Dalam beberapa bulan terakhir ini, dunia dilanda banyak sekali kebakaran hutan. Mulai dari Amazon yang menjadi paru-paru dunia yang memasok 20% oksigen yang kita hirup. Dalam beberapa pekan terakhir ini, ada jutaan hektar pohon di Amazon dilalap oleh Si Jago Merah. Tak hanya itu, sebelum Amazon Rusia juga mengalami hal yang sama. Kurang lebih 30.000 kilometer wilayah Siberia dan Timur Jauh Rusia yang berakibat pada kabut asap menyelimuti sebagian wilayah kota besar di wilayah tersebut.

Tak hanya dunia saja yang sedang sekarat, Indonesia pun sedang dalam keadaan darurat. Negara yang kaya hutan dan terkenal dengan masih banyak daerah perawan yang belum disentuh manusia ini pun mengalami kebakaran. Berlarut-larut, beberapa titik di berbagai wilayah Indonesia hangus dimakan api.

Kebakaran hutan di Kalimantan

Titik terburuk kebakaran hutan yang ada di Indonesia berpusat pada beberapa wilayah di Kalimantan. Beberapa waktu lalu, sempat viral sebuah video bagaimana warga setempat yang ada di Kalimantan berusaha memadamkan api yang merambat terus menerus memakan hutan dan gambut tanah yang katanya akan menjadi Ibu Kota ini. Upaya pemadaman kebakaran ini pun memakan waktu berminggu bahkan berbulan-bulan, karena lahan yang terbakar jumlahnya juga berpuluh-puluh hektare, sedangkan hujan juga tak kunjung turun.

Kebakaran hutan di Kalimantan [sumber gambar]

Melansir Liputan6.com, pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan hingga akhir September 2019. Sedangkan di Kalimantan Tengah, setidaknya ada 12 titik panas yang sudah terpantau dari bulan Agustus lalu. Ada Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Landak, dan Kubu Raya, seperti yang dikutip dari republika.co.id. imbas dari kebakaran hutan ini, ada banyak warga yang menderita batuk-batuk karena kabut asap yang terus menerus semakin tebak menutupi langit Pulau Kalimantan.

Kebakaran hutan di Riau yang berdampak pada masyarakat

Sebelum kebakaran kali ini, Riau pernah terbakar yang menyebabkan kabut asap tebal. Sekolah dan kampus terpaksa harus libur, orang-orang tak bisa bekerja di luar rumah, bahkan sampai harus menelan korban jiwa. Sekarang, karhutla kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Jumlah lahan yang dilahap api juga terus bertambah.

Kebakaran di Riau [sumber gambar]

Melansir dari tempo.co, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia dalam kurun Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare. Lebih jelas lagi, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat BNPB, Agus Wibowo, mengatakan bahwa Provinsi Riau merupakan daerah terluas dilanda kebakaran hutan di Sumatera, yakni mencapai 49.266 hektare (Ha). Kebakaran di Riau paling banyak terjadi di lahan gambut mencapai 40.553 Ha, dan tanah mineral 8.713 Ha.

Hutan Jambi yang habis dilalap oleh api

Selain Riau, wilayah yang juga dilanda kebakaran hutan adalah tetangganya, Jambi. Dari medcom.id, Komunitas Konservasi Indonesia (Warsi) mencatat sudah ada 18.728 hektare lahan dan hutan yang terbakar di Provinsi Jambi sepanjang Januari hingga 30 Agustus 2019. Angka tersebut di dapat dari hasil pantauan satelit Lapan dan NASA. Hutan yang terbakar tersebut tak lain adalah hutan perkebunan sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), serta lahan masyarakat.

Kebakaran di Jambi [sumber gambar]

44 persen dari lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, sedangkan 56 persennya adalah lahan mineral. Yang memprihatinkan adalah hampir setiap hari terjadi karhutla di provinsi itu, seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Batanghari. Sehingga anak-anak SD terpaksa harus diliburkan sekolah agar terhindar dari asap berbahaya tersebut.

Salain 3 wilayah di atas, kebakaran hutan juga ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala UPT Satuan Pengelola Hutan wilayah Kabupaten Sikka, B Hery Siswadi mengatakan bahwa ada sekitar 5 hektare hutan lindung yang terbakar, seperti dilansir dari laman kompas.com.

BACA JUGA: Tak Hanya Amazon, Inilah Kebakaran Hutan Paling Parah yang Sedang Menghantui Dunia

Semoga terus ada solusi dan kebijakan yang dikeluarkan mengenai kebakaran hutan ini, ya. Karena, tak bisa dibayangkan jika kebakaran melanda setiap hari dan melahap habis lahan yang ada di Indonesia.