Dunia perpolitikan dan militer dalam sebuah negara, telah menjelma menjadi sebuah rahasia khusus yang tak bisa diakses begitu saja. Terutama oleh masyarakat awam. Hal ini ternyata pernah terjadi di Indonesia. Di mana saat itu pemerintahan tanah air di bawah kendali rezim orde baru. Yang unik, rahasia yang dinamakan Operasi Alpha ini merupakan babak awal kedekatan antara Indonesia dan Zionis Israel.

Meski tak diakui oleh kalangan petinggi TNI pada saat itu, kisah di balik hubungan rahasia ini justru diceritakan secara pribadi oleh personil militer Indonesia yang terlibat. Hubungan ‘Spesial’ tersebut terjadi pada awal 1980-an, di mana Indonesia saat itu sedang membutuhkan Alutsista militer. Akhirnya, diputuskanlah untuk membeli 30 pesawat tempur Skyhawk dari Israel. Yang jadi masalah, Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan negeri bintang Daud itu. Skenario intelijen secara diam-diam pun berjalan.

Berhasil berkat kepiawaian dan kerjasama antar intelijen

Kru pilot A-4 Skyhawk pada operasi Alpha [sumber gambar]
Membeli 30 unit Skyhawk dari tangan Israel, merupakan salah satu keputusan paling berani yang pernah dilakukan oleh bangsa Indonesia. Untuk itu, intelijen memainkan peranan yang sangat penting agar misi khusus ini tak bocor ke khalayak ramai. Pembelian pesawat ini juga diproyeksikan untuk menggantikan F-86 Sabre dan T-33 Thunderbird yang sudah berumur tua.

Operasi rahasia tersebut berdasarkan pengakuan pilot TNI Angkatan Udara (AU), Djoko Poerwoko. Ia merupakan anggota TNI yang mengikuti pelatihan di Israel. Dirinyalah yang mengungkapkan peristiwa bersejarah ini melalui buku otobiografinya, ‘Menari di angkasa’.

Misi rahasia dengan resiko tinggi

Misi yang sarat dengan bahaya [sumber gambar]
Setelah pembelian pesawat disetujui, para awak pilot kemudian mendapatkan pembekalan di Mabes TNI-AU. Mereka yang berangkat merupakan gelombang terakhir untuk mempelajari alutsista baru itu. Yang ngeri, jika misi yang diberikan sampai gagal atau ketahuan, para pilot tersebut diancam tidak akan diakui status kewarganegaraannya oleh pemerintah Indonesia.

Misi ini adalah misi rahasia, maka yang merasa ragu-ragu silakan kembali sekarang juga. Kalau misi ini gagal, negara tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan kalian. Namun, kami tetap akan mengusahakan kalian semua bisa kembali dengan jalan lain. Misi ini hanya akan dianggap berhasil, apabila ‘sang merpati’ (A-4 Skyhawk Israel) telah hinggap,” tegas Benny Moerdani yang kala itu menjabat sebagai Badan Intelijen ABRI (BIA) seperti yang dilansir dari merdeka.com

Israel menjadi tempat latihan sesungguhnya

Dibawa berlatih di wilayah Israel [sumber gambar]
Awalnya, para pilot mengira mereka akan belajar terbang di Amerika Serikat. Namun, semuanya menjadi jelas setelah mereka berganti-ganti pesawat dan kemudian mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel. Di negeri Zionis tersebut, para pilot berlatih terbang ditemani oleh instruktur lokal setempat.

Semua berkas yang berbau Indonesia, dimusnahkan agar tak mencurigakan. Semua kegiatan selama berada di Israel, berlangsung selama enam jam. Mulai dari fase ground school hingga bina terbang agar siswa pilot mahir mengoperasikan pesawat A-4 Skyhawk.

Amerika Serikat hanyalah kedok belaka

Ilustrasi pangkalan militer USMC [sumber gambar]
Agar tak mencolok karena berada di Israel, setiap pilot yang telah selesai menjalankan latihan terbang langsung membakar brevet dan ijazah mereka. Penghargaan itu diberikan oleh Israel Air Force (IAF), namun langsung dibakar agar tak menimbulkan kecurigaan di masa depan. Setelah itu, semua pilot langsung diterbangkan sejenak ke Amerika Serikat.

Sesampainya di negeri Paman Sam, mereka disuruh untuk jalan-jalan, rekreasi dan berfoto-foto dengan latar belakang panorama khas Amerika. Tak lupa mereka juga berkunjung ke pangkalan US Marine Corps (USMC), sekedar untuk berfoto dengan latar belakang pesawat A-4 Skyhawk dan menerima ijazah kelulusan terbang versi Amerika Serikat.

Rahasia yang tak pernah bocor hingga orde baru tumbang

Misi rahasia yang tak pernah diakui [sumber gambar]
Hingga akhirnya, ‘sang merpati’ (A-4 Skyhawk Israel), berhasil mendarat dengan selamat di Lanud, Iswahyudi, Madiun. Pengirimannya dilakukan secara bertahap dan diangkut menggunakan C-5 Galaxy USAF. Sekembalinya dari Amerika Serikat, para Pilot mengatakan pada Komandan mereka bahwa mereka belajar terbang di Amerika Serikat.

Buktinya berupa ijazah kelulusan versi USMC dan foto-foto selama berada di negeri Paman Sam. Operasi Alpha tak pernah tercatat secara resmi. Bahkan dalam buku pengabdian TNI AU, pesawat-pesawat yang datang disebut-sebut berasal dari AS. Rahasianya tersimpan rapat hingga bubarnya orde baru.

Demi melancarkan operasinya, para petinggi militer kedua negara bermain cantik agar tak mudah diketahui oleh pihak umum. Terlebih, negara macam Israel mempuyai citra negatif di masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.Seiring berjalannya waktu, kisah rahasia ini akhirnya terbongkar juga. Menjadi bukti bahwa Indonesia pernah menjalin ‘hubungan’ dengan Israel.