Tsunami yang mendera Palu, Donggala dan sekitarnya membuat beberapa pihak ketakutan. Alasannya karena setelah Palu, ada beberapa gempa yang menyerang beberapa sudut Indonesia. Dari guncangan kecil hingga yang besar. Nah, dari fenomena tersebut, Rudy Suhendar selaku Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan kalau hampir seluruh kawasan Nusantara, mulai dari Sumatera, Jawa hingga Papua miliki potensi sama untuk tingkat kegempaan. Kecuali Kalimantan yang berisiko lebih rendah terjadi gempa.

Kalau sudah begitu, kita perlu sekali untuk waspada nih Sahabat Boombastis. Tapi kita tidak hanya menunggu saja kapan gempa akan datang. Dari sekarang kita bisa bersiap-siap menghadapi bencana dengan menyiapkan yang namanya tas SIBAD (Siaga Bencana Darurat). Jadi, seperti apa sih tas tersebut?

Tas SIBAD yang dimaksud di sini adalah tempat berisikan beragam keperluan kita di saat terjadi bencana atau keadaan darurat. Jadi, meskipun di pengungsian, kita tidak akan bingung lagi mencari semua kebutuhan pribadi. Entah dari pakaian, makanan sementara untuk menunda lapar dan juga obat ketika kita kebetulan sedang terserang demam atau hanya masuk angin. Dengan begitu kita tidak akan panik atau repot-repot antri di posko bantuan. Ya walaupun nantinya tetap datang ke posko bantuan untuk mencari makanan dan kebutuhan lainnya, tapi kita tidak akan sepanik mereka yang tidak mempunyai persiapan apapun. Nah, isinya adalah sebagai berikut.

Makanan dan minuman untuk penunda lapar

Hal pertama yang harus ada di tas siaga yakni makanan dan minuman. Untuk makanan, yang jelas bukan macam kuah seperti soto dan kawan-kawannya ya Sahabat Boombastis. Makanannya yang bisa dibawa ke mana-mana, contoh mudahnya sih adalah mi instan. Bisa juga sereal yang tidak perlu air atau susu untuk mengonsumsinya.

Makanan penunda lapar [Sumber Gambar]
Kemudian energy bar yang ukurannya tak terlalu besar juga bisa dibawa karena itu dapat mengisi dan mengenyangkan perut kita. Lalu untuk minuman, usahakan yang menyehatkan seperti air mineral, jus dan susu di dalam kemasan kotak. Ketiga minuman tersebut dianjurkan supaya kondisi badan lebih terjaga kesehatannya.

Baju dan segala perlengkapannya

Kemudian yang perlu ada di tas siaga adalah pakaian. Yap, ini juga wajib ada karena untuk pakaian ganti kalian Sahabat Boombastis. Memang sih akan ada bantuan baju, celana dan perlengkapan lain nantinya. Tapi bantuan tersebut biasanya akan didistribusikan dua atau tiga hari setelah bencana terjadi. Itupun kalau proses distribusi berjalan dengan lancar, kalau tidak, bisa memakan waktu seminggu atau lebih lho.

Baju dan perlengkapan lain [Sumber Gambar]
Jadi, bawa saja baju bersih dan usahakan yang tidak repot. Ya semacam kaos supaya kita bisa mudah bergerak dan tidak gerah. Lalu jangan lupa juga untuk menyelipkan selimut di dalam tas. Tapi selimutnya yang tidak terlalu tebal ya supaya muat di dalam tas.

Obat-obatan untuk pencegahan terserang penyakit

Selain makanan dan juga pakaian, ada lagi yang perlu dimasukkan ke dalam tas yaitu obat-obatan. Kalau yang satu ini usahakan jangan sampai lupa untuk dimuat dalam tas ya Sahabat Boombastis. Sebab, ketika kita tinggal di pengungsian atau alam bebas, banyak sekali penyakit yang bertebaran.

Obat-obatan pribadi [Sumber Gambar]
Tapi, semua isi kotak obat-obatan yang ada dalam rumah tak perlu dibawa semua. Cukup bawa semua obat yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan atau kondisi kalian. Biasanya yang wajib dibawa itu minyak angin dan juga obat pereda flu. Selain itu masukkan juga obat merah beserta kasa dan plesternya untuk persiapan apabila ada luka di tubuh.

Benda-benda penting yang berhubungan dengan masa depan

Lalu, kalian juga perlu memasukkan barang-barang penting kalian. Seperti dompet, ponsel dan juga dokumen penting semacam ijazah dan lain-lain. Nah, mungkin barang-barang ini tidak akan muat di dalam tas jika sudah ada tiga benda di atas yang sudah disebutkan sebelumnya. Terutama dokumen-dokumen penting yang haram sekali terlipat atau kena basah.

Dokumen penting [Sumber Gambar]
Nah, Sahabat Boombastis tak perlu ragu atau bimbang, karena masalah ini ada solusinya lho. Adalah dengan memasukkan semua benda penting tersebut ke dalam ziplock. Yap, plastik yang dapat dibuka dan direkatkan kapan saja ini dijamin anti air dan tak bisa merusak benda apapun di dalamnya. Jadi benda-benda penting kalian akan aman sentosa. Namun perlu diingat, ziplock yang digunakan adalah ukuran paling besar ya.

Peralatan perang ala-ala hidup di alam bebas

Terakhir, kalian bisa memasukkan peralatan ala-ala hidup di alam bebas. Contohnya saja seperti gunting. pisau, cutter dan juga tali rafia. Kalau benda-benda yang satu ini sebenarnya boleh dibawa atau tidak. Ya karena kebanyakan para korban bencana alam tinggal di pengungsian, bukan di tempat yang benar-benar alam bebas.

Gunting, cutter dan lainnya [Sumber Gambar]
Namun, alat-alat ini bisa membantu kalian sewaktu-waktu jika terdampar di tempat asing atau alam liar. Entah untuk membuat tanda jalan atau memotong tanaman apapun di tempat tersebut. Jadi, untuk benda-benda ini hanya sekedar opsi saja ya.

Tas yang biasa disebut SIBAD alias Siaga Bencana Darurat ini memang perlu untuk kita siapkan saat ini. Melihat banyaknya gempa yang terjadi di Indonesia ini membuat kita perlu untuk lebih bersiap mulai dari sekarang. Memang benda yang dimasukkan lumayan banyak apalagi ditambah dengan baju tidak cukup satu. Tapi kalian bisa mengaturnya sedemikian rupa supaya benda-benda tersebut bisa cukup pada tas kita. Bersiap-siaplah dari sekarang karena kita tidak akan pernah tahu kapan membutuhkan tas SIBAD tersebut.