Wabah virus corona kini tengah menjadi momok yang menakutkan bagi semua negara di dunia. Termasuk Israel yang diketahui langsung menerapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran virus tersebut di wilayahnya.

Negeri Bintang Daud itu dilaporkan menggunakan beragam cara yang mungkin belum pernah digunakan oleh negara lainnya. Dilansir dari CNNIndonesia.com (17/03/2020) salah satunya dengan menyadap telepon untuk melacak pergerakan dari mereka yang positif menderita virus corona.

Gunakan teknologi anti-terorisme untuk melacak penderita corona lewat telepon

Sebagai salah satu negara yang menelurkan banyak teknologi canggih, Israel juga melakukan pendekatan serupa untuk menekan tersebarnya virus corona. Teknologi yang disebut sebagai pelacakan anti-terorisme itu, bakal melakukan penyadapan lewat telepon untuk melacak pergerakan dari mereka yang dinyatakan positif virus corona. Tak hanya itu, penyadapan yang dilakukan juga akan mengetahui dengan siapa saja mereka berhubungan.

Ilustrasi penyadapan telepon untuk melacak virus corona [sumber gambar]
Meski dinilai berpotensi melanggar hak dan privasi pengguna, kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kehakiman Israel dan diumumkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. “Kami akan segera mulai menggunakan teknologi… digital yang telah kami pakai dalam memerangi terorisme,” kata Netanyahu yang dikutip dari Kompas.com (15/03/2020).

Menutup perbatasan dengan negara-negara lain demi mencegah penyebaran virus corona

Menutup perbatasan juga diterapkan oleh Israel demi mencegah penularan virus corona di negaranya. Salah satunya adalah akses darat dengan mesir. Tak hanya itu, maskapai penerbangan Israel El Al juga diketahui mengurangi jadwal penerbangan internasional demi mencegah virus corona agar tak semakin meluas.

Ilustrasi penutupan perbatasan [sumber gambar]
Menurut Perusahaan Penyiaran Israel yang dilansir dari Anadolu Agenvcy (09/03/2020), negeri Bintang Daud itu menutup perbatasan darat dengan Mesir mulai pukul 17.00 waktu setempat. Selain dengan Mesir, Israel juga menutup perbatasannya dengan Suriah dan Lebanon.

Mengeluarkan seluruh wisatawan yang masih berada di Israel

Demi mencegah menyebarnya virus corona, pemerintah Israel menerapkan ‘karantina nasional’ dan berlaku efektif untuk mereka yang ada di wilayahnya. Kebijakan ini pun membuat Israel mengeluarkan seluruh wisatawan asing dari kawasan tersebut. Mereka yang ‘terusir’ akan dikeluarkan melalui pintu perbatasan di Mesir. Selain kebijakan ‘karantina nasional’, otoritas berwenang Israel juga membatasi kedatangan para wisatawan dari luar negeri tanpa terkecuali.

Ilustrasi pencegahan virus corona di Israel [sumber gambar]
Pendatang dari Spanyol, Austria, Jerman, Swiss, dan Prancis telah dilarang untuk masuk ke dalam negara Yahudi tersebut. “Ini kita mendapat informasi bila kita diminta untuk segera keluar dari Israel,” ucap pendeta yang mendampingi rombongan wisatawan RI ,Sonny Zaluchu, yang dikutip dari CNBCIndonesia.com (10/03/2020).

Para ilmuwan Israel meneliti dan membuat vaksin untuk virus corona

Para ilmuwan dari Institut Riset Biologis Israel baru-baru ini dikabarkan tengah melakukan Sebuah riset untuk menciptakan vaksin. Nantinya, hasil eksperimen tersebut dikabarkan bakal digunakan untuk melawan virus corona Covid-19. Tak hanya vaksin, organisasi ilmuwan yang berada di awah Kantor Perdana Menteri Benyamin Netanyahu itu juga menciptakan antibodi untuk mereka yang terjangkit virus corona.

Menurut Situs berita terpopuler Israel, Ynet, negeri Yahudi itu dilaporkan setidaknya telah menerima pengiriman sampel atau contoh virus corona dari beberapa negara, seperti Jepang dan Italia sebanyak lima kali. Dilansir dari Suara.com (13/03/2020), sampel tersebut dibawa oleh kurir khusus yang berada dalam pengawasan Kementerian Pertahanan Israel.

BACA JUGA: Efek Gawat Jika Lockdown karena Corona Dilakukan, Hambat Aktivitas Hingga Ancam Ekonomi

Penyadapan lewat telepon yang dilakukan oleh Israel, ternyata juga diterapkan oleh otoritas Taiwan yang juga dimanfaatkan untuk menekan persebaran virus corona di wilayahnya. Sementara itu, vaksin yang kabarnya masih dikembangkan oleh para ilmuwan Israel masih harus melalui tahapan seperti uji coba dan eksperimen tertutup. Ya, kita tunggu saja kelanjutannya ya Sahabat Boombastis.