Hari Jumat di awal tahun 2021 lalu, salah satu stasiun TV menayangkan sebuah FTV yang konon diangkat dari kisah nyata. Film televisi berdurasi satu jam 20 menit tersebut mengisahkan seorang perempuan yang sangat menggilai K-Pop sejak masih gadis. Hingga akhirnya si perempuan tadi menikah, namun hingga berkeluarga kelakuannya tak kunjung berubah atau justru makin parah.

Segala hal yang berbau Korea membuatnya tergila-gila, bahkan mendambakan suaminya bisa berpenampilan sekeren idol Korea. Setelah penayangan FTV tersebut, jagad media sosial mulai dari Twitter, Facebook hingga Instagram begitu ramai memperbincangkannya. Tak sedikit yang membagikan cuplikan FTV tersebut, sembari memberikan banyak protes.

Netizen yang protes tentu saja adalah pecinta K-Poper dan juga drama Korea. Sebenarnya bukan karena mereka merasa dijelekkan saja, namun mereka yakin jika si penulis naskah nggak paham dunia K-Pop. Berikut ini adalah beberapa bentuk protes netizen yang merasa jika FTV tersebut banyak kesalahan.

Tim Han Ji Pyeong & Tim Seo Dalmi? Hello…

Salah satu cuplikan FTV yang viral di media sosial adalah di mana tokoh perempuan mulai dekat dengan salah seorang laki-laki yang bukan suaminya. Laki-laki tersebut diceritakan juga sangat suka pada Korea, bahkan dia juga nonton drama. Saat ngobrolin drama, mereka cocok banget. Kebetulan yang dibahas adalah yang tempo hari booming, yaitu Start Up.

Drama Start Up [sumber gambar]
Drama Start Up sendiri bercerita tentang bisnis dan cinta Han Ji Pyeong dan Nam Do San kepada Seo Dalmi. Penontonnya sendiri terbagi menjadi dua tim, yaitu pendukung Han Ji Pyeong dan pendukung Nam Do San untuk menjadi pasangan Dalmi. Netizen pun dibuat ketawa karena tokoh laki-laki dalam FTV tersebut malah mengatakan jika dia tim Seo Dalmi, memangnya Ji Pyeong sama Dalmi lagi rebutan Dosan ya? Hehe.

Tet tet tet… aye aye…

Orang yang sangat suka sama K-pop seharusnya nggak bakal kesulitan dalam nyanyiin lagu-lagu dengan lirik Korea dong ya. Namun lucunya, si mbaknya di sini sama sekali nggak menyanyikan lagu berbahasa Korea, namun hanya menggumamkan melodi menggunakan kata-kata “tet tet tet… aye aye…” dan ini yang sontak jadi bahasan pada netizen di media sosial.

Screenshot cuplikan FTV [sumber gambar]
Nggak sedikit yang menyarankan kalau harusnya ngapalin sebaris liriknya dulu, agar terlihat lebih meyakinkan. Namun sebagai penonton, kita nggak tau juga kan kondisi di lapangan seperti apa, mungkin mereka diburu waktu, jangankan ngapalin lirik lagu Korea, ngapalin naskah saja butuh waktu lama.

Kpoper garis keras biasanya mendukung satu grup idola saja

Diceritakan si mbaknya adalah fans fanatik yang sangat menyukai banyak boyband dan drama Korea. Padahal nih, seseorang bisa sefanatik atau terobsesi seperti itu biasanya hanya pada satu boygrup. Justru kalau ada seorang fans yang menyukai banyak grup idol akan membuatnya lebih santai.

Multi Fandom K-Pop [sumer gambar]
Santai di sini maksudnya nggak terlalu terobsesi seperti mbak yang ada di FTV itu lho. Hal itu karena perasaan suka mereka terbagi menjadi beberapa. Kurang masuk akal rasanya kalau menyukai banyak grup idola, dan fanatik pada pada mereka semua.

Beda Kpoper dan Kdrama lovers

Kpoper adalah penggemar musik Korea dan kdrama lovers adalah penggemar drama-drama Korea. Dari sini, jelas ya? Sementara dalam FTV tersebut diceritakan kalau si mbaknya Kpoper yang sangat terobsesi pada idol Kpop, tapi ternyata ia juga demen buanget sama drama Korea.

Kpop & Kdrama [sumber gambar]
Hmm… dua jenis penggemar tersebut berbeda dan nggak bisa dicampuradukkan. Yah mungkin ada yang suka keduanya, namun biasanya akan dominan di salah satunya, misal lebih dominan suka Kpop dan menjadikan drakor sebagai selingan, atau sebaliknya. Jarang banget ada yang benar-benar menyukai kdrama sekaligus K-pop hingga tergila-gila dan lupa segalanya.

BACA JUGA: Nur Bayu Saputra, Driver Ojol Magelang yang Mirip Banget Sama Aktor Korea Ji Chang Wook

Di Indonesia penggemar Korea tentu nggak sedikit, nggak heran jika FTV yang tayang di salah satu TV swasta Indonesia itu auto viral. Mungkin bisa jadi pembelajaran untuk proyek acara TV selanjutnya, jika mau angkat tema Korea, harus bisa lebih berhati-hati.