in

5 Penampakan ‘Makam’ Kendaraan di Indonesia, Angkutan Umum yang Musnah Tergerus Masa

Seiring dengan perkembangan zaman, kondisi Ibuk Kota semakin padat dan penuh manusia. Beberapa waktu terakhir ini tersebar foto kondisi langit Jakarta yang tak lagi biru, tetapi penuh polusi asap. Ya, selain gedung tinggi pencakar langit yang terus dibangun, manusia yang datang dari berbagai daerah untuk mengadu nasib, Jakarta juga sesak dengan berbagai kendaraan.

Di satu sisi semakin sesaknya kendaraan yang memadati jalan, di sisi lain ada banyak kendaraan bekas yang mogok, rusak, serta sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya karena sudah tak layak jalan lagi. Karena itu, pemerintah menginisiasi adanya ‘kuburan’ sebagai tempat penampungan barang bekas tersebut. Yuk, kita lihat kuburan kendaraan apa saja.

Kuburan motor bekas kecelakaan di Tanjung Barat

Kuburan Motor [sumber gambar]
Setidaknua, ada ratusan sepeda motor yang berjajar lengkap dengan lapisan debu serta karat yang menyelimuti seluruh permukaan kendaraan roda dua itu. Kendaraan tersebut menumpuk di kolong fly over Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Lokasi di bawah fly over Tanjung Barat ini memang dipakai untuk menampung kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan dan hancur. Selain roda dua, ada pula beberapa mobil hingga truk yang terparkir di sana, tanpa tuan.

Nasib akhir dari becak yang ada di Bekasi

Becak yang kini kian langka [sumber gambar]
Dulu pernah berjaya, kini becak hanya tinggal cerita. Kendaraan roda tiga ini memang sudah banyak tergantikan oleh motor dan mobil. Maka tak heran, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pengemudi becak yang beralih menggunakan kendaraan lain. Alasannya jelas karena lebih cepat dan bisa memuat banyak penumpang. sekarang, becak-becak di Ibu Kota banyak yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan becak di Bekasi, Jawa Barat.

Bajaj Oren di Gang Makmur Jakarta Pusat

Bajaj oren di Jakarta [sumber gambar]
Selain becak, Bajaj juga merupakan kendaraan roda tiga yang pernah berjaya pada masanya. Sekarang, nasibnya mengenaskan dan musnah perlahan seiring dengan zaman yang terus berkembang. Di Jakarta, ada sebuah tempat yang bernama Gang Makmur, yaitu peristirahatan terakhir bajaj-bajaj oren yang sudah rusak dan terlihat tak terawat. Bajaj yang ada di sana juga sudah rusak, tak bisa menyala, dan dirambati oleh tanaman liar.

Kuburan gerbong kereta api di Purwakarta

Kuburan gerbong kereta [sumber gambar]
Puluhan gerbong kereta api bekas menumpuk di dekat stasiun Purwakarta. Gerbong-gerbong ini tak lagi digunakan karena sudah pensiun dan tidak tak layak dimasukkan dalam rangkaian kereta. Ditumpuk berjajar, ada pula yang ditumpuk membentuk piramida. Gerbong bekas kereta api ini sudah berkarat, catnya terkelupas dan jelas tidak bisa digunakan lagi. Namun, ternyata tak hanya menjadi tumpukan sampah, gerbong kereta ini setidaknya menjadi daya tarik tersendiri. Mereka memikat penumpang untuk berfoto dan menjadi tempat wisata mendadak penumpang.

Rongsokan mobil di Parung

Kuburan mobil di Parung [sumber gambar]
Di Jalan Raya Parung, Bogor, Jawa Barat, Sobat Boombastis semua bisa menemukan mobil yang terparkir di tepi jalan dengan kondisi tidak utuh, berkarat dan tentu tak bisa lagi digunakan. Walupun demikian, ini bukanlah tempat pembuangan akhir. Roda empat di tepi jalan itu rupanya bagian dari tempat jual-beli rongsokan. Biasanya para penjual akan memanfaatkan onderdil mobil yang masih bisa dipakai untuk dijual kembali. Ya, lumayanlah bisa mendapat uang tambahan, kan?

BACA JUGA: 5 Fakta Sarana Transportasi Umum Terburuk di Dunia Ini Akan Membuatmu Bersyukur Tinggal di Indonesia

Di beberapa negara juga ada tempat pembuangan kendaraan yang sudah tak lagi terpakai. Seperti contoh di Thailand, di mana bus-bus yang hancur dan rusak dibuang ke pemakaman Sai Yood, yang konon kata orang-orang juga merupakan area berhentu.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Didi Kempot, Lord of Broken Heart yang Diidolakan Para ‘Sad Boy’ Berkat Lagu-lagunya

Kebaikan Christiano Ronaldo yang Belum Tentu Dilakukan Pesepakbola Dunia Lainnya