Ketika berkendara sepeda motor, sudah tentu kita harus fokus mengemudi. Dilarang melakukan apapun termasuk mengoperasikan ponsel karena itu bisa membahayakan. Namun, ada saja yang sampai sekarang enggak mengerti tentang larangan satu itu gengs. Menelpon dengan cara ponsel diselipkan ke dalam helm misalnya.

Memang dengan cara itu si pengendara sedikit tidak terganggu mengemudinya. Pasalnya, dua tangannya tetap di kemudi sehingga bisa berkendara dengan lancar sampai ke tujuan. Ya alasannya sih bisa diterima, tapi kalian tahu tidak kalau menyelipkan ponsel di helm malah merugikan pengendaranya? Ini buktinya.

Memicu tindak kejahatan

Dampak pertama yang paling bisa terjadi adalah kalian bisa mengundang tindak kejahatan. Dengan memperlihatkan ponsel kalian ke muka umum, kemungkinan ada satu atau dua orang yang bakal mengincarmu. Apalagi kalau handphone yang kalian miliki harganya lebih dari dua juta, wah itu adalah sasaran empuk. Ditambah lagi dengan posisi handphone yang sangat mudah untuk dicapai.

Memicu tindak kejahatan [Sumber Gambar]
Peristiwa seperti ini pernah terjadi di 2017 lalu di Pekanbaru. Korban yang bernama Tanti Febrianti mengaku dijambret saat ia menyelipkan ponselnya ke dalam helm. Si pelaku langsung menyambar handphone-nya dengan gerakan cepat, sehingga wanita berusia 25 tahun tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh dari motornya. Dari kejadian ini, Tanti tidak hanya kehilangan ponselnya, tapi juga uangnya yang amblas lantaran semua info tentang tabungannya tertera di dalam handphone-nya.

Konsentrasi berkendara semakin berkurang

Menelepon sambil berkendara memang sangat haram untuk dilakukan. Bukannya apa-apa, karena ini bisa mengancam keselamatan kalian di jalan raya. Oke, kalau misalnya kedua tangan masih tetap berada di kemudi karena ponsel diselipkan di dalam helm. Tapi, pikiran kalian tidak sepenuhnya berkonsentrasi ke jalan raya. Ada separuh pikiran yang juga berkonsentrasi ke pembicaraan di telepon. Akibatnya, kalian bisa mengalami kecelakaan.

Mengurangi konsentrasi berkendara [Sumber Gambar]
Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi, menyebutkan jika konsentrasi berkendara sangat menentukan keselamatan saat mengemudi. Secara teori, otak manusia membutuhkan waktu sedikitnya 10 detik untuk mengambil keputusan saat dihadapkan pada keadaan berbahaya saat berkendara. “Nah, dalam waktu 10 detik itu jika konsentrasi tidak fokus dan tiba-tiba ada orang menyeberang jalan atau ada kendaraan berhenti di depannya, maka bisa terjadi lakalantas,” ungkapnya.

Dapat merusak kulit wajah

Kebiasaan menyelipkan ponsel ke dalam helm ternyata tidak berdampak pada keselamatan saja. Melainkan, kesehatan kulit yang juga akan terancam. Dilansir dari laman fimela.com, ini bisa terjadi karena layar handphone mengandung bakteri yang sangat banyak. Penyebabnya tak lain dan tak bukan ya akibat dari keringat yang mulanya menempel di tangan.

Kulit berjerawat [Sumber Gambar]
Alhasil, keringat akan menempel di kulit pipi kalian gengs. Dan jika ini dibiarkan terlalu lama, bisa dibayangkan berapa bakteri yang akan migrasi dari handphone ke kulit kalian. Untuk yang kulitnya sensitif, bisa-bisa ia mengalami gatal-gatal atau jerawat karena bakteri sudah menumpuk di pipinya. Ih, jyjyq enggak tuh…

Mempengaruhi kinerja pada otak

Bagi kita orang awam, tidak masalah apabila ponsel diselipkan ke dalam helm. Tapi, pandangan seperti ini tidak mendapatkan persetujuan dari para ahli. Sebab, menurut mereka, handphone yang menempel terlalu lama dengan kepala akan menimbulkan dampak buruk. Seperti menurunkan kualitas dari otak.

Menurunkan kinerja otak [Sumber Gambar]
Martin Roosli selaku Kepala Eksposur dan Kesehatan Lingkungan di Swiss TPH mengungkapkan bahwa kinerja otak sangat berpengaruh ketika ponsel menempel langsung dengan telinga. Dikarenakan, radiasi pada handphone akan terus menerus mengalir ke dalam otak. Dan ini bisa mengakibatkan kinerja memori pada otak cenderung menurun. Tapi, dengan catatan, jika kegiatan tersebut dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.

BACA JUGA : Sering Merokok Ketika Berkendara? Tunggu Akibat Ini yang Akan ‘Menyambangi’

Terlihat sepele, tapi ternyata memiliki dampak buruk yang tidak boleh kita abaikan. Oleh karenanya, mulai saat ini kita membiasakan untuk tidak menyelipkan ponsel ke dalam helm ketika ingin menghubungi seseorang. Ada baiknya langsung menepi, jika tidak bisa ditunda untuk menelpon seseorang.