Berbicara tentang ikan yang mahal, Tuna adalah salah satu kandidat nama yang pastinya dikenal semua orang. Pecinta sushi pasti tau jika ikan ini sering dijadikan sebagai toping makanan khas Jepang ini. Yap, Tuna bisa dikonsumsi dalam keadaan masih mentah.

Nah, karena sushi merupakan makanan sejuta umat, permintaan terhadap Ikan Tuna pun semakin meningkat. Gak heran, jika kemudian harga yang dibanderol mahal dari waktu ke waktu. Baru-baru ini, seorang pemilik restoran sushi rela membeli Tuna dengan harga dengan sangat fantastis, 43 miliar, wow! Seperti apa sih ikan ini? Yuk, baca ulasannya sampai habis ya!

Pembeli adalah Kiyoshi Kimura

IKan Tuna Sirip [Sumber gambar]
Melansir Tempo.co dari Reuters, Ikan Tuna yang luar biasa mahal ini adalah jenis Tuna Sirip Biru. Ikan tersebut masuk dalam pelelangan di pasar ikan Tsukiji yang terkenal di Tokyo pada 5 Januari lalu. Itu adalah kali pertamanya sejak pasar Tsukiji yang terkenal di Tokyo, dipindahkan ke lokasi baru di tepi kota. Pembelinya sendiri adalah Kiyoshi Kimura, pemilik Kiyomura Corp yang juga punya restoran Sushi Zanmai. Oleh Kiyoshi, ikan yang ditangkap di perairan utara Jepang, tepatnya di Prefektur Aomori ini dibeli dengan 333,6 juta yen atau setara 43,8 miliar Rupiah. Wagelasehhhh!

Kiyoshi sudah sangat sering mengikuti lelang ikan

Ikan Tuna lelang tahun 2012 [Sumber gambar]
Membeli ikan dengan harga yang bisa bikin melongo ini bukan kali pertamanya. Ia tercatat sudah sangat sering mengikuti pelelangan dan berhasil mendapatkannya. Hanya saja, ikan yang dibeli di awal tahun ini dinilai berbobot sangat berat dan terlihat segar, sehingga dipastikan kualitasnya sangat baik. Ikan Tuna Sirip Biru ini memiliki bobot 306 kilogram. Dilansir dari bakul.my.id, biasanya dijual hingga harga satu juta rupiah per kilogram. Tetapi kini harganya naik menjadi lebih dari Rp3 juta per 500 gram mendekati akhir tahun, terutama untuk tangkapan berharga dari Oma di Jepang utara.

Spesies Tuna Sirip yang semakin langka

Pasar Ikan Tsukiji [Sumber gambar]
Kebutuhan akan Tuna yang semakin banyak membuat spesies ini juga berkurang dari waktu ke waktu. Apalagi yang mengkonsumsi bukan hanya dari Jepang saja, melainkan juga luar negeri. Para ahli juga sudah memperingatkan bahwa spesies tuna ini semakin langka dan susah didapatkan. Sekitar 96 persen dari tingkat populasinya habis sejak pra-industri. Adanya pelelangan setiap tahun juga membuktikan bahwa Tuna Sirip sudah tidak banyak lagi hidup di perairan mereka, seperti diungkap oleh Associate Manager untuk konservasi tuna global di The Pew Charitable Trusts, Jamie Gibbon.

BACA JUGA: Dulu Tak Berharga, 4 Makanan Ini Sekarang Masuk Jajaran Santapan Mahal dan Mewah

Tuna raksasa ini mungkin memang hanya bisa ditemukan di perairan Jepang. Sehingga populasinya dari waktu ke waktu semakin berkurang dan mendekati garis merah kepunahan. Ada hal yang bisa kita pelajari dari hal ini Sahabat, menggunakan dan mengambil boleh, asal jangan mengekploitasi. Di Indonesia sendiri beberapa hewan juga mendekati garis kepunahan karena banyak diburu dan diambil bagian tubuhnya (untuk dijadikan Rupiah).