Pada pemberitaan sebelumnya, pemerintah Indonesia dikabarkan tertarik dengan alutsista buatan Prancis seperti jet tempur Dassault Rafale yang telah diulas oleh Boombastis, dan empat kapal selam Scorpene. Hal tersebut dilaporkan oleh La Tribune, usai lawatan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Kapal selam Scorpene yang dibangun lewat program kerjasama (joint development), oleh perusahaan pembuatan kapal milik negara Perancis DCNS dan produsen kapal Spanyol Navantia. Khusus untuk wilayah ASEAN, AL Malaysia adalah penggunanya lewat Tunku Abdul Rahman dan Tun Abdul Razak. Selengkapnya, simak ulasan berikut.

Kapal yang bertenaga propulsi diesel dengan kemampuan senyap

Kapal selam yang dirancang dengan kemampuan senyap [sumber gambar]
Sebagai kapal selam diesel listrik konvensional, Scorpene diketahui telah dirancang dengan teknologi stealth alias senyap. Dengan ini, keberadaannya sangat sukar untuk dilacak oleh lawan. Kemampuan ini masih ditambah dengan beragam sonar yang diklaim memiliki kekuatan deteksi hingga jarak jauh.

Digunakan oleh banyak Angkatan Laut negara-negara dunia

Kapal selam Vela milik AL India merupakan kelas Scorpene [sumber gambar]
Begitu populernya Scorpene sebagai kapal selam dengan tenaga diesel, banyak negara yang kemudian tertarik untuk menjadi pengguna, seperti AL Chili, AL Malaysia, AL India, dan AL Brazil. Masing-masing negara memiliki spesifikasi berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Senjata mumpuni yang bakal melengkapi tugas Scorpene

Ilustrasi pemasangan torpedo [sumber gambar]
Dilansir dari Naval-technology.com, Scorpene yang juga merupakan jenis kapal selam serang itu telah dilengkapi beragam senjata untuk mendukung tugasnya. Beberapa di antaranya adalah 18 buah torpedo dan 30 ranjau. Untuk perlindungan diri, torpedo anti-kapal, torpedo anti-kapal selam, dan rudal anti-permukaan juga disematkan pada Scorpene.

Memiliki manajemen tempur yang memudahkan kontrol saat peperangan

Sistem manajemen SUBTICS pada kapal selam Scorpene [sumber gambar]
Salah satu hal yang paling penting adalah, kemudahan soal kendali saat berada dalam tugas maupun tidak. Semua hal ini terdapat pada Sistem manajemen tempur SUBTICS yang multifungsi, seperti penanganan data perintah dan taktis, sistem kontrol senjata dan rangkaian sensor akustik terintegrasi.

Mampu menampung sebanyak 31 kru kapal selam

Denah kru pada kapal selam Scorpene [sumber gambar]
Kapal selam Scorpene diketahui bisa mengangkut kru sebanyak 31 orang dan sembilan tim pengawas standar. Semua ruangan operasional di dalamnya telah menggunakan AC, sistem penyelamatan, dan enam tempat tidur lipat tambahan untuk awak operasi khusus. Saat bertugas, Scorpene mampu melaju dengan kecepatan 20 knots (37 kilometer/jam) di dalam air dan 12 knots (22 kilometer/jam) di permukaan.

BACA JUGA: KRI Alugoro 405, Kapal Selam buatan PT PAL yang Bikin Bangga Indonesia di kancah ASEAN

Sebagai negara yang wilayahnya didominasi oleh perairan, penggunaan kapal selam menjadi kewajiban bagi Indonesia untuk memperkuat pertahanan negara. Terutama pada sektor maritimnya. Berkaca dari kejadian di Natuna beberapa waktu lalu, sudah saatnya Indonesia memiliki alutsista bisa menjaga kedaulatan lautnya. Apakah kapal selam Scorpene di atas? Biarlah waktu yang akan menjawabnya.