Selain taktik militer yang jitu, penggunaan alutsista yang mumpuni di tengah-tengah pertempuran juga bisa menjadi perhitungan tersendiri. Tentu saja, hal tersebut juga menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah misi. Salah satunya pengembangan senjata yang bisa digunakan untuk bertempur di kedalaman air.

Untuk yang satu ini, Pindad telah sukses menciptakan senapan yang bernama Senjata Serbu Bawah Air (SSBA). Dilansir dari finance.detik.com, alutsista tersebut merupakan rancangan terbaru PT Pindad (Persero), yang didedikasikan kepada pasukan khusus TNI AL, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), hingga Pasukan Intai Amphibi (Taifib). Untu lebih jelas, simak uraian selengkapnya.

Hasil kerjasama antara Pindad dan Dislitbang TNI AL

Kerjasama antara Pindad dengan Dislitbang TNI AL [sumber gambar]
Untuk menghasilkan senjata bawah air yang sesuai spesifikasi, ada banyak pekerjaan yang dialokni oleh Pindad untuk mewujudkan hal tersebut. Dilansir dari finance.detik.com, perusahann milik negara itu menggandeng Dislitbang TNI AL. Hailnya, terciptalah sebuah senjata dengan spesifikasi pertempuran di kedalaman laut yang dinamakan Serbu Bawah Air (SSBA).

Produk yang terinspirasi dari APS Rusia

APS buatan Rusia [sumber gambar]
Dalam desainnnya, SSBA mengacu pada senjata serupa buatan Rusia. Sumber dari jakartagreater.com menuliskan, senapan tersebut dirancang dengan basis milik APS (Avtomat Podvodnyj Spetsialnyj) atau Special Underwater Assault Rifle. Prototype SSBA telah disempurnakan dan mempunyai banyak persamaan dengan senjata Senapan Serbu buatan Pindad Prototype SSBA telah disempurnakan dan mempunyai banyak persamaan dengan senjata Senapan Serbu buatan.

Spesifikasi senjata yang cocok untuk operasi bawah air

Rancangan SSBA dalam sketsa [sumber gambar]
Untuk fungsinya sendiri, SSBA digunakan pasukan TNI AL untuk berbagai misi penting yang dilakukan dari kedalaman air. Dilansir dari jakartagreater.com, Senjata ini digunakan untuk menembak musuh dalam ancaman infiltrasi, sabotase dan pengamanan tiap personil pasukan penyelam (combat diver) serta pembelaan diri melawan binatang buas di perairan.

Melewati serangkaian tes dan ujicoba

 

Mengusung kaliber 5,66 mm x 150 mm, SSBA diharuskan memiliki beragam kriteria khusus agar bisa disebut sebagai senapan bawah air. Dilansir dari jakartagreater.com, syarat tersebut meliputi ketahanan terhadap air laut, bisa berfungsi di darat maupun di dalam air, aman dan mudah dioperasikan dan mudah dalam perawatan. Serangkaian ujicoba seperti Visual Test, Dimension test, Kekerasan proyektil amunisi kaliber 5,66 mm, Kekerasan selongsong Amunisi kaliber 5,66 mm dan pengujian laboratorium, juga telah dilakukan.

Sukses ciptakan peluru khsusus buatan dalam negeri

Peluru jarum SSBA [sumber gambar]
SSBA yang memiliki kriteria senapan pertempuran khusus, juga harus dilengkapi dengan amunisi yang spesial. Sumber dari liputan6.com menuliskan, sebuah proyektil berbentuk jarum dengan diameter 5,66 mm dan panjang 120 mm (kaliber 5,66×150 mm) dengan berat peluru sekitar 26 gram, berhasil dikembangkan. Bentuknya yang tak biasa, membuat peluru tersebut sangat cocok sebagai peluru bagi SSBA.

BACA JUGA: 4 Senjata Sangar Bikinan Tanfoglio, Perusahaan Alutsista Indonesia yang Tak Kalah Edan dari Pindad

Kemampuan anak bangsa untuk selalu menciptakan berabgai inovasi pada sistem alutsista, sudah seharusnya patut kita apresiasi. Selain menjadi bukti kemajuan teknologi, hal tersebu juga dinilai bisa mengurangi ketergantungan Indonesia dengan bangsa asing. Dengan kata lain, kita selangkah demi selangkah untuk berdaulat di biodang alutsista militer. Hebat ya Sahabat Boombastis!