Memiliki kekurangan fisik sedari lahir, nyatanya bukan halangan bagi sebagian dari mereka yang mau berusaha. Hal inilah yang melekat pada sosok Gadis penyandang disabilitas yang bernama Aprilia Nur Azizah. Dilansir dari regional.kompas.com, remaja berusia 20 tahun asal Pangandaran, Jawa Barat, mendadak viral setelah ia mengunggah status keinginannya untuk mencari pekerjaan.

Alhasil, cuitan yang diunggah lewat akun Twitter miliknya dibanjiri respon dari warganet yang bersimpati atas usahanya tersebut. Dalam statusnya, ia menuliskan keinginan untuk memperoleh pekerjaan untuk membantunya mendapatkan mata palsu serta membantu melunasi utang orangtuanya.

Status Aprilia Nur Azizah di Twitter [sumber gambar]
Status yang ditulis oleh April, memang bisa membuat siapa saja terharu dan merasa bersimpati kepada dirinya. Menurut penelusuran penulis pribadi, cuitan yang diunggah pada 12 Maret 2119 itu, telah di-retweet sebanyak 43.537 kali dan Like mencapai 23.051. Banyak dari warganet yang berkomentar, menawarkan bantuan berupa pekerjaan hingga membiayai April semampunya.

Seperti yang dituliskan oleh akun @alakndariza, ia menawari April untuk mengirim daftar riwayat hidupnya untuk bekerja di sebuah perusahaan sebagai staff. Ada pula akun @ikanatassa yang justru ingin membantu membiayai sebagian biaya hidup gadis asal Pangandaran itu selama ia masih mencari pekerjaan. Benar-benar sebuah kepedulian yang sangat menyentuh hati.

Laman regional.kompas.com menuliskan, April sendiri memang datang dari latar belakang keluarga yang sederhana. Sedari SMP, ia telah merasakan bagaimana susahnya mencari uang. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, ia bahkan telah terbiasa merantau ke mana-mana demi mencari sesuap nasi. Kakak dan bapak April bekerja sebagai buruh harian lepas. Sementara ibunya bekerja sebagai ART di Pangandaran.

Oleh sebab itu, April langsung pergi merantau ke Sukabumi selepas lulus SMK sebagai buruh pabrik. Tak lama, ia juga sempat mencicipi kerasnya kehidupan Jakarta sebagai pekerja home industry, ART, dan kasir barbershop. Laman regional.kompas.com menuliskan, April bahkan pernah merasakan kehidupan pahit sebagai buruh saat bekerja di Ibukota dengan gaji hanya Rp. 40.000 per hari.

Tak hanya Twitter, ia pun sempat mengutarakan uneg-unegnya lewat platform Youtube. Di mana ia menceritakan mengenai susahnya mencari pekerjaan karena persyaratan fisik yang diajukan oleh perusahaan, seperti adanya kriteria tinggi badan, berat badan, dan berpenampilan menarik.

Alhasil, perjuangannya dirinya itu terbukti mampu menuai simpati dari masyarakat luas. Kegigihannya dalam berupaya agar bisa memperoleh pekerjaan, sanggup mengetuk hati nurani siapapun yang membaca curahan hatinya di ruang maya. Sekali lagi, kekuatan personal lewat sosial media ternyata mampu menggugah siapa pun yang bersimpati pada sosok April. Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa masih ada banyak orang-orang baik di luar sana yang bisa memberikan jalan bagi kita untuk meraih masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA: Cerita Haru Penyandang Disabilitas Indonesia yang Sukses Menjuarai Komptetisi IT Dunia

Jujur, penulis merasa terharu sekaligus salut atas apa yang diceritakan oleh April lewat unggahanya di sosial media. Tak hanya keinginannya yang hendak merubah nasib, tapi juga kecerdasannya memanfaatkan media sosial untuk sesuatu yang positif dan sesuai pada tempatnya. Inspiratif ya Sahabat Boombastis