Sebelum Orde Lama yang dipimpin oleh Sukarno terjungkal, Angkatan Udara yang kala itu dipimpin oleh Menteri/Panglima Angkatan Udara (Menpangau) Marsekal Madya Udara TNI (Purn.) Omar Dhani , termasuk salah satu matra yang kuat dan menjadi andalan Indonesia. Dilansir dari tirto.id, salah satu perwira kesayangan Sukarno itu bahkan dipercaya Panglima Komando Mandala Siaga (Kolaga).

Tak salah bila Sukarno menyenangi dirinya. Selain dikenal sebagai sosok muda yang tampan, dan flamboyan, Dhani juga menjadi pengagum daripada Sukarno. Posisinya yang kuat di pucuk pimpinan Angkatan Udara (AU) Indonesia, terguncang dengan pecahnya G30S/PKI. Karena dianggap sebagai Sukarnois sejati, ia pun sempat masuk sebagai target pembunuhan oleh orang-orang yang tak menyukai dirinya.

Penerbang cerdas lulusan AS yang jadi kesayangan Sukarno

Jadi perwira AURI kesayangan Sukarno [sumber gambar]
Tak salah bila Omar Dhani begitu memikat perhatian Sukarno. Selain masih berusia muda, tampan dan flamboyan, alumni sekolah pilot Taloa, California AS itu bahkan memerintahkan seluruh ajaran Bung Karno menjadi satu-satunya pegangan politik saat ia diangkat menjadi Men/Pangau. Seperti tulisan Benedicta A. Surodjo dan JMV. Soeparno dalam biografi Omar Dani berjudul Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran, dan Tanganku: Pledoi Omar Dani yang dikutip dari historia.id mengatakan, ia menginginkan setiap insan AURI menjadi ’kleine Sukarnotjes’ menjadi Sukarno-Sukarno kecil. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 23 Januari 1924 itu, juga sempat mendapat tugas belajar pada Royal Air Force Staff College di Andover, Inggris pada 1954.

Sosok muda yang diangkat menjadi Menpangau

Diangkat menjadi Menpangau pada 19 Januari 1962 [sumber gambar]
Seperti yang dicatat dalam biografi Omar Dani, Pergunakanlah Hati, Tangan dan Pikiranku: Pledoi Omar Dani (2001), Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) didesain menjadi matra yang dapat diandalkan pada zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Pada saat itu, Marsekal Omar Dhani yang belumlah genap berusia 38 tahun, dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Udara (Menpangau) menggantikan Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma pada 19 Januari 1962. Saat Sukarno berkuasa, kekuatan AURI tengah jaya-jayanya berkat bantuan alutsista dari Uni Sovyet. Pesawat-pesawat macam MIG-21, Ilyusin-28,TU-16 (Tupolev), dan pesawat angkut Antonov beserta 3 satuan pertahanan udara lengkap dengan roket dan radarnya, menghuni pangkalan militer Angkatan Udara Indonesia.

Jadi target pembunuhan yang tersimpan dalam arsip rahasia Amerika Serikat

Sempat menjadi sasaran pembunuhan berdasarkan arsip rahasia AS [sumber gambar]
Pergolakan politik yang terjadi di Indonesia, mencapai puncaknya setelah meletus peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI yang menewaskan tujuh Jenderal Angkatan Darat. Dikutip dari tirto.id, Posisi Sukarno pun digoyang lantaran kepemimpinannya yang cenderung melindungi PKI yang saat itu dianggap terlibat. Sementara Omar Dhani yang merupakan pendukung setia Sukarno, dengan sendirinya lantas dianggap berbahaya dan musuh yang dianggap berpotensi menghalangi penumpasan PKI. Oleh Sutarto, yang kala itu menjabat sebagai Pembantu Menteri Penerangan Urusan Audio-Visuil seperti yang tersimpan dalam arsip kedutaan AS bernama Jakarta Embassy Files, bahkan hendak menarget Omar Dhani sebagai sasaran pembunuhan. Meski pada akhirnya, perwira yang pernah menjadi co-pilot Dakota di Squadron 2 itu tak jadi dibunuh.

Dicopot dari jabatannya dan menjadi tahanan politik Orde Baru

Omar Dhani saat berada di sidang Mahmilub [sumber gambar]
Peristiwa G30S/PKI yang merebak ke seantero Indonesia, segera menjadi salah satu kejadian paling kelam dalam sejarah. Begitu pula dengan Omar Dhani, ia bahkan kelak dijebloskan dengan berbagai macam tuduhan. Dikutip dari tirto.id, ia mulai diperiksa Tim Pemeriksa Pusat (Taperpu) di bulan Agustus 1966. Saat itu, Ia dituduh telah mengadakan penerbangan rahasia untuk mengambil senjata dari RRT — yang dijanjikan Perdana Menteri Zhou En Lai sebanyak 100.000 pucuk, meski pada akhirnya didakwa hanya mengambil 25.000 senapan jenis Tjung oleh pengadilan. Praktis, Omar Dhani yang menjadi tahanan politik Orde Baru selama tiga dekade, dicopot dari jabatannya sebagai Menpangau pada 4 November 1965. Ia baru menghirup udara bebas pada 15 Agustus 1995 dan akhirnya tutup usia di tahun 2009.

BACA JUGA: Cerita Jenderal Ganas yang Kerap “Naik Darah” dan Membuatnya Disegani Oleh Sukarno

Peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, memang penuh dengan cerita dan diwarnai dengan aksi ‘bersih-bersih’ terhadap mereka yang dianggap berhaluan ‘kiri’. Sama seperti sosok Omar Dhani di atas, karirnya terhenti setelah pecahnya peristiwa G30S/PKI yang membuat dirinya menjadi tahanan rumah militer oleh pemerintah Orde Baru. Selain hukuman penjara, pangkatnya sebagai Menpangau pun dicopot. Tamat sudah karir dari Marsekal Udara kesayangan Sukarno itu.