Pertahanan Indonesia semakin solid ditandai dengan keberhasilannya merancang alutsista secara mandiri. Baik melalui teknologi yang dikembangkan di dalam negeri, maupun hasil kerjasama berupa mekanisme Transfer of Technology (ToT) dengan negara-negara maju. Salah satunya adalah Medium Tank bernama Harimau Hitam hasil kolaborasi antara PT. Pindad (persero) dengan FNSS Defence Systems.

Dengan cara ini, Indonesia bisa memperkuat alutsista militernya secara perlahan dan mengurangi ketergantungan dengan pihak luar, meski belum sepenuhnya bisa dilakukan. Tak hanya di ranah darat, kerjasama strategis di bidang pertahanan dan militer berikut ini, juga menghasilkan beragam alat-alat tempur yang semakin memperkuat arsenal satuan TNI.

Helikopter H225M hasil kerjasama PT. DI dengan Airbus Helicopters Prancis

Helikopter H225M yang dipesan oleh TNI AU [sumber gambar]
Helikopter berjenis H225M, merupakan hasil produksi dari perusahaan Airbus Helicopters yang bekerjasama dengan PT. Dirgantara Indonesia (DI). Dilansir dari finance.detik.com, alutsista tersebut dipesan oleh TNI AU sebanyak 8 unit senilai US$ 330 juta sebagai bentuk peremajaan alutsista di tubuh TNI. Helikopter yang masih satu ‘keluarga’ dengan Super Puma itu, nantinya akan digunakan untuk keperluan evakuasi dan pertempuran.

Kapal selam RI yang melibatkan PT. Pindad dengan DSME Korea Selatan

KRI Nagapasa-403 milik Indonesia hasil kerjasama dengan Korea Selatan [sumber gambar]
Selain alutsista udara, Indonesia juga mulai melakukan kerjasama di sektor pertahanan laut dengan membuat Kapal Selam. Laman angkasareview.com menuliskan, Republik Indonesia melalui PT PAL dan Republik Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME), berkolaborasi dengan membuat kapal selam diesel elektrik kelas Chang Bogo tipe U209/1400, seperti KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405 (Nagapasa-class).

Tank Harimau Hitam racikan PT. Pindad dan FNSS Turki

Tank Harimau Hitam buatan Pindad dan FNSS [sumber gambar]
Untuk sektor darat, Republik Indonesia lewat PT Pindad melakukan kerjasama strategis dengan pihak FNSS Savunma Sistemleri yang berasal dari Turki. Dalam pengerjaannya, alutsista berjenis medium tank itu diberi nama sesuai penempatan negara masing-masing, yakni Harimau Hitam untuk Indonesia, dan Kaplan MT digunakan oleh Turki. Dikutip dari bisnis.tempo.co, PT Pindad tengah menjajaki ekspor Tank Harimau di beberapa negara di dua kawasan Asia yaitu negara-negara di ASEAN dan di Asia Selatan. Sementara itu, Turki sendiri akan memasarkannya ke negara-negara Eropa.

Helikopter Bell-412EPI yang dibuat oleh PT. DI dan Bell Helicopter Textron Inc. Canada

Helikopter Bell-412EPI buatan PT Dirgantara Indonesia [sumber gambar]
Helikopter jenis Bell bisa dibilang merupakan alutsista legendaris yang laris dipakai oleh banyak negara. Hebatnya, kendaraan satu ini kini telah diproduksi secara mandiri di Indonesia lewat PT Dirgantara Indonesia (PTDI), hasil kerjasama dengan Bell Helicopter Textron Inc. Canada. Sosoknya yang menjadi transportasi udara serbaguna dan banyak digunakan oleh satuan militer dunia, dapat digunakan untuk kebutuhan militer, evakuasi bencana, dan kebutuhan operasional lainnya.

BACA JUGA: Tak Kalah Sangar, Inilah 5 Alutsista Laut Buatan RI yang Jaga Perairan Indonesia

Kemandirian Indonesia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI memang harus segera ditingkatkan. Kerjasama dengan skema Transfer of Technology (ToT), merupakan hal yang tepat untuk dilaksanakan. Selain mendapat suplai teknologi yang diinginkan, Indonesia diharapkan nantinya bisa mengembangkan pengetahuan yang ada menjadi sesuatu yang baru. Semoga saja ya Sahabat Boombastis.