Berbicara tentang sepak bola sudah barang tentu merupakan olahraga yang kerap diwarnai sebuah drama. Mulai dari kisah-kisah rasisme, keajaiban di menit-menit akhir, sampai sebuah aksi nestapa menjebol gawang sendiri. Untuk hal terakhir tersebut, bisa dibilang fenomena gol bunuh diri ini sudah banyak kejadiannya. Bahkan pernah menimpa sejumlah para pemain bintang lapangan hijau.

Seperti pada tahun 2013 lalu, ketika laga Granada Vs Real Madrid Cristiano Ronaldo lakukan gol bunuh diri yang membuat timnya kalah dengan skor tipis. Lalu baru-baru di ajang Liga Champions 2019, lantaran gol bunuh diri Manchester United harus takluk dari Barcelona. Masih terkait hal tersebut, berikut sejumlah kisah pemain membobol gawang sendiri yang sangat menyedihkan versi Boombastis.

Gol bunuh diri pemain Colombia Piala Dunia 1994

Sebagai seorang aktor lapangan hijau, pastinya Andres Escobar bukanlah nama sang asing. Malah kisah tentang sosok satu ini terus dikenang hingga sekarang. Yaa, seperti yang kita ketahui, lantaran gol bunuh diri dirinya harus merenggang nyawa. Kabarnya aksinya yang berujung maut tersebut terjadi, lantaran sebuah kekecewaan para pejudi terhadap gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994, yang diketahui menyebabkan Kolombia gagal lolos dari babak fase grup. Andres Escobar sendiri saat kejadian itu diketahui menderita enam kali penembakan.

Carlos Gamarra pemain tercepat ciptakan gol bunuh diri

Carlos Gamarra ciptakan gol bunuh diri [Sumber Gambar]
Masih terkait gol bunuh diri di Piala Dunia, Carlos Gamarra juga menjadi pesepakbola pernah merasakannya. Bahkan apa yang dilakukan pemain asal Paraguay ini, menjadi salah satu gol bunuh diri tercepat pernah ada. Di mana Gamarra membuatnya dalam waktu singkat singkat yakni 2 menit setelah pertandingan di mulai. Selain cepat, berkat hal tersebut Timnas Paraguay harus kalah dengan Inggris di pertandingan pembuka Piala Dunia 2006. Tidak itu saja, negaranya juga akhirnya gagal lolos ke babak selanjutnya lantaran kalah poin dengan Inggris dan Swedia.

Gol bunuh diri Mario Mandzukic berujung tangis Kroasia

Seperti kedua nama tadi, dalam kariernya di lapangan hijau Mario Mandzukic juga pernah tuliskan cerita mengenai nestapa gol bunuh diri. Ketika itu, golnya ke gawang sendiri tidak hanya menjadi catatan hitam. Tapi. Juga membuat Timnas Kroasia harus rela pulang dari partai pamungkas Piala Dunia 2018 dengan kepala tertunduk. Mereka membuang peluang juara ajang tersebut untuk pertama kalinya. Gol bunuh diri pemain Juventus itu sendiri tercipta, pada 18 menit pertandingan babak pertama berjalan. Meski sempat membayar lunas lewat satu gol setelah itu, namun di akhir laga Kroasia harus mengakui Prancis dengan skor 4-2.

Cetak gol ke gawang sendiri, Fernandinho buat Brazil kalah

Drama gol bunuh diri tidak kalah pedih juga tercipta di babak 8 besar antara Belgia melawan tim tangguh Brazil. Ketika itu yang menjadi pesakitan tragedi ini adalah punggawa Manchester City yaitu Fernandinho. Sebab, pemain tengah ini membobol gawangnya sendiri dab sekaligus membuat Tim Samba takluk dengan sko 2-1. Berkat hal tersebut, Fernandinho juga sempat alami perlakukan rasis dan ancaman pembunuhan. Dilansir Boombastis dari Bolatimes.com, istrinya yaitu Glaucia Roza juga mendapatkan perlakuan tidak enak dari sejumlah oknum fans Brazil.

Mursyid Effendi ciptakan gol jadi momen tidak tarlupakan

Selain nama-nama tadi, ternyata usut punya usut aktor lapangan hijau asal Indonesia juga kerap melakukannya. Mulai dari pemain lokal, asing, klub, hingga yang mempunyai label Timnas. Dan untuk kejadian pada level Tim Merah putih ada satu gol bunuh diri yang hingga kini sulit terlupakan, yakni kisah Mursyid Effendi membobol gawang sendiri. Ketika lantaran hal tersebut Timnas harus rela kalah atas Thailand. Selain itu juga, harus rela didenda oleh FIFA lantaran merupakan pengaturan skor.

BACA JUGA: Mengenal Golden Gol, Babak Hidup Mati Paling Dramatis di Jagad Sepak Bola

Begitulah sobat Boombastis beberapa gol bunuh diri yang penuh dengan pilu. Bahkan sampai-sampai merenggut nyawa aktor lapangan hijau. Berkaca dari kasus tersebut, memang sebuah kekalahan itu sangat tidak enak, namun alangkah lebih pahit lagi ketika kita tidak bisa menghargai kerja keras para pemain. Ingat, mereka di lapangan juga sama dengan kita yakni manusia, dan tentunya tidak selalu sempurna.