Kehebohan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang hendak memisahkan diri Indonesia, ternyata juga dialami oleh sejumlah negara lain di dunia. Di mana ada beberapa masyarakat dari etnis tertentu di kawasan mereka yang juga ingin mendirikan negaranya sendiri.

Dilansir dari bbc.com, salah satunya adalah wilayah yang dihuni oleh kaum Baskia di Catalunya. Namun, daerah di belahan bumi lainnya pun tak kalah kerasnya. Terkadang, upaya mencapai kemerdekaan ini juga disertai dengan kekerasan dan dan konflik bersenjata. Namun, ada juga yang hanya mengupayakannya lewat jalur diplomasi. Siapak sajakah mereka?

OPM tuntut kemerdekaan bagi tanah Papua

Mahasiswa simpatisan OPM tuntut kemerdekaan [sumber gambar]
Peristiwa penembakan yang terjadi di Nduga, Papua beberapa waktu lalu, merupakan serangkaian kegiatan separatisme berbelut teror yang berbahaya bagi Indonesia. Dilansir dari bbc.com, Kawasan Papua Barat menjadi bagian Indonesia melalui referendum yang diberi nama Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969. Namun, ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan hal tersebut. Salah satunya adalah OPM beserta organisasi lainnya. Di mana mereka menuntut kemerdekaan penuh atas tanah Papua dari indonesia.

Perjuangan masyarakat Kurdi di Irak

Bendera Republik Kurdistan berkibar dalam sebuah acara [sumber gambar]
Jauh di kawasan Timur Tengah, suku Kurdi yang mendiami sebagian dari negara-negara di kawasan teluk tersebut, ingin mendirikan tanah airnya sendiri. Sumber dari tirto.id menuliskan, mereka memiliki sebuah wilayah yang bernama Kurdistan yang berada di irisan antara negara Turki (Kurdi Utara), Iran (Kurdi Timur), Irak (Kurdi Selatan), dan Suriah (Kurdi Barat). Sayang, upaya mereka terganjal karena Kurdistan bukanlah sebuah negara resmi yang diakui dunia.

Rakyat Catalunya ingin merdeka dari kekuasaan Spanyol

90 persen masyarakat Catalunya ingin menjadi negara yang merdeka [sumber gambar]
Negara seperti Spanyol pun juga tak luput dari masalah separatisme di wilayahnya. Dilansir dari bbc.com, Catalunya yang menempati kawasan di Spanyol timur laut juga melaksanakan referendum untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Spanyol. Tak sendirian, masyarakat Baskia di Spanyol utara juga mendukung mereka agar lepas dari pemerintahan pusat negeri Matador tersebut. Namun, Perdana Menteri Mariano Rajoy dan Raja Felipe VI sama-sama tidak mengakui referendum kemerdekaan Catalunya.

Negara merdeka di Australia bagi suku Aborigin

Republik Murrawari ingin merdeka dari Australia [sumber gambar]
Sebagai pemilik sah dari tanah yang bernama “Australia”, suku Aborigin juga menyatakan keinginan untuk merdeka. Sumber dari merdeka.com menyebutkan, Pada 30 Maret, Bangsa Aborigin juga telah mendeklarasikan berdirinya Republik Murrawarri, yang menjadi rumah bagi orang Aborigin tinggal, sekitar 750 kilometer barat laut Kota Sydney, Negara Bagian dari New South Wales (NSW). Alasan secara historis menjadi langkah diplomasi mereka untuk mendirikan negara yang independen

Status Puerto Rico di bawah kendali Amerika Serikat

Puerto Rico berada di bawah kendali Amerika Serikat [sumber gambar]
Seusai Perang Amerika-Spanyol pada 1898, Puerto Rico telah menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Amerika Serikat sebagai pemenang. Alhasil, rakyatnya pun mendapat kewarganegaraan negeri Paman Sam tersebut sejak 1917. Dilansir dari tirto.id, sempat diadakan referendum tentang status politik Puerto Rico pada Juni 2017, untuk menanyakan kembali perihal ikut Amerika Serikat atau berdiri menjadi negara sendiri. Hasilnya memperlihatkan bahwa 97% pemilih ingin Puerto Rico menjadi salah satu dari negara bagian AS. Meski demikian, banyak kalangan yang meyakini wilayah tersebut tidak serta merta menjadi negara bagian ke-51 oleh elite politik Amerika Serikat.

Baca Juga: 6 Gerakan Memisahkan Diri dari Indonesia yang Pernah Terjadi

Ada banyak faktor yang membuat beberapa wilayah di dunia ingin bebas dan menentukan nasibnya sendiri. Selain kesamaan kultur dan warna kulit, pertimbangan dari segi ekonomi dan kekayaan alam juga menjadi wacana tersendiri. Semoga saja, hal tersebut bisa segera terselesaikan dan dicarikan solusinya dengan mengedepankan rasionalitas secara humanis.