Satu minggu sejak Vanessa Angel ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online, dirinya mengaku masih takut tampil di depan publik. Ia merasa, setiap kali dirinya berjalan di muka umum, masyarakat seolah-olah melihat dirinya sedang dalam posisi tanpa busana. Hal ini membuat Feni Rose, lewat program televisi yang dijalankannya, Rumpi No Secret, melakukan wawancara ekslusif.

Mulai dari dengan Vanessa Angel, para muncikari, hingga perwakilan dari Polda Jawa Timur yang menangani kasus ini. Sebelum-sebelumnya, Vanessa Angel selalu mengeluarkan pernyataan didampingi oleh tim kuasa hukum, tetapi bersama Feni Rose, ia mengatakan segala hal sendiri—layaknya sedang curhat dengan teman sebaya. Bagaimanakah pengakuan Vanessa Angel mengenai kasus prostitusi online?

Vanessa Angel: yang saya butuhkan dukungan, doa, dan pelukan dari keluarga

Seperti yang telah diulas Boombastis.com dalam artikel berjudul Vanessa Angel Naik Status Jadi Tersangka, Begini Dampak Psikologis yang Diterimanya, artis yang populer namanya gara-gara prostitusi online ini tak mendapat dukungan dari keluarga. Ia mengungkapkan kepada Feni Rose bahwa jika ibunya masih ada, segala hal akan sangat berbeda.

Feni Rose dan Vanessa Angel [sumber gambar]
Feni Rose pun bertanya apa yang Vanessa butuhkan dari keluarga, ia menjawab; dukungan, doa, dan pelukan—sambil menahan air matanya. Vanessa juga mengungkapkan bahwa jika ibunya masih berada di sisinya, ia akan mendapat perlindungan, masukan, serta solusi dari apa yang tengah dihadapinya. Sayang sekali, menurut Vanessa tak ada orang lain dalam keluarga yang bisa memberikan hal tersebut padanya sekarang.

Muncikari menyebut user memang hanya menginginkan Vanessa Angel

Tiga muncikari dalam kasus prostitusi online ini—yang berinisial E.S, T.M, dan W, bersedia diwawancara oleh Feni Rose. Mereka bertiga sepakat bahwa dirinya dijebak dalam kasus ini. Sebab, dua dari mereka mengaku tidak kenal dengan Vanessa Angel dan hanya menjadi perantara dari asisten user—orang yang “memesan” Vanessa Angel dan manajer artis ini.

Muncikari Vanessa Angel [sumber gambar]
Berbeda lagi dengan E.S alias Siska yang berhubungan langsung dengan Vanessa dan menyebut jalinan ini hanya sebatas pertemanan. Bahkan, T.M dan W mengaku hanya mendapat bagian Rp2,5 juta hingga saat ini, sedangkan Siska belum. Padahal, tarif Vanessa Angel yang tersebar begitu banyak, yaitu Rp80 juta.

Tiga muncikari kasus prostitusi online mengaku dijebak

Tak sampai di situ, tiga orang ini menolak disebut sebagai muncikari. T.M mengaku bekerja sebagai freelancer kepada Jeremy Teti ketika ditanya. Ia mengatur segala kegiatan seperti party event, dinner, atau acara-acara lainnya, seperti event organizer. Sehingga, awal T.M terjerumus dalam kasus ini, ketika ia diberi mandat untuk mengadakat party dinner dan asisten user meminta

Muncikari TM dan W [sumber gambar]
artis Vanessa Angel untuk hadir. W, sebagai tangan kedua menghubungi pihak manajemen Vanessa Angel hingga dapat, sebab user hanya menginginkan dia. Banyak orang di dalam jaringan mereka yang belum terkuak ke publik—hanya sebatas inisial nama saja. Ketiganya pun kompak mengaku telah dijebak.

Polda Jawa Timur: muncikari sudah beraksi sejak tahun 2015

Pernyataan para muncikari yang hanya mendapat Rp2,5 juta dari Vanessa Angel memang memprihatinkan. Namun, hal ini dibantah oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Setelah berhasil membongkar jaringan prostitusi online terbesar, yaitu Keyko pada tahun lalu,

Feni Rose dan Kombes Pol Frans Barung Mangera [sumber gambar]
cyber patrol—begitu sebutannya, menelusuri jaringan-jaringan lain dan menemukan jaringan ini. “Jika dicetak dari rekam jejak digital, rekening koran mereka dicetak, itu sudah ada transaksi dari tahun 2016, 2015, 2017,” ungkap Kombes Pol Frans. Polda Jawa Timur juga sudah merilis total penghasilan muncikari selama satu tahun mencapai Rp2,6 miliar.

BACA JUGA: Vanessa Angel dan Artis-artis Lain yang Terlibat Prostitusi Online

Hingga saat ini, Polda Jawa Timur telah mengantongi 100 nama public figure yang terlibat dalam kasus prostitusi online. Berdasarkan instruksi dari Kapolda Jawa Timur, Irjenpol Lucky Hermawan, setiap hari 4 orang akan dipanggil untuk diperiksa. “Memerlukan proses yang panjang, dong, pak?” tanya Feni Rose. “Tentu, maka dari itu, saya bilang tunggu,” tutup Kombes Pol Frans Barung Mangera.