in

Banyak Dijual di Pasaran, 3 Ikan Ini Nyatanya Berbahaya Bagi Kesehatan

Bukan jadi hal yang asing lagi, kalau ikan jadi bahan makanan favorit warga Indonesia. Ya bagaimana tidak, hewan yang hidup di air tersebut bisa membuat pengonsumsinya menjadi lebih cerdas. Alasannya ya karena ikan mempunyai kandungan protein yang cukup banyak di dalamnya. Selain itu, banyak ikan yang harganya cukup terjangkau di pasaran.

Namun, apa kalian pernah dengar kabar kalau ada beberapa jenis ikan yang tidak boleh untuk dikonsumsi? Mungkin menurut kalian itu adalah jenis ikan yang mengandung racun di dalamnya. Tapi ternyata, itu tak sepenuhnya benar Sahabat Boombastis. Usut punya usut, ikan yang dimaksud ternyata juga sering kita konsumsi sehari-hari. Jadi, ikan apa saja sih yang tidak boleh untuk dikonsumsi?

Ikan lele yang katanya jadi penyebab munculnya penyakit paling mematikan di dunia

Salah satu ikan yang kabarnya tidak boleh dikonsumsi adalah lele. Katanya ikan lele bisa menjadi penyebab kanker. Jelas ini menuai pro dan kontra masyarakat karena banyak yang tidak percaya dengan kasus tersebut. Sebab, banyak orang yang sering mengonsumsi lele, namun tidak ada tanda-tanda munculnya kanker.

Ikan lele [Sumber Gambar]
Nah, dari kasus tersebut, ada tim ahli yang melakukan penelitian tentang desas-desus itu. Tim ahli yang berasal dari University of Pittsburgh School of the Health Sciences di Amerika Serikat tersebut mengungkapkan kalau ikan lele tidak semuanya bisa jadi penyebab kemunculan kanker. Menurut mereka, ikan penyebab kanker adalah lele yang hidup di air tidak bersih alias tercemar. Jadi untuk kalian yang suka makan lele, jangan konsumsi terlalu sering ya. Disebabkan kita tak pernah tahu dari mana lele berasal.

Ikan nila, banyak disukai namun katanya berbahaya jika dikonsumsi

Selain lele, ikan nila juga termasuk dalam daftar hewan air yang tidak boleh untuk dimakan. Sebab, menurut beberapa sumber mengungkapkan kalau ikan tersebut mengandung zat-zat berbahaya di dalamnya. Bahkan, jika dikonsumsi akan mengakibatkan banyak sekali dampak buruk bagi tubuh. Padahal banyak sekali orang yang sangat menyukai ikan nila ini karena rasanya enak dan harganya murah. Apa kalian salah satu penggemarnya?

Ikan Nila [Sumber Gambar]
Jadi, berdasarkan studi dari Universitas Wake Forest tahun 2008 lalu, ikan nila hasil budidaya mengandung lebih banyak omega 6 daripada 3 dengan rasio 11 banding 1. Sebab, ikan nila yang dibudidaya selalu diberi makan dengan kotoran ayam atau babi. Nah, jika dikonsumsi terlalu berlebih bisa meningkatkan risiko asma, arthritis dan kondisi peradangan lain dalam tubuh. Namun, perlu diingat kalau ikan nila yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi adalah dari hasil budidaya. Jika ikan nila tersebut berasal dari alam liar, ya monggo untuk dimakan.

Ikan tuna yang banyak kandungan gizi tapi ada zat merkuri di dalamnya

Ikan tuna yang menyehatkan ternyata juga tak luput dari sorotan. Ternyata ikan tuna juga berbahaya jika dikonsumsi. Usut punya usut, ikan tersebut ternyata mempunyai kandungan merkuri di dalamnya. Nah, zat tersebut bisa memicu munculnya kanker jika ikan tuna dikonsumsi terus menerus.

Ikan Tuna [Sumber Gambar]
Namun, menurut Micharl Gochfeld, M.D., Ph.D., yaitu seorang peneliti dari Environmental and Occupational Health Science Institute, hal ini tergantung masing-masing individu. Disebabkan setiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda-beda dalam menghadapi merkuri. Sehingga anggapan tuna dapat menyebabkan keracunan orang yang mengonsumsinya itu tidak sepenuhnya benar Sahabat Boombastis. Tapi tetap saja, ikan tuna alangkah lebih baik tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kita tak pernah tahu kekebalan tubuh akan kuat menghadapi zat merkuri sampai kapan.

Ikan-ikan di atas sebenarnya bukan tidak boleh dikonsumsi. Tapi lebih tepatnya adalah akan berbahaya jika ikan dikonsumsi secara berlebihan. Sebab, ada zat di dalamnya yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh sebab itu, jika kalian adalah penggemar dari salah satu atau semua ikan yang sudah disebutkan di atas lebih baik mengurangi pengonsumsiannya. Jangan terlalu sering dan makanlah secukupnya saja.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Warnai Masa Kecil, Ternyata Gobak Sodor Merupakan Permainan Blasteran Jogja-Inggris

Benarkah Aplikasi Tiktok Bikin ‘Goblok’ Generasi Muda Indonesia?