Para imigran asing yang berada di Indonesia, memang kerap mendatangkan kisahnya tersendiri. Salah satunya adalah keluarga Omar Al Qadih, pengungsi asal Palestina yang berjualan kopi seduh di halaman Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari republika.co.id, aktivitasnya sebagai pedagang kopi seduh di kawasan itu sudah dilakoninya sejak dua tahun silam. Selama itu pula, ia kerap berjualan bersama sama dengan keluarganya. Bukannya tanpa hambatan, Omar juga harus merasakan nasib yang sama dengan pedagang lokal lainnya, yakni diusir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sosok pengusaha yang tinggalkan negaranya karena kondisi yang tidak aman

Mantan pengusaha yang pilih tinggalkan negaranya karena faktor keamanan [sumber gambar]
Omar sejatinya bukanlah sosok yang biasa-biasa saja. Pria yang berasal dari Kota Al Khalil, 30 km di sebelah Selatan Yerusalem tersebut dulunya merupakan seorang pengusaha sukses. Bisnisnya merambah di bidang elektronik, pariwisata, dan swalayan di Kota Hebron. Sempat berkembang, apa daya usahanya tersebut akhirnya bangkrut dan ia terpaksa pindah ke Indonesia karena alasan keamanan di negerinya.

Tiba di Indonesia dan mencari nafkah sebagai penjual kopi

Datang ke Indonesia dan berdagang kopi di Stadion Pakansari [sumber gambar]
Setibanya di Indonesia, Omar dan keluarga memilih untuk berdagang kopi untuk menyambung hidup sehari-hari. Dikutip dari republika.co.id, dagangan yang dijajakan antara lain kopi seduh, minuman manis, serta cemilan ringan. Tampak sang anak dengan riangnya bermain di sekitar Omar saat dirinya tengah berjualan. Selama di Indonesia, keluarga tersebut mengontrak rumah sederhana sebagai tempat tinggal sementara.

Dibantu oleh organisasi kemanusiaan untuk kebutuhan tempat tinggal

Omar dan keluarganya dibantu oleh organisasi INH [sumber gambar]
Keberadaan Omar sebagai imigran asing di Indonesia, kerap mendapat bantuan dari International Networking for Humanitarian (INH). Bahkan, pihaknya memberikan tempat tinggal berupa kontrakan di Green Patio Cibinong sejak Agustus 2018. Organisasi tersebut bahkan menganggarkan dana sebesar Rp 27 juta khusus untuk tempat tinggal Omar bersama keluarganya.

Diusir oleh Satpol PP

Omar dan keluarganya [sumber gambar]
Hingga pada akhirnya, Omar dan lapak dagangannya benar-benar terusir di kawasan Stadion Pakansari. Menurut Kepala Bidang Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengatakan, tindakan yang diambil Satpol PP dan stakholder merupakan langkah bijak menanggapi batasan-batasan yang boleh dilakukan Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Bogor. “Pakansari itu harus steril PKL, jadi tidak boleh yang namanya untuk berjualan. Persoalannya, warga Palestina tersebut masih berjualan di sana,” ujarnya yang dikutip dari jpnn.com.

BACA JUGA: Balada Pencari Suaka di NKRI, Bikin Kumuh Ibukota Hingga Terjerat Kasus Kriminal

Banyaknya para imigran yang membanjiri Indonesia untuk mencari suaka di negara yang dituju, memang menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah. Alhasil, para warga asing tersebut harus mau mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia. Termasuk Omar yang notabene adalah imigran yang harus patuh saat ditertibkan oleh Satpol PP.