Benua Afrika yang selama ini kerap diidentikan dengan kemiskinan dan serba kekurangan, nyatanya tak sepenuhnya benar. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya nama-nama besar yang masuk dalam jajaran orang-orang kaya di dunia. Salah satunya adalah sosok Aliko Dangote. Dilansir dari finance.detik.com, pengusaha kenamaan asal Nigeria itu memiliki kekayaan sebesar S$ 12,2 miliar atau setara Rp 180,56 triliun (kurs Rp 14.800).

Lahir pada 1957 di Kano State, Nigeria, Dangote dibesarkan sebagai seorang muslim yang tumbuh di kalangan keluarga pengusaha. Bisa dibilang, sedari kecil dirinya telah hidup berkecukupan materi. Selain masuk dalam daftar Forbes, sosok Dangote sempat membuat heboh dunia karena tindakannya yang menarik uang miliaran hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri. Seperti apa sosoknya? Simak ulasan berikut.

Terlahir dari kalangan keluarga muslim yang berprofesi sebagai pengusaha

Sosok pria yang akrab dengan bisnis sejak kecil [sumber gambar]
Dunia bisnis sejatinya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sosok Dangote. Menghabiskan masa kecil bersama sang kakek yang merupakan pengusaha kaya raya, ia lantas tertarik terjun di bidang tersebut. Sang kakek, Sanusi Dantata, adalah seorang pengusaha komoditas seperti gandum dan beras. Hal ini kemudian menginspirasi Dangote kecil untuk berjualan permen saat masih duduk di bangku sekolah.

Perjuangan merintis bisnis pertamanya hingga sukses

Sukses jadi pengusaha besar di tanah Afrika [sumber gambar]
Singkat cerita, Dangote pun melanjutkan pendidikan jurusan bisnis di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, hingga lulus pada 1977. Usaha pertama Dangote adalah kegiatan mengimpor komoditas pertanian dan menjualnya di Nigeria, di mana Dua barang impor utamanya adalah beras dari Thailand dan gula dari Brasil. Untuk modal awal, ia meminjam uang dari sang paman sebesar US$ 3.000. Dengan laba bersih mencapai US$ 10.000, Dangote sukses mengembangkan bisnisnya hingga ke berbagai bidang. Utang sang paman pun dilunasinya hanya dalam waktu 3 bulan.

Milik sejumlah bisnis besar yang tersebar di berbagai bidang

Pabrik semen Dangote Cements [sumber gambar]
Perkembangan usahanya terjadi secara signifikan pada 2005. Di mana dirinya pada saat itu membangun pabrik manufaktur bernilai jutaan dolar. Dikutip dari finance.detik.com, pembangunan ini dibiayai dengan uang Dangote sendiri sebesar US$ 319 dan pinjaman US$ 479 juta dari Korporasi Keuangan Internasional Bank Dunia. Dari sini, lini bisnisnya pun bertambah hingga mencakup produksi semen yang bernaung dalam Dangote Cements. Industri yang dimasuki oleh Dangote meliputi minyak dan gas bumi, barang-barang konsumsi dan manufaktur.

Tarik tunai Rp 140 miliar hanya untuk meyakinkan dirinya adalah orang kaya

Ilustrasi uang disimpan di dalam kamar [sumber gambar]
Dalam sebuah wawancara televisi di Abidjan, Pantai Gading, ada sebuah tindakan unik yang dilakukan Dangote pada saat itu. Didorong rasa keingintahuan agar ia bisa meyakini dirinya sebagai orang kaya, pria asal Nigeria itu menarik uang 10 juta dollar AS (sekitar Rp 140 miliar secara tunai, membawanya dan memasukkan uang tersebut di dalam kamar pribadinya. Setelah yakin melihat uangnya yang melimpah, Dangote lekas membawanya kembali ke bank pada keesokan harinya.

BACA JUGA: Kisah Pria Miskin Swedia yang Sukses Dirikan Pabrik Furniture Kelas Dunia Hingga ke Indonesia

Meski dibesarkan oleh latar belakang keluarga yang berkecukupan, Dangote nyatanya tak hanya berpangku tangan dan menikmati kekayaan keluarganya. Alih-alih bermalas-malasan, ia nekat meminta modal usaha yang kelak menjadi bagian kesuksesannya dalam berbisnis. Ditunjang dengan dana, kecakapan dan kemauan untuk mendirikan usaha, menjadi salah satu kunci sukses daripada Aliko Dongote.