Kisruh yang terjadi di Papua dan Papua Barat, membuat sebagian kalangan menyuarakan soal referendum. Alhasil, hal ini langsung dibantah dengan tegas oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan Wiranto. Menurut mantan Panglima TNI itu, hukum internasional sudah tidak memberi peluang bagi Papua dan Papua Barat untuk referendum, di mana hal tersebut telah diatur hanya untuk daerah yang belum merdeka.

Jauh sebelum masalah Papua dan Papua Barat mengemuka, beberapa daerah di Indonesia juga sempat ingin melepaskan diri dari NKRI dan membentuk pemerintahan sendiri. Hal ini terjadi di beberapa era kepemimpinan presiden RI hingga saat ini. Tentu saja, ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya aksi tersebut. Mana sajakah wilayah tersebut? Simak ulasan berikut.

Aceh pernah ingin memisahkan diri dari NKRI

Anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) [sumber gambar]

Pemberontakan yang diinisiasi oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan Hasan Tiro selama 1977 hingga 1982, menjadi awal bagi wilayah Serambi Mekkah itu untuk lepas dari NKRI. Perang yang berlarut-larut antara pihak GAM dan Indonesia yang dilakukan oleh TNI-Polrim, akhirnya reda setelah adanya perjanjian damai pada tanggal 15 Agustus 2005. Saat itu, Indonesia diwakili Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, sedangkan GAM mengutus Malik Mahmud Al Haytar untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinksi, Finlandia.

Republik Maluku Selatan yang para tokohnya ada di negeri Belanda

Kibaran bendera RMS dan Papua Merdeka di Belanda [sumber gambar]

RMS yang berdiri pada 25 April 1950, merupakan salah satu gerakan separatisme yang harus dihadapi oleh pemerintah Indonesia hingga saat ini. Seorang pengacara bernama Johan Wattilete, diangkat sebagai Presiden RMS tahun 2010 menggantikan Frans Tutuhatunewa dan menjalankan perannya di negeri kincir angin Belanda. Hingga kini, ia pun gigih menyuarakan kemerdekaan Maluku atas Indonesia.

Minahasa di Sulawesi Utara juga sempat ingin merdeka sendiri

Cuplikan berita Minahas Merdeka pada koran Radar Manado [sumber gambar]

Meski tak banyak diketahui, wilayah Minahasa di Sulawesi Utara sempat ingin memisahkan diri dari NKRI sebagai negara yang merdeka. Dilansir dari Tirto, Dolfie Maringka bersama Revly O.A. Pesak, pada 25 September 2006, dia mendeklarasikan Gerakan Kemerdekaan Minahasa. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 15 Mei 2017, sempat muncul gerakan Referendum Minahasa, di mana benderanya mirip dengan milik pasukan konfederasi Amerika dalam Perang Saudara Amerika (1861-1865).

Timor-Timur yang akhirnya benar-benar menjadi negara merdeka

Timor Leste kini telah menjadi negara merdeka [sumber gambar]

Sempat luluh lantak akibat operasi militer yang dilancarkan pemerintah Indonesia, Timor-Timur yang kini telah berubah menjadi Timor Leste akhirnya bisa meraih kemerdekaannya. Jika dirunut secara historis, Timor-Timur (Timor Leste) sejatinya merupakan provinsi seberang lautan dari Portugis dan bagian dari negara tersebut. Di forum PBB, Timor-Timur termasuk bukan wilayah Indonesia sehingga bisa mengajukan kemerdekaannya lewat referendum.

Papua Barat juga tuntut kemerdekaan dari Indonesia

Bendera OPM berkibar di depan Istana Negara [sumber gambar]

Seolah ingin mengikuti jejak Timor Leste, Papua dan Papua Barat juga kerap menyuarakan kemerdekaannya atas Indonesia. Hal ini dipelopori oleh Benny Wenda, ketua ULMWP (United Liberation Movement for West Papua atau Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat). Setelah melarikan diri ke Papua Nugini, Benny kemudian menerima suaka politik dari kelompok LSM Eropa dan pindah ke Inggris di tahun 2003. Hingga kini ia dan keluarga menetap di Inggris dan menjalankan aksi separatismenya dari luar negeri.

BACA JUGA: 5 Masyarakat di Dunia yang Ingin Merdeka dan Membentuk Negara Kesatuan Sendiri

Akan sangat berbahaya jika gerakan-gerakan separatisme yang masih ada di Indonesia belum ditumpas secara menyeluruh. Bukan hanya mengancam keutuhan negara, tapi juga berpotensi menyulut pertumpahan darah yang seharusnya tidak perlu terjadi. Jangan sampai ya Sahabat Boombastis.