Hari raya tinggal beberapa hari lagi. Siapa hayo pembaca di sini yang mudik ke kampung halaman pakai mobil? Kalau pulang ke kampung halaman menggunakan kendaraan roda empat, ada yang perlu kalian ketahui nih. Apa ya kira-kira?

Adalah tentang kaca mobil. Tapi, ini bukan bahasan tentang terang gelap atau bahan dari kaca mobilnya ya. Melainkan sebuah larangan membuka kaca kendaraan roda empat ketika terkena macet. Kalau ingin tahu alasan-alasannya, bisa cek ulasan Boombastis.com di bawah ini.

Bisa mengundang tindak kriminal

Membuka kaca mobil ketika macet memang sebaiknya tidak dilakukan karena bisa mengundang aksi kejahatan, gengs. Seperti yang dialami oleh seorang pria di India beberapa waktu lalu. Pengendara yang tidak disebutkan namanya ini, kala itu terjebak macet di kawasan Samaspur Jagir, Delhi. Entah karena alasan apa, ia lalu membuka kaca mobilnya.

Ilustrasi curi ponsel dalam mobil [Sumber Gambar]
Nah, tepat pada saat itu, terdapat gerombolan pencuri terkenal di India bernama Thak Thak gang melewati daerah tersebut. Lalu, salah satu anggotanya secara tidak sengaja melihat kaca mobil terbuka dan di dalamnya ada ponsel yang tergeletak di kursi begitu saja. Dengan kecepatan tangannya, ia langsung mengambil telepon genggam tersebut. Tak diketahui, apakah ponsel berhasil didapatkan kembali atau tidak.

Performa AC menjadi lebih buruk dari sebelumnya

Alasan selanjutnya dari tidak membuka kaca mobil ketika macet yaitu kinerja AC jadi menurun. Jeffry Tjoeng dari Bengkel Je spesialis AC di MGK Kemayoran menyampaikan bahwa debu dan kotoran dari luar dapat masuk yang membuat filter kabin cepat kotor sehingga udara dingin AC jadi terhalang.

Performa AC menurun [Sumber Gambar]
Selain itu, apabila kabin dalam kondisi kotor, maka AC hanya bisa mengeluarkan hembusan angin. Alhasil, kalian tidak akan bisa menikmati perjalanan mudik. Yang ada kalian jadi kipas-kipas sepanjang jalan, deh. Pasti para pembaca enggak mau kan seperti itu?

Menghasilkan banyak polusi dari luar mobil

Ketika kaca mobil dibuka, ternyata polusi dari luar bisa masuk ke dalam kendaraan dan bisa membahayakan kesehatan lho. Hal ini diamini oleh Dr Prashant Kumar selaku ketua studi dari University of Surrey, Inggris. Di dalam studinya, ia menemukan bahwa konsentrasi partikel pada perempatan bisa mencapai 29 kali lipat dibanding jalanan yang lancar.

Terpapar polusi dari luar mobil [Sumber Gambar]
Dibandingkan dengan pergerakan mobil yang lambat, 25 persen paparan partikel berbahaya ketika berkendara pun terjadi saat pengemudi berhenti di perempatan atau terjebak kemacetan. Jadi, hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ini adalah hanya dengan menutup kaca mobil. Kemudian menyalakan AC supaya ada sirkulasi udara di dalam kendaraan.

Larangan membuka kaca mobil ketika macet ternyata ada alasan kuat di baliknya. Mulai dari menghindari tindak kriminal hingga mencegah polusi udara dari luar. Mungkin banyak dari Sahabat Boombastis yang tidak tahan jika kaca mobil ditutup sepanjang perjalanan karena bosan atau kurangnya angin segar dari luar.

BACA JUGA : Viral Sekeluarga Keracunan AC Mobil, Bagaimana Cara Menghindarinya?

Nah, para pembaca tak perlu khawatir karena ada solusinya kok. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) selaku Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyarankan agar pengguna mobil membuka kaca jendela setiap satu jam sekali. Tujuannya supaya tidak bosan dan menurunkan kadar karbondioksida dalam kabin agar tidak terlalu tinggi. Jika sudah, tutup kembali kaca mobil kalian.