Peristiwa padamnya listrik di separuh wilayah pulau Jawa tengah menjadi sorotan pada saat ini. Sumber tenaga yang amat sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan bisnis di kota-kota besar tersebut, diketahui telah padam lebih dari enam jam. Tak hanya mengganggu kegiatan yang ada, tapi juga terjadi beberapa musibah terkait dengan putusnya aliran listrik di tengah-tengah masyarakat.

Dilansir dari CNNindonesia.com, Sebanyak 50 kontrakan rumah di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Menteng Atas Selatan III, Jakarta Selatan, ludes terbakar. Penyebabnya diketahui berasal dari lilin yang digunakan saat terjadinya mati lampu. Selain berdampak pada masyarakat, peristiwa pemadaman listrik di hampir separuh Pulau Jawa ini juga memunculkan beragam kejadian penting yang menarik.

PLN ‘disidang’ oleh Presiden Joko Widodo soal pemadaman listrik

Buntut dari peristiwa blackout yang ada, Presiden Joko Widodo menegur direksi PT PLN Persero terkait pemadaman listrik di Jabodetabek dan sebagian besar wilayah Pulau Jawa yang terjadi, di mana kepala negara itu datang ke kantor PLN khusus untuk meminta penjelasan soal pemadaman listrik. Dirinya beranggapan, hal tersebut merugikan banyak pihak.

Saya tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN namun, banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan,” kata Jokowi yang dikutip dari Nasional.kompas.com. Seperti yang terjadi, wilayah Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami mati listrik lebih dari enam jam. Tak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, sejumlah transportasi juga dikabarkan tak bisa beroperasi dengan maksimal.

Aktivitas masyarakat dan transportasi terganggu

Karena pemadaman terjadi hampir di separuh Pulau Jawa, imbasnya kemudian dirasakan secara massal yang berujung terganggunya sejumlah aktivitas dan peralatan yang membutuhkan tenaga listrik. Dikutip dari cnbcindonesia.com, ada sekitar 120 juta pelanggan yang terdampak akibat peristiwa pemadaman tersebut. Di sektor transportasi, sebanyak empat kereta bahkan terhenti di stasiun bawah tanah.

Tak hanya itu, seluruh arus perjalanan KRL Commuter Line yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia, terpaksa harus terhenti akibat pemadaman listrik yang terjadi. Dari sisi keuangan dan telekomunikasi, masing-masing tercatat mengalami beberapa masalah serius, seperti transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terganggu, dan provider yang mengalami susah sinyal dari menara BTS mereka.

Udara di Jakarta menjasi lebih bersih dari sebelumnya

Meski dinilai banyak menggangu sebagian aktivitas dan pekerjaan secara massal, ternyata ada manfaat positif dari pemadaman listrik yang terjadi, yakni kualitas udara DKI Jakarta dinilai lebih bersih dari biasanya. Dilansir dari AirVisual yang dikutip dari cnbcindonesia.com menuliskan, Air Quality Index (AQI) Jakarta kini berada di level 75. Rentang nilai AQI berada pada nilai 0-500.

Ilustrasi kualitas udara di DKI Jakarta membaik [sumber gambar]
Hal tersebut menjadi indikator, di mana semakin tinggi nilai maka meningkat pula kondisi polusi udara. Karena menunjukan angka 75 atau berada di level moderat, posisi ini dinilai lebih baik dari kualitas udara di Singapura yang pada waktu sama berada di level 100. Meski demikian, hal tersebut diprediksi tak akan berlangsung lama. Seiring aliran listrik yang akan pulih, maka kualitas udara ibu kota akan kembali seperti sediakala. Kotor dan penuh dengan polusi.

BACA JUGA: Wacana Pemerintah Bakal Gratiskan Listrik, Efektifkah Untuk membantu Rakyat?

Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa pemadaman listrik di hampir separuh Pulau Jawa. Selain membuat kualitas udara di ibu kota membaik, kejadian tersebut juga menjadi pelajaran yang berharga bagi PLN agar senantiasa berbenah diri, baik dari sisi peningkatan kualitas kerja hingga berupaya memberikan pelayanan yang baik pada konsumen.