Nama Bennny Wenda mendadak jadi sorotan pasca adanya kejadian penembakan di Nduga, Papua beberapa waktu lalu. Dilansir dari suara.com, pria yang juga menjadi aktivis OPM di luar negeri tersebut, menyebutkan bahwa tragedi itu merupakan rekayasa dan propaganda militer Indonesia.

Memang, sosok Benny Wenda tidak banyak diketahui oleh khalayak secara umum. Selain tidak bermukim di Papua, dirinya dinilai tetap terlibat dengan pergerakan dan berada di balik kegiatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di luar negeri. Seolah tidak takut, Benny Wenda akan terus menyuarakan keinginannya agar Papua merdeka dari Indonesia. Berikut ulasannya.

Menjadi Ketua United Liberation Movement for West Papua

Benny Wenda sosok berpengaruh di balik OPM [sumber gambar]
Dilansir dari suara.com, Benny Wenda merupakan Ketua dari United Liberation Movement for West Papua. Di mana organisasi tersebut difokuskan untuk menggalang bantuan bagi kemerdekaan Papua. Terlebih saat rezim Orde Baru Soeharto tumbang, ia semakin gigih memperjuangkan hak-haknya lewat berbagai program yang disusunnya. salah satunya melalui organisasi Demmak (Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka)

Dikenal sebagai aktivis yang berpengaruh bagi OPM

Menetap di Inggris bersama keluarga [sumber gambar]
Gerakan referendum dari rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri semakin menguat di era Wenda. Sumber dari merdeka.com menuliskan, ia terlibat dalam lobi-lobi politik kepada para pemimpin Indonesia. Hingga puncaknya terjadi di era Presiden Megawati Soekarno Putri, di mana Papua akhirnya diberi status sebagai daerah Otonomi Khusus. Karena aktivitasnya itulah, Wenda harus meringkuk di terali besi dan dihukum 25 tahun penjara.

Sukses kendalikan OPM dari luar negeri

Benny Wenda saat acara pembukaan kantornya di Oxford, Inggris [sumber gambar]
Sayang, Wenda ternyata berhasil melarikan diri dari ketatnya penjara Indonesia pada 27 Oktober 2002. Dilansir dari merdeka.com, pelariannya dibantu oleh aktivis kemerdekaan Papua Barat dan kemudian diselundupkan melintasi perbatasan menuju Papua Nugini. Gerakannya semakin leluasa saat Wenda dibantu oleh sekelompok LSM Eropa untuk melakukan perjalanan ke Inggris. Di negeri Ratu Elizabeth itulah, dirinya kini bermukim dan mendapatkan suaka politik. Alhasil, Wenda aktif mengkampanyekan kemerdekaan Papua dari Indonesia secara jarak jauh.

Gigih menggalang suara kemerdekaan Papua dari dalam dan luar negeri

Perjuangannya mendapat dukungan dari pihak asing [sumber gambar]
Perjuangan Benny Wenda dalam menggalang kemerdekaan Papua termasuk sangat gigih. Seolah tidak takut, ia terus menyuarakan agar Papua lepas dari NKRI. Dilansir dari cnnindonesia.com, sejumlah dukungan mengalir dari sejumlah negara yang tergabung dengan Melanesian Spearhead Group (MSG) seperti Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu. Di Indonesia, Wenda juga berhasil membangun aliansi dengan sejumlah tokoh OPM seperti Buchtar Tabuni, Goliath Tabuni dan lainnya

Sosok aktivis yang memilih jalur softpower ketimbang hardpower

Benny Wenda dalam sebuah acara [sumber gambar]
Sebagai salah satu langkah perjuangannya, Wenda cenderung memilih pendekatan lewat jalur lobi, diplomasi dan anti-kekerasan. Seperti yang ditulis oleh cnnindonesia.com, ia sempat mengirimkan surat terbuka kepada pemimpin Polri yang kala itu dijabat oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Juga melalui United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Wenda menyuarakan kemerdekaan Papua lewat politik damai.

Baca Juga: Buchtar Tabuni, Sosok Buronan OPM Asal Indonesia yang Dihormati di Luar Negeri

Meski hanya sebagai aktivis, sepak terjang Benny Wenda tentu tidak bisa diremehkan begitu saja. Jika dilihat dari eskalasi konflik di lapangan yang kian mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia dan aparat berwenang harus segera bertindak dan mencari solusi. Apakah penyelesaian konflik Papua harus dengan pendekatan secara humanis, atau opsi pemulihan menggunakan kekuatan militer. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?