Heboh soal maraknya isu tentang masuknya tentara China ke wilayah RI, dibantah secara tegas oleh Menko Polhukam Wiranto. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, kabar tersebut tidaklah benar dan merupakan hoaks belaka. Menariknya, sekuat apa tentara China di era perkembangan teknologi yang maju dengan pesat seperti saat ini?

Jika dilihat dari laman globalfirepower.com, China menduduki peringkat ketiga di bawah AS dan Rusia yang masing-masing berada di urutan ke-1 dan ke-2. Tak hanya didukung dengan jumlah tentara aktifnya yang mencapai 2,693,000 personil, China juga berhasil menciptakan kemajuan di bidang teknologi militer yang semakin membuatnya ditakuti negara lain seperti AS dan sekutunya.

Berhasil ciptakan rudal pembunuh kapal induk dan alutsista laut sejenisnya

Rudal DF-21D milik China [sumber gambar]
Untuk membabat kapal musuh di laut, China bisa melakukannya dengan aman dari daratan berkat keberadaan Rudal balistik DF-21D. Dilansir dari artileri.org, rudal “pembunuh kapal induk” yang telah digunakan PLA sejak tahun 2010 itu, mampu untuk menghancurkan kapal induk AS pada jarak 1.450 kilometer dari pantai China. Alhasil, hal ini membuat militer negeri tirai bambu itu ditakuti oleh pihak Barat yang dimotori oleh AS. Selain itu, Rudal DF-21D juga menjadi kunci bagi militer China untuk menebarkan pengaruhnya Laut Cina Selatan dan Timur.

Rancang Main Battle Tank (MBT) untuk kuasai pertempuran darat

Tank VT-4 buatan China yang unggul di darat [sumber gambar]
Tak salah jika tank tempur utama (MBT) VT-4 buatan Tiongkok laris manis dilirik oleh negara lain. Selain untuk ekspor, alutsista darat yang diproduksi oleh North Industries Corporation (NORINCO) itu juga masuk dalam barisan militer China. Dilansir dari militermeter.com, VT-4 yang memilik kemampuan manuver dan daya tembak yang tinggi, telah dilengkapi sejumlah kemampuan khas tank canggih berkelas dunia. Seperti meriam smoothbore kaliber 125mm yang mampu menembakkan proyektil armor-piercing fin-stabilized discarding-sabot (APFSDS), high explosive anti-tank (HEAT), dan rudal, fire control, perangkat penglihatan thermal imager, panoramic sight, serta mesin diesel berdaya 1200 tenaga kuda buatan Tiongkok.

Pesawat tempur J-20 yang meniru teknologi AS

Pesawat J-20 China yang gunakan teknologi setara AS [sumber gambar]
Kesuksesan China dalam mengembangkan teknologi pada alutsistanya, sedikit banyak dipengaruhi oleh teknik ‘copypaste’ dari militer negara lain. Salah satunya adalah pesawat siluman J-20. Dilansir dari laman washingtontimes.com, militer China setidaknya telah memiliki teknologi serupa yang juga digunakan pada pesawat AS, yakni Distributed Aperture System (DAS), sistem elektro-optik yang memberikan perlindungan di sekeliling pesawat dan memperingatkan pilot adanya ancaman rudal yang menyerang ,dan Universal Water Activated Release System (UWARS), untuk mencegah pilot yang tenggelam karena parasut saat pesawatnya jatuh ke air.

Kapal induk Liaoning yang bakal bersaing dengan militer barat

Kapal Induk Liaoning China [sumber gambar]
Sebagai wujud modernisasi angkatan perang, militer China juga membuat sendiri kapal induk sesuai kebutuhan mereka. Laman internasional.kompas.com menuliskan, alutsista berukuran besar itu dibangun dari hasil renovasi kapal bekas Rusia, Varyag. Dengan kapasitas angkut maksimal 24 unit jet tempur J-15, Liaoning ditugaskan bersama Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat. Namun jika dibandingkan dengan kapal induk buatan AS, teknologi dan spesifikasi Liaoning masih berada di bawah mereka. namun, hal ini tak menutup kemungkinan China akan mengembangkan kapal induk versi mereka yang lebih canggih lagi.

Jadi negara pertama yang pasang senjata electromagnetic railgun

Senjata electromagnetic China [sumber gambar]
Senjata electromagnetic railgun sempat menjadi sebuah teknologi yang getol dikembangkan oleh militer AS. Namun, negeri Paman Sam tersebut tampaknya kalah cepat dengan China yang telah berhasil membuatnya terlebih dahulu. Dilansir dari laman dunia.tempo.co, tim ilmuwan Angkatan Laut yang dipimpin peneliti Ma Weiming suskes menghasilkan senjata berbasis teknologi elektromagnetik. Karena menembakkan peluru menggunakan kekuatan magnet yang dihasilkan energi listrik, senjata ini memiliki daya rusak yang sangat tinggi dibanding peluru artileri berbasis bubuk mesiu.

BACA JUGA: Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia dan Tiongkok yang Bagai Cupang dan Paus

Tidak dipungkiri, kemajuan China di bidang teknologi militer dan alutsista dinilai telah melampaui banyak negara maju di dunia. Kutipan laporan Pentagon berjudul China Military Power yang dilansir dari cnnindonesia.com mengatakan, negeri tirai bambu itu berada di puncak dalam berbagai teknologi. Termasuk strategi angkatan laut, dengan memiliki sistem rudal jarak jauh hingga senjata hipersonik. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?