Nama besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dari matra Angkatan Darat (AD), kembali menorehkan prestasi yang gemilang. Dilansir dari nasional.kompas.com, kontingen Indonesia yang diwakili pasukan TNI AD itu sukses menjadi juara juara umum dalam lomba menembak antarnegara di ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) untuk yang ke-12 kalinya pada 26 Maret-2 April 2019.

Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa militer Indonesia memiliki skill individu yang luar biasa sebagai seorang prajurit. Khususnya kemampuan menembak. Tentu saja, semua prestasi yang diraih oleh pasukan TNI-AD di atas tak lepas dari upaya dan usaha para personelnya yang berlatih keras. Beberapa faktor di bawah ini, juga saling melengkapi kesuksesan tersebut.

Lomba menembak dalam negeri yang melahirkan penembak andal TNI AD

Adanya lomba menembak seperti Piala Kasad yang rutin diselenggarakan di dalam internal TNI AD, bisa dibilang menjadi awal bagi satuan tersebut mencari bibit-bibit penembak yang handal. Dilansir dari poskotanews.com, kejuaraan rutin tahunan itu merupakan bagian dari evaluasi hasil pembinaan latihan prajurit dan satuan jajaran TNI AD, khususnya di bidang menembak.

Dari sana, para peserta secara tidak langsung akan terus melatih kemampuan agar akurasi menembaknya sesuai dengan standar prajurit TNI AD. Dari sini, para juara yang ada sudah jelas memiliki keahlian menembak yang lebih dibanding dengan peserta lainnya. Bisa dibilang, kompetisi Piala Kasad yang diadakan oleh TNI AD juga menjadi ajang untuk menjaring penembak terbaik untuk diikutsertakan pada ajang internasional. Salah satunya seperti ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM).

Bukti keampuhan senjata anak bangsa buatan PT. PINDAD

Keberhasilan kontingen Indonesia yang diwakili oleh satuan TNI AD pada ajang ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) di Australia, juga tak lepas dari peran senapan dan pistol buatan PT. PINDAD (persero). Laman tniad.mil.id menuliskan, para pesertanya secara rutin menggunakan senjata jenis SS-2 V4 yang menjadi senapan organik bagi satuan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Seperti yang dikutip dari merdeka.com, para peserta juga senapan SS2-V1 Heavy Barrel dan karaben SS2-V2 Heavy Barrel. Di mana Material senjata dibuat dari bahan alumunium alloy yang ditempa, menghasilkan sosok rangka kuat namun ringan dari aspek bobot. Untuk SS-2 V4 sendiri, senapan yang menjadi langganan juara bagi TNI AD itu dilengkapi dengan alat bidik Close Quarter/Tactical (QC/T) buatan Leopard, Amerika Serikat dengan pembesaran 1-3 x 14 mm.

Menjiwai senjata yang digunakan

Selain kemampuan individu dan teknologi persenjataan yang mumpuni, salah satu rahasia dari kesuskesan TNI AD di berbagai ajang menembak dunia internasional adalah soal penjiwaan terhadap senapan yang dimiliki. Dengan mengetahui kemampuan senjatanya, pemiliknya mampu mengetahui kekurangan atau kelebihan senapan yang dibawa.

Menurut Kepala Penerangan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang masih dijabat oleh Letnan Kolonel Heru Dwi Wahana, dikutip dari merdeka.com mengatakan, setiap prajurit sejak menjadi bagian dari TNI sudah diwajibkan untuk menjiwai senjata yang dimiliki. Alhasil, metode ini membuat TNI AD mampu memborong gelar di ajang lomba menembak internasional.

BACA JUGA: Mengenal Sertu Pardal, Tim Kopassus yang Melatih Pasukan Brunei Menjadi Jago Tembak Asia

Melihat sederet ‘resep rahasia’ di atas, tak heran jika kontingen menembak Indonesia yang diwakili TNI AD bisa begitu digdaya mengalahkan tentara asing dunia. Selain karena kualitas terbaik senjata buatan PT. PINDAD, filosofi jiwa para prajurit yang ‘menyatu’ dengan senjatanya juga menjadi salah satu faktor penunjang dari kesuksesan mereka di ajang menembak internasional. Hebat ya Sahabat Boombastis