Tak lama lagi, Indonesia akan segera memiliki alat utama sistem senjata (alutsista) laut berupa kapal selam yang merupakan rakitan anak bangsa. Dilansir dari ekonomi.kompas.com, PT PAL Indonesia bakal meluncurkan kapal selam pada Maret 2019, di mana alutsista tersebut merupakan pesanan ketiga TNI AL yang dipercayakan pembuatannya kepada PT PAL Indonesia.

Tak hanya kapal selam, Indonesia juga berhasil menciptakan beragam kendaraan militer untuk matra laut yang bisa digunakan sebagai pertahanan negara maupun misi kemanusiaan. Salah satu keberhasilannya adalah dengan mengeskpor 2 unit kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kepada militer Filipina. Lantas, seperti apa rupa alutsista laut lainnya yang dibikin oleh anak bangsa.

Tank Boat Antasena PT Lundin yang laris digunakan TNI

Tank Boat Antasena [sumber gambar]
Menggunakan nama Antasena, PT Lundin yang merupakan Industri perkapalan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sukses membuat tank boat atau kapal tank pertama di Indonesia. Laman news.okezone.com menuliskan, alustista tersebut merupakan hasil kerjasama dengan PT Pindad Indonesia dan CMI Defense, industri pertahanan asal Belgia. Saat digunakan, Antasena mampu beroperasi di perairan kecil, seperti kawasan pantai, rawa, dan sungai dan lautan bebas.

Landing Platform Dock (LPD) untuk berbagai misi penting

KRI Banda Aceh 593 yang masuk sebagai LPD [sumber gambar]
Pada 2018 silam, PT PAL Indonesia (Persero) telah meluncurkan Kapal Pendarat Tank atau dikenal sebagai Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI Angkatan Laut yang ke-6. Laman jakartagreater.com menuliskan, alutsista yang memiliki panjang sekitar 124 meter, lebar 21,8 meter dan draft sekitar 5 meter diberi nomor lambung 594. Saat beroperasi, LPD yang bernama KRI 594 tersebut mampu mengangkut hingga 3 helikopter berukuran sedang, 2 unit LCU (Landing Craft Utility) dan 2 LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel). Kelak, PT PAL Indonesia (Persero) juga berinovasi dengan mengeluarkan versi SSV yang merupakan hasil modifikasi dari jenis LPD.

Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) yang bisa mengangkut pasukan dan kendaraan militer

Strategic Sealift Vessel Indonesia [sumber gambar]
PT PAL Indonesia (Persero) sukses membuat kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) untuk menunjang kinerja kemiliteran RI. Dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter, SSV mampu bertahan selama 30 hari dengan kecepatan maksimum 16 knots. Laman kumparan.com menuliskan, alutsista tersebut dapat digunakan untuk misi militer maupun non-militer. Untuk mendukung pertempuran, SSV mampu membawa 500 personil, 121 kru kapal, kapal cepat, tank dan kendaraan perang lainnya. Tak hanya itu, kapal ini juga bisa membawa helikopter dan menjadi helipad bergerak untuk menunjang mobilitas pasukan.

Perusak Kawal Rudal (PKR) untuk peperangan di permukaan laut

Perusak Kawal Rudal milik TNI AL [sumber gambar]
Selain jenis Strategic Sealift Vessel (SSV), PT PAL Indonesia (Persero) juga berhasil membuat kapal jenis Guided Missile Frigate/Perusak Kawal Rudal (PKR). Dilansir dari finance.detik.com, Kapal perusak ini memiliki panjang 105 meter dengan lebar 14 meter. Kapal ini bisa melesat dengan kecepatan 28 knot dan membawa 120 kru kapal. Dengan kemampuan perang antar permukaan, PKR bisa digunakan untuk misi pertempuran permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang dengan udara pesawat tempur, dan perang elektronika.

Kapal Selam canggih buatan PT PAL Indonesia

Ilustrasi kapal selam [sumber gambar]
Seusai menerima KRI Nagapasa 403 yang merupakan hasil produksi Korea Selatan, Indonesia kini selangkah lebih maju dengan merakit sendiri alutsista yang beroperasi di kedalaman laut tersebut. Laman mmindustri.co.id menuliskan, kemampuan tersebut datang setelah adanya transfer teknologi (TOT) dari negeri ginseng pada SDM Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah merampungkan dua kapal selam pesanan TNI AL yang dibuat bersama perusahaan galangan di Korea Selatan. Baru pada yang ketiga ini, alutsista yang akan diluncurkan pada Maret 2019 tersebut sepenuhnya dirakit oleh anak bangsa.

BACA JUGA: 5 Fakta KRI Ardadedali, Kapal Selam Indonesia yang Jaga Perairan RI Dari Penjajah Asing

Sebagai negara maritim, sudah seharusnya Indonesia bisa mandiri membangun dan merancang teknologi alutsista lautnya sesuai kebutuhan. Terlebih, ada banyak ancaman dari pihak asing yang datang dari laut, seperti kapal pencuri ikan, perompakan maupun intervensi dari militer negara lain. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?