Se-Indonesia berduka mendengar berita jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, khususnya para keluarga korban. Meski berat, namun para keluarga hanya bisa pasrah akan kecilnya peluang para korban bisa selamat dari kecelakaan tersebut. Salah satu yang memiliki kisah paling memilukan adalah Irfan Syahranto, yang ditinggal oleh lima anggota keluarganya sekaligus.

Tak dapat dibayangkan betapa hancurnya hati Irfan setelah mengetahui berita tentang jatuhnya pesawat tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Irfan datang ke Posko Ante Mortem untuk memberikan info dan sampel DNA keluarganya yang menjadi korban. Berikut ini adalah cerita selengkapnya tentang keluarga Irfan.

Tak ada firasat apa pun

Irfan keluarga korban Sriwijaya [sumber gambar]
Irfan mengaku jika tak ada firasat apa pun sebelum kejadian tragis tersebut menimpa ayah, ibu, adik-adik dan keponakannya. Menurut Irfan, ia hanya menerima pertanyaan mengenai salat dari sang ayah. “Jadi beliau itu kalau salat jarang digabung (jamak) tiba-tiba beliau nanya, ‘boleh nggak ya bapak jamak salat?'” ungkap Irfan. Pertanyaan ini seolah jadi firasat jika setelahnya, tak akan bisa lagi mendirikan salat. ¬†Irfan terus menangis saat menceritakan obrolan terakhirnya dengan sang ayah.

Mengantar anggota keluarga ke bandara

Ilustrasi Bandara [sumber gambar]
Rencananya, keluarga Irfan harusnya terbang menggunakan NAM air pada jam 07.00 WIB. Mereka sempat menginap sehari di hotel sembari menunggu keberangkatan, karena jadwal penerbangan sempat delay dan bergeser ke Sriwijaya Air pukul 13.30. Irfan pula yang langsung mengantarkan keluarganya menuju bandara, mengurus check-in, bagasi dan lain sebagainya. Setelahnya, baru keluarga Irfan masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Tak ada yang menyangka jika momen di bandara tersebut adalah terakhir kalinya bagi Irfan bisa melihat anggota keluarganya.

Pulang liburan dari Bandung

ilustrasi pesawat [sumber gambar]
Diketahui jika keluarga Irfan bertandang ke Jawa karena rindu. Beberapa hari menghabiskan waktu untuk liburan di rumah Irfan yang ada di bandung. Namun, tak ada yang menyangka jika liburan tersebut merupakan kali terakhir mereka berjumpa. Karena kebahagiaan tersebut justru berakhir dengan duka. Irfan masih sulit percaya jika anggota keluarganya pergi dengan begitu cepatnya, seperti mimpi.

Anggota keluarga di Pontianak juga sudah menunggu

Ilustrasi pesawat [sumber gambar]
Irfan menjelaskan jika anggota keluarga di Pontianak juga menunggu kepulangan lima orang keluarganya. Mereka bersiap-siap menjemput. Dengan linangan air mata, Irfan tak kuasa menahan kesedihan membayangkan keluarganya yang tak akan sampai di tujuan. Yang ada Irfan malah harus datang ke rumah sakit dan Polri untuk mengkonfirmasi bahwa keluarganya adalah penumpang yang menjadi korban.

BACA JUGA: Dermawan dan Rajin Salat, Begini Sosok Capt Afwan Pilot Sriwijaya di Mata Keluarga dan Rekan-rekannya

Itulah kisah pilu Irfan yang baru saja ditinggal lima anggota keluarganya sekaligus. Duka mendalam bagi para korban Sriwijaya Air. Semoga husnul khotimah semua, dan bagi para korban diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.