Setiap anak yang lahir tentu punya mimpi sendiri kelak mereka akan dan mau menjadi seperti apa. Tetapi, kadang ada tuh orangtua yang mengatur semua aspek kehidupan anaknya dengan dalih ingin mereka berhasil dan hidup enak kelak di masa depan. Perilaku yang seperti ini memang di satu sisi membantu si anak, namun di sisi lain anak akan menjadi tertekan.

Saat anak menolak kemauan orangtuanya, tak jarang mereka mendapat perlakuan tak mengenakkan hingga siksaan pada fisik. Nah, kalau sudah begini namanya bukan lagi sayang ya, tetapi sudah masuk perilaku toxic dan merugikan. Sahabat Boombastis semua harus tau betapa berbahayanya orangtua yang berperilaku seperti ini.

Tindakan yang dikategorikan sebagai toxic

Apakah kalian sudah melihat video seorang gadis kecil yang ditendang oleh ibunya karena si anak tidak mau bergaya saat pemotretan? Ya, anak tersebut diketahui bernama Niu Niu dan masih berumur 3 tahun. Niu sendiri adalah mesin uang untuk ibunya. Ia merupakan model pakaian anak, yang dalam satu hari bisa menghasilkan uang RMB $ 5.000 – $ 10.000 (10jt – 30jt).

View this post on Instagram

Online Shop memutuskan hubungan kerja setelah Sang Ibu tertangkap menendang Niu Niu – putrinya sendiri yang masih berumur 3 tahun. Ibunya dituduh melakukan child abuse alias pelecehan anak setelah dia terlihat menendang Niu Niu di depan umum. Niu Niu menjadi model untuk 400 pakaian dalam 4 hari. Model anak-anak seperti dia bisa mendapatkan RMB $ 5.000 – $ 10.000 (10jt – 30jt per hari). Yang paling populer bisa mendapatkan cukup uang untuk membeli rumah dalam waktu 1 tahun. Di video pertama terdengar ucapan ibunya "Saya akan menendangmu sampai mati, ambil bunga sekarang! Jangan membuatku kesal saat pemotretan" Video kedua menunjukkan bahwa dia mengancam dan memukul Niu Niu, dengan gantungan baju. Video ketiga menunjukkan bahwa dia berkata, "Bilang halo, cepat, bilang halo, tersenyumlah dan dansa" dan Niu Niu segera mengalihkan ekspresi wajahnya ke mode kerja. Ada banyak ibu yang memaksa seperti ini, beberapa bahkan menahan jam tidur untuk menghentikan mereka dari tumbuh terlalu tinggi. Mereka tidak bisa menjadi model anak lagi jika mereka lebih tinggi dari 130cm. Kepada Ibu2 diluar, tolong janganlah memperlakukan anak2 sendiri sebagai mesin pencari uang. #niuniu #childabuse #saynotochildabuse #cintaianak

A post shared by RESEP MPASI PARENTING MOM BABY (@mpasiforbaby) on

Video yang viral memperlihatkan ibunya menendang Niu saat ia meletakkan tas yang seharusnya ditenteng di depan kamera. Tindakan ini, atas dasar apapun dikategorikan sebagai abusive (kekerasan) fisik. Orangtua yang melakukannya termasuk toxic parents yang bisa mendatangkan dampak buruk terhadap masa depan anaknya, loh.

Toxic juga bisa berupa permintaan yang membuat anak terbebani

Tidak hanya sebatas kekerasan fisik, toxic parents juga bisa berupa tuntutan kepada anak agar ia melakukan segala macam hal yang diinginkan oleh orangtuanya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, orangtua yang menginginkan segala hal berjalan sesuai kehendaknya bisa dikategorikan sebagai toxic.

Toxic parents [Sumber gambar]
Misalnya, ikut menentukan bahkan memaksa di mana anak-anaknya harus sekolah, menargetkan prestasi tertentu yang harus didapat, terus membandingkan dengan anak yang lain atau anak tetangga, dll. Siapa yang tahan dengan orangtua yang seperti ini? Ya, meskipun alasan mereka sebagai motivasi atau kebaikan masa depan si anak.

Perilaku orangtua sangat berpengaruh pada perkembangan fisik anak

Melansir Hipwee.com dari Research Gate, 25% korban orang tua yang abusive seperti yang dilakukan oleh ibu Niu Niu berisiko mengalami komplikasi serius seperti patah tulang hingga luka yang menetap.Bahkan  5% korban berisiko mengalami kematian.

Anak korban orangtua [Sumber gambar]
Risiko jangka panjangnya, perbuatan orangtua yang suka melakukan kekerasan fisik ke anak bisa berpotensi menghambat proses pertumbuhannya. Meskipun tidak begitu signifikan, menurut Oates dkk dalam jurnalnya, tetap saja anak tidak tumbuh dengan normal. Jadi, yuk mulai sekarang sayangi si kecil dengan sepenuh hati!

Dan yang paling penting adalah, perilaku orangtua berpengaruh pada perkembangan mental anak

Nah, poin terakhir ini nih wajib diketahui oleh semua orangtua. Anak yang menjadi korban toxic atau  abusive parents akan mengalami pertumbuhan mental yang berbeda dari anak lain. Mereka lebih kurang percaya diri, fobia, trauma, serta tumbuh menjadi orang yang mencari kepuasan serta kasih sayang di luar lingkungan keluarga.

Anak akan terganggu secara mental [Sumber gambar]
Tak heran jika anak-anak yang dulunya sering mengalami kekerasan mental akan lebih tega, serta kadang terkesan tidak berperasaan. Mereka juga memberontak saat sudah bisa lepas atau jauh dari orangtuanya. Anak yang seperti ini bukan saja nakal karena pengaruh teman, tapi pola asuh yang salah sedari kecil.

BACA JUGA: 5 Potret Kelam Kekerasan Pada Anak di Indonesia

Oleh karena itu, cara orangtua memperlakukan anak-anaknya bisa menentukan kelak seperti apa mereka ketika dewasa. Dia yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, perhatian, sesekali diberi pujian dan penghargaan juga bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain. berbeda dengan korban toxic, di mana setelah dewasa anak akan tumbuh menjadi pribadi pemberontak yang mencari kasih sayang yang tak pernah mereka dapat selama ini.