Seiring dengan berkembangnya zaman yang menjadi semakin modern, segala hal juga ikut berubah. Tak terkecuali cara pendang terhadap makanan misalnya. Kamu mungkin tak pernah menyangka jika hidangan yang sekarang rela didapat dengan harga mahal, dulu mereka hanya makanan yang tak berharga.

Di masa lalu, orang-orang tak mau memakan beberapa makanan ini karena dinilai menjijikkan, makanan orang miskin, hingga bentuknya yang sama sekali tak menarik. Namun, takdir mengubah semuanya karena mereka diolah oleh chef handal yang menyulapnya menjadi berkelas. Inilah makanan yang naik kelas sebelum dulunya direndahkan.

Lobster, makanan rendahan dengan julukan kecoa samudra

Jika mau dilihat, bentuk lobster memang agak mirip dengan kecoa raksasa, tak heran jika dulu ia dijuluki sebagai ‘kecoa samudra’. Di restoran seafood, makanan ini sekarang dianggap mewah dan mahal. Tapi, tahukah kamu kalau dulu lobster tak lebih dari santapan orang miskin, makanan kucing, umpan untuk memancing, serta dijadikan pupuk tanaman?

Lobster [Sumber gambar]
Yap, semuanya berubah setelah perang dunia II, ketika kereta api mulai merambah daratan Amerika. Para penumpang diberi makanan berupa lobster yang dijual secara mahal. Karena ketidaktahuan, mereka menganggap itu sebagai sajian lezat dan langka. Sejak saat itu, lobster perlahan naik kelas menjadi makanan para selebriti, pejabat, orang kaya, dan dibanderol dengan harga yang berkelas.

Kentang, bahkan orang miskin pun tak mau memakannya

Jika lobster masih dikonsumsi oleh orang miskin, maka makanan satu ini hanya dijadikan pakan ternak. Kentang adalah umbi-umbian yang dibawa ke Spanyol setelah mereka menaklukkan kekisaran Inca. Namun, ternyata makanan ini tidak bisa diterima dengan baik. Masyarakat menganggapnya sebagai tumbuhan illegal yang beracun, bahkan orang miskin pun menolak keberadaan kentang.

Kentang [Sumber gambar]
Semuanya berubah setelah seorang perwira militer Spanyol, Antoine Auguste menulis manfaat kentang jika dikonsumsi sebagai makanan pokok. Sejak saat itu, masyarakat perlahan menerima dan mengolah kentang menjadi berbagai jenis makanan, dari keripik, makanan pokok, sampai olahan yang dihaluskan.

Sushi, makanan sisa yang sekarang jadi istimewa

Walaupun dikenal sebagai makanan khas Jepang, sushi pertama kalinya dibuat oleh orang Tiongkok loh. Ia awalnya bukanlah makanan, melainkan teknik cara pengawetan alami agar makanan tetap segar dan tidak mubazir. Orang-orang Tiongkok dulu menggunakan beras yang difermentasi untuk menyimpan ikan tetap segar (karena harga beras yang murah). Sisa beras tersebut dibuang setelah dibersihkan ikannya.

Sushi [Sumber gambar]
Nah, hal tersebut ternyata dilakukan juga oleh orang Jepang. Pada abad ke-17, orang Jepang mencoba memakan ikan ini dengan dicampur dengan cuka serta beberapa pelengkap lain. Pada abad ke-19, sushi menjadi populer dan disebut nigiri sushi. Hingga sekarang, makanan ini dianggap mewah dan mahal harganya.

Tiram, makanan para napi yang sama seperti lobster

Seafood satu ini nasibnya tak jauh beda dengan lobster. Sebelum tenar seperti sekarang, oyster atau tiram adalah makanan orang miskin di Inggris pada abad ke-19. Makanan ini hanya diberikan kepada tunawisma, santapan para narapidana, serta dibeli saat seseorang sudah putus asa dan terdesak keuangannya. Di samping itu, memakan tiram memungkinkan seseorang bisa mules dan berjam-jam berada di toilet.

Tiram [Sumber gambar]
Pada akhir abad ke 19, tiram yang ada mati karena pencemaran saluran air di Inggris. Sejak saat itu, tiram menjadi makanan langka dan hanya bisa dimakan oleh orang kaya. Siapapun yang bisa mengkonsumsi makanan ini, hal tersebut menjadi bukti ia orang yang punya banyak uang. Eh, hal tersebut ternyata berlaku hingga sekarang, bukan hanya di Inggris, tetapi juga di Indonesia.

Masih ada beberapa makanan yang dulunya dianggap sampah namun sekarang mahalnya Masya Allah. Namun, yang paling kita jumpai adalah 4 jenis hidangan di atas. Ya, jangan memandang sesuatu dengan melihat keadaannya sekarang, karena boleh jadi satu atau dua tahun hal tersebut akan berubah drastis ya Sahabat Boom.