Berperawakan kurus, tidak jago menggiring bola, tak memiliki kecepatan, tapi sangat mematikan di depan gawang lawan, agaknya menjadi sebuah perumpamaan pas untuk menggambarkan sosok bernama Filippo Inzaghi. Sebagai penyerang bisa dikatakan, ia adalah sosok finisher yang tidak akan banyak melewatkan peluang mencetak gol begitu saja. Akibat hal tersebut tercatat selama karier di lapangan hijau, pria 44 tahun ini sudah mengoleksi 200 lebih gol.

Tidak hanya itu, laki-laki asal Italia ini juga sudah merengkuh banyak gelar bergengsi selama berkecimpung di jagad sepak bola, mulai juara Liga Champions, Seria A sampai meraih Piala Dunia 2006. Tapi sayang, kegilaan Super Pippo kini hanya menjadi sebuah memori, lantaran pada July tahun 2012 memutuskan untuk gantung sepatu. Setelah tujuh tahun menjadi pesiunan lapangan hijau beginilah kabar dirinya sekarang.

Menjadi nahkhoda tim kasta teratas kompetisi Italia

Inzaghi pimpin latihan [Sumber Gambar]
Seperti yang telah disinggung di awal tadi, sebagai pesiunan olahraga ini ia tidaklah bisa jauh dari lapangan hijau. Alhasil, dunia kepelatihan menjadi pilihan setelah gantung sepatu. Meski bukan jajaran juru taktik top, tapi ada banyak petinggi klub mempercayakan kesebelasannya dinahkodai pria 44 tahun ini. Contohnya adalah Bologna, tim kompetisi tertinggi Italia (Seri A) yang saat ini diarsiteki mantan punggawa Juventus itu. Inzaghi sendiri datang ke tim masuk kategori medioker tersebut pada pertengahan tahun 2018 dengan menggantikan  Roberto Donadoni.

Sedang berada dalam masa sulit pemecatan

Tim Inzaghi kalah [Sumber Gambar]
Masih terkait nasib Inzaghi saat ini, dikabarkan posisinya sebagai pelatih Bologna kini tengah terancam. Isu pemecatan lantaran tidak mampu mendongkrak performa tim disebut-sebut menjadi pemicu hal tersebut. Seperti yang diketahui kesebelasan yang ditanganinya kini berada di jurang degradasi. Bahkan bersama Super Pippo, klub berjuluk I Rossoblu telah menelan kekalahan sebanyak 10 kali dan hanya mampu menang dua kali saja. Pengalaman pahit ini tidaklah hanya dialaminya kali ini saja, beberapa tahun lalu, ia juga harus terpaksa ditendang AC Milan lantaran performa buruk tim. Apakah Inzaghi ke depan benar akan dilengserkan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Menciptakan keajaiban dengan klub Medioker Italia

Inzanghi jawara [Sumber Gambar]
Meski kini sedang terpuruk dalam dunia kepelatihan, tapi pria berperawakan kurus ini tidaklah selalu tuliskan cerita nestapa saja selama karier jadi juru taktik. Sebelumnya, pada tahun 2017, ia sukses poles klub medioker Italia yakni Venezia menjadi tim hampir menembus Seri A. Dilansir Boombastis dari Liputan6, bersama Inzaghi, klub berlogo singa itu sukses promosi ke Serie B dan menjuarai Lega Pro. Hasil bagus tadi agaknya menjadi sedikit bukti bagaimana kapasitasnya kalau dipercaya untuk menangani sebuah kesebelasan. Venezia berpisah dengan Pippo setelah klub identik warna gagal promosi ke Seria A setelah kalah dari Parma.

Dianugerahi pelatih terbaik Seri B

Pippo penghargaan [Sumber Gambar]
Dari penelusuran penulis, kisahnya perjalanan di Seri B tidaklah semua berakhir kelam. Meski gagal membawa Venezia tadi mentas di kompetisi kasta tertinggi Italia, namun capaian-capaian bagus selama menahkodai klub berlogo singa itu telah membawa dinobatkan sebagai pelatih terbaik Seri B tahun lalu. Lewat akun Instagram-nya yakni @pippoinzangi, pemain kerap memakai nomor punggung sembilan memamerkan trofi dari penghargaan tersebut. Di sana ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua staff dan pemain di Venezia.

BACA JUGA: Dulu Jadi Kaisar Sepak Bola, Beginilah Nasib Adriano Berjibaku yang Kini Kelam

Begitulah sobat Boombastis sekilas kabar tentang seorang Filippo Inzaghi. Dari situ kita juga bisa melihat bagaimana besarnya potensi di dunia kepelatihan. Berkaca kiprahnya sebagai juru taktik mungkin ke depan Pippo bisa jadi opsi untuk PSSI bila Tim Merah Putih membutuhkan pelatih baru.