Kebakaran hutan yang melanda Indonesia rupa-rupanya berbuntut panjang. Tak hanya menjadi masalah di dalam negeri, peristiwa itu juga membuat Tanah Air bersitegang dengan Malaysia. Tak hanya itu, baik Indonesia dan Negeri Jiran itu juga saling tuduh soal asap dari kebakaran yang ada. Bukan apa-apa, dampak yang ditimbulkan juga sampai hingga ke Malaysia.

Dilansir dari BBC Indonesia, masyarakat Malaysia makin khawatir pada asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti langit kotanya. Jelas, kecemasan ini disinyalir bakal berdampak pada banyak hal. Salah satunya adalah ancaman gangguan kesehatan. Jika dilihat, dampak dari kebakaran yang ditimbulkan memang cukup mengerikan. Bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga negara lain di sekitarnya.

Menggangu aktifitas dan kegiatan sehari-hari

Kabut asap yang menggangu kegiatan sehari-hari [sumber gambar]

Dampak kebakaran hutan dan lahan berupa kabut asap, bakal mengganggu kelancaran aktivitas sehari-hari. Dilansir dari Kantor Berita Reuters, ratusan sekolah di negara bagian Sarawak diliburkan karena kabut asap yang tebal. Selain itu, asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi darat dan penerbangan. Alhasil, kegiatan yang ada pun tak bisa terlaksana dengan normal.

Ancaman berbagai penyakit yang ditimbulkan dari asap kebakaran

Ilustrasi ancaman penyakit dari kabut asap kebakaran hutan [sumber gambar]

Salah satu hal yang patut diwaspadai dengan adanya kebakaran hutan adalah, asap yang ditimbulkan bisa menjadi ancaman pada tubuh manusia. Kabut yang berubah menjadi polusi udara itu, apat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik. Hal inilah yang kini melanda sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia

Memiliki dampak serius pada alam yang bisa memicu bencana global

Kebakaran yang bisa memicu pemanasan global [sumber gambar]

Sebaran asap yang merupakan hasil dari kebakaran hutan dan lahan, ternyata juga bisa mengancam iklim alam secara global. Hal ini disebabkan oleh emisi gas karbondioksida dan zat lainnya yang tersebar dan mencemari udara. Dilansir dari Nasional Kompas, hal tersebut bisa menimbulkan dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Jelas, hal ini tak hanya merugikan Indonesia dan Malaysia, tapi juga seluruh dunia.

Menyebabkan hutan gundul dan rawan terjadi longsor

Petugas dari kepolisian berusaha memadamkan api yang ada [sumber gambar]

Hutan menjadi gundul juga merupakan dampak lain pada alam akibat kebakaran hutan dan lahan yang ada. Karena tak lagi memiliki tumbuhan di atas tanah, secara otomatis tidak ada akar yang bisa menampung cadangan air saat musim hujan. Hal inilah yang kemudian menjadi faktor utama terjadinya bencana tanah longsor dan banjir. Selain itu, air bersih juga akan berkurang karena hilangnya pepohonan yang menampung cadangan air.

Berpotensi membuat hubungan antar negara terganggu

Kutipan pernyataan Menteri Lingkungan Malaysia yang disangkal pihak Indonesia [sumber gambar]

Dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang ada, hal ini ternyata membuat Indonesia dan Malaysia bersitegang satu sama lain. Dilansir dari BBC Indonesia, Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin, menyebut ada basis data atas tudingan asap karhutla Indonesia telah sampai ke negaranya. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya menampik laporan Malaysia dan mengatakan asap kebakaran hutan Indonesia tidak menyeberang ke negeri Jiran tersebut

BACA JUGA: Darurat Asap, Kebakaran Melanda Indonesia di Sejumlah Titik dalam Beberapa Bulan Terakhir

Jika tak segera di atasi, tentu kerugian besar bakal dirasakan oleh negara yang wilayahnya terdampak seperti Indonesia dan Malaysia. Ya, semoga saja upaya dari pihak terkait bisa segera meredakan peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut. Yang paling penting adalah, bagaimana agar peristiwa ini tidak membuat gaduh antara Indonesia dan Malaysia.