.

Bukan sebuah kebetulan, jika wilayah Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dipilih sebagai ibu kota Indonesia yang baru. Selain dianggap lebih siap dibanding tempat lainnya, Kaltim juga telah memiliki sejumlah infrastruktur pendukung dan beragam fasilitas penunjang lainnya. Dari sini, pemerintah pun memiliki alasan yang kuat untuk menjadikannya sebagai ibu kota baru.

Kaltim dinilai minim risiko bencana

Wilayah Kalimantan Timur dianggap minim resiko bencana [sumber gambar]
Bencana dan semacamnya memang menjadi ancaman bagi kota-kota besar. Untuk yang satu ini, wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara minim dari resiko tersebut. Mulai dari banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor, terhitung sangat minim terjadi di wilayah Kalimantan Timur.

Adanya ketersediaan air yang melimpah di Penajam Paser Utara

Memiliki sumber daya air melimpah yang kini dioptimalkan [sumber gambar]
Khusus untuk daerah Penajam Utara, pemerintah setempat menyebut bahwa wilayahnya memiliki keunggulan berupa sumber air yang melimpah. Menurut Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud, menyebutkan, ketersediannya diklaim mampu memenuhi kebutuhan air di kota sekitarnya. Oleh karenanya, Pemkab Penajam Paser Utara saat ini sedang mengoptimalkan program aliran air tersebut. Tentu saja, hal ini merupakan kabar gembira sebagai persiapan untuk menyambut ibu kota yang baru.

Didukung oleh wilayah Kaltim yang mempunyai infrastruktur lengkap

Selain keunggulan di atas, terpilihnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota karena berada di dekat daerah perkotaan yang telah berkembang, Yakni Samarinda dan Balikpapan. Seperti yang kita tau, dua kota besar itu telah memiliki sejumlah infrastruktur modern yang siap menunjang kegiatan ibu kota baru di Penajam-Kuta, seperti jalan, jembatan, telekomunikasi, bandara, pelabuhan laut, instalasi air minum, dan listrik.

Lokasi strategis yang berada di tengah-tengah Indonesia

Wilayah Kalimantan Timur dianggap strategis sebagai ibu kota [sumber gambar]
Lokasi wilayah juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah saat memilih Kalimantan Timur sebagai ibu kota Indonesia yang baru. Karena dianggap “berada di tengah-tengah Indonesia”, jarak dari tempat satu ke lainnya dianggap lebih pendek dibanding wilayah Kalimantan lainnya. Dikutip dari tirto.id, jaraknya mencapai 893 km–terpendek kedua di antara lima calon ibu kota lainnya, atau di bawah Kalimantan Tengah yang jarak rata-rata ke seluruh provinsinya sejauh 792 km.

Ketersediaan beberapa lahan yang sudah dikuasai pemerintah

Ilustrasi lahan di Kalimantan Timur [sumber gambar]
Satu hal terpenting dari sebuah wilayah ibu kota adalah, ketersediaan wilayah yang bakal digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung. Untuk hal ini, pemerintah telah menguasai lahan seluas 180 hektare. Sesuai rencana, 2020 akhir pemerintah akan memulai konstruksi. Kemudian pada 2024, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Tak sendiri, proyek besar ini juga menggandeng pihak swasta untuk melakukannya bersama pemerintah.

BACA JUGA: Berharap Dipilih Presiden Sebagai Ibu kota, Begini Keunggulan Wilayah Kalimantan Timur

Setelah resmi diumumkan, pekerjaan berat untuk menjadikan Penajam-Kutai Kartenegara menjadi ibu kota akan segera dimulai. Tentu saja, proyek besar ini tak cukup jika hanya dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Sebagai masyarakat, kita hanya bisa berdoa dan berharap, agar ibu kota baru ini bisa menjadikan Indonesia lebih baik lagi di masa depan.