in

Gaji PNS Lewat, Begini Lho Mahalnya Printilan-pritilan MotoGP yang sampai Ratusan Juta

Bukan sebuah rahasia lagi, sebagai ajang balap kuda besi MotoGP merupakan olahraga masuk golongan mahal. Apalagi kita sudah berbicara tentang kendaraan yang digunakan untuk bertanding, angka fantastis harus dipersiapkan kalau ingin memilikinya. Seperti contohnya, kendaraan Valentino Rossi Yamaha YZR M1 1.000 cc mempunyai harga sekitar 800.000 Euro atau Rp 12,6 miliar.

Jumlah yang jelas membuat kantong-kantong kita yang tiap akhir bulan makan mie instan ini langsung jebol. Tapi, selain kendaraan yang maha, pritilan-pritilan para pembalap (mulai dari jas hujan sampai ban) juga mempunyai harga bikin geleng kepala. Bahkan kalau dihitung-hitung gaji pokok para PNS golongan I dan II tidak ada apa-apanya. Berikut beberapa bukti jika printilan pembalap itu memang mahal.

Harga jas hujan pembalap setara membayar parkir di kota Malang selama 850 kali

Valentino Rossi memakai jas hujan [Sumber Gambar]
Berbicara jas hujan para pembalap, selain selalu dengan model transparan rupanya harga juga mahal lho sobat Boombastis. Dilansir dari website resminya yakni Alpine Stars untuk mendapatkannya kita harus merogoh kocek yang sangat dalam. Jika dihitung-hitung layaknya membayar parkir di kota Malang sebanyak 850 kali. Usut punya usut, Alpine Stars membandrol dengan angka 19.95 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta. Meski mahal, tapi menurut kabar yang beredar mampu 100 % menahan guyuran hujan. Ketebalannya sendiri sich sampai 2mm.

Helm pembalap capai angka belasan juta

Helm pembalap MotoGP [Sumber Gambar]

Setali tiga uang dengan jas hujan tadi, helm para baikers ajang tersebut ternyata diam-diam mempunyai harga yang ugal-ugalan. Dari penelusuran yang dilakukan oleh penulis uang belasan juta harus kalian persiapkan untuk memilikinya. Misalnya helm Valentino Rossi yang bermerek Helm AGV Pista GP ini dibandrol dengan harga seribu Euro atau senilai Rp 17,5 juta. Selain produk luar, para ajang tersebut juga ada lho pembalap yang menggunakan helm buatan Indonesia. Contohnya Aleix Espargaro dan Karel Abraham. Pada umumnya KYT dibandrol dengan 4 sampai 2 jutaaan.

Sarung tangan para pembalap seharga 125 sarung pria merek Atlas

Penmpakan sarung tangan pembalap MotoGP [Sumber Gambar]
Printilan mempunyai harga mahal lain adalah sarung tangan pembalap. Dimana pelindung tangan tersebut harganya setara dengan 125 sarung pria bermerek atlas. Dilansir Gridoto.com, sarung tangan para raiders biasanya mempunyai harga sebesar harga 430 Euro atau sekitar Rp 7,5 juta. Meski menguras kantong, tapi benda tersebut kabarnya mampu melindungi tangan pembalap saat kondisi jatuh. Sarung tangan pembalap sendiri terbuat dari material titanium dan serat karbon.

Sepatu pembalap setara dengan ribuan mie instan

Model sering digunakan pembalap GP [Sumber Gambar]
Selain beberapa printilan tadi, sepatu para pembalap MotoGP ternyata juga punya harga yang ugal-ugalan. Bahkan gaji pokok PNS golongan 1 dan 2 tidak mampu menandinginya. Usut punya usut, sepatu mereka yang masuk golongan replika harganya berkisar di angka 530 Euro atau Rp 9,3 juta. Besarnya harga barang tersebut disebabkan oleh sepatu mereka terbuat dari bahan-bahan pilihan yang mampu melindungi pembalap dari kondisi sulit di lintasan. Masih terkait sepatu, kira-kira jika ditukarkan dengan mie instan seperti Indomie dapat berapa ya sobat Boombastis? Aku tafsir sih yaa ribuan produk tersebut.

BACA JUGA: Meski Masih Belia, Tapi Beginilah Besarnya Gaji Marc Marquez di MotoGP

Walaupun tidak semahal outfit para insan di Jakarta Sneakers Day, tapi kalau untuk sekelas printilan angka-angka tadi memang edan-edannan. Meski begitu, kualitas barang-barang tadi bisa dikatakan sangat oke, lantaran mempunyai tingkat keselamatan yang tinggi. Jadi bagaimana untuk kalian pencinta MotoGP masih berminat membelinya?

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Bikin E-KTP Sampai 10 Tahun Lamanya, Apa Guna Peraturan dari Mendagri?

Kisah Anak Dusun yang Jadi Jenderal TNI dan Dipercaya Sebagai Kepala staff Kepresidenan