Kalau dulu pesan ojek harus ke pangkalan dulu, sekarang sudah bisa aplikasi ojek online. Kalau dulu harus nego sampai deal untuk menentukan berapa bayarannya, sekarang semua sudah dihitung oleh aplikasinya, sesuai jauhnya jarak yang akan ditempuh. Jika dulu ke mana-mana harus bawa uang cash, sekarang mah bisa cashless lewat aplikasi, memakai voucher, atau bahkan gratis sama sekali karena banyaknya promo yang ditawarkan.

Ya, begitulah kemudahan yang didapat dalam urusan transportasi di zaman modern ini. Ojek online menjadi salah satu yang digandrungi, murah dan mempermudah customer. Sayang, sudah diberi fasilitas, kadang banyak pelanggan yang bertindak seenaknya kepada ara driver ini. Padahal, kalau tau bagaimana susahnya perjuangan mereka, kamu juga pasti tidak akan berbuat seenaknya saja. Yuk, kita lihat kisah para driver demi pelanggan berikut ini!

Tidur sambil berdiri karena hujan

View this post on Instagram

Kejadian ini terjadi 3 hari lalu… senin 28 January jam 2 siang saat saya melintas di lampu merah Buaran Klender… di bawah jembatan fly over saat hujan deras… Terlihat seoarang bapak @gojekindonesia yg sprtinya sangat lelah sampai TERTIDUR BERDIRI disaat hujan deras.. tapi hebatnya si bpk Gojek ini sangat AMANAH… pesanan barang orang tetap di bahunya… mungkin takut hilang barang org yg hrs disampaikan… Srmoga Bapak ini diberi KEBERKAHAN HIDUP dan di LINDUNGI ALLAH… #amanah #gojek #ojol #gojekindonesia #gojek24jam #gojekjakarta #gojekjakartatimur #gojekjakartapusat #gojekjakartaselatan #gojekjakartautara #gojekjakartabarat #gojekhebat #lagiviral #carinafkah #jakarta #indonesia #gojekjakarta #buaran

A post shared by R. Emma Damayanti (@emmadamayanti) on

Unggahan yang direpost ulang oleh akun @dramaojol ini awalnya diposting @emmadamayanti di akun pribadinya. Ia bercerita bahwa tak sengaja melewati flyover saat sedang hujan deras (29/1) dan melihat seorang driver ojek online sedang tertidur sambil berdiri. Pemandangan tersebut mencuri perhatiannya, hingga ia mengambil foto dan juga video si driver yang nampak lelah, ditambah ia membawa beban di pundak –yang sepertinya harus diantar ke customer. Ya, the power of medos tentu saja membuat si bapak viral dan mendapat doa dari banyak orang. Siapa sih yang enggak tersentuh kalau sudah melihat pemandangan seperti itu, yakan?

Sudah jauh-jauh membeli pesanan, eh dicancel

Udah pesan setelahnya dicancel [Sumber gambar]
Kejadian seperti ini banyak sekali terjadi. Ketika merasa lapar atau mendadak ingin pergi, seseorang cenderung tidak sabaran bukan. Menunggu ojek online selama 4-5 menit sudah dirasa sebagai bencana. Padahal, sebenarnya, si driver mungkin sedang berusaha secepat mungkin bagaimana caranya tiba dan menjemput customer segera. Sayang, ketidaksabaran lebih sering menggiring untuk ‘cancel saja deh, sudah kelamaan menunggu’. Apa tidak kasihan dengan bapak yang sudah rela datang demi kamu? Apalagi kalau yang dipesan adalah makanan. Hmmmm,,,

Mendapat omelan dari customer

Keluh kesah customer [Sumber gambar]
Menjadi ojek online itu harus sabar dan tahan hati, ya, Namanya juga melayani orang lain. Dalam banyak kesempatan, pastinya si drivernya sering sekali mendapat teguran dan omelan dari pelanggan. Salah beli pesanan, salah lokasi jemput, kelamaan di jalan, atau mungkin pelanggan yang bingung karena kendaraan tak sesuai dengan yang ada di pesanan. Kalau hal ini, bukan hanya si pelanggan saja yang harus meredam emosi, driver juga hendaknya memberikan informasi yang jelas, sehingga enggak terjadi salah paham. Entah itu perbedaan plat kendaraan, ada atau tidaknya pesanan, hingga hal kecil seperti arah dan tempat penjemputan. Kalau enggak gitu, ya dijamin, customer pasti ngegas dong.

Bawa barang customer seabrek hingga tak ada space

Ojol dengan bawaan berlebihan [Sumber gambar]
Kadang, ada nih customer yang tidak peka terhadap driver online ini. Sudah tau akan mengirim kulkas, pesannya ojek motor. Ya, memang tidak salah, namun, penempatannya kurang tepat mengingat barang yang begitu besar pastinya akan membuat riweh si driver. Seharusnya kalau barangnya banyak, besar, serta memberatkan, ada mobil atau kurir box yang bisa melayani. Jadi, mulai sekarang jangan biarkan tukang ojeknya menderita hanya karena kiriman barang kita yang berlebihan.

BACA JUGA: 10 Ulasan Konyol yang Diberikan Customer Pada Driver Ojol Ini Bikin Warganet Sebel

Banyak sekali suka duka sebagai ojek online itu. Ya, namanya mencari uang pastilah inginnya dapat banyak kan? Apalagi sistem yang dipakai oleh ojek online adalah tutup poin ( beberapa puluh kali pesanan) sebagai tanda “waktu selesai kerja”. Jika target yang dibuat tidak tercapai, maka gaji yang didapat juga semakin kecil. Mari sama-sama mengerti Sahabat. Sebagai tukang ojek harus memberi service terbaik, sebagai pelanggan juga harus tau diri.