Penyebaran uang palsu memang marak terjadi di mana-mana. Baik di warung kecil, toko ternama dan bahkan yang terbaru ada di ATM. Hal ini dialami oleh seorang pria yang pada waktu itu ingin membeli bahan bakar di salah satu SPBU di Blitar. Melihat di dompetnya hanya tersisa Rp30 ribu, lelaki ini langsung mengambil uang di ATM SPBU.

Ketika sudah membeli dan membayarkan uangnya, petugas meminta izin untuk menyiram uangnya menggunakan bensin. Si pengendara pun terima-terima saja lantaran penasaran apa yang ingin dilakukan oleh si petugas SPBU. Ternyata, petugas memperlihatkan bahwa salah satu uang pecahan Rp50 ribu yang dibayarkan si pembeli adalah palsu.

View this post on Instagram

Seorang petugas SPBU tampak tengah menyiramkan bensin pada uang yang baru dibayarkan oleh seorang pengendara. Hal itu dilakukan lantaran sang petugas SPBU menduga uang tersebut palsu. Melansir Okezone, peristiwa itu terekam dalam video viral yang diunggah beberapa akun. Dalam keterangan video, pemilik kendaraan tersebut menjelaskan jika uang yang diduga palsu tersebut didapat dari mesin ATM. "ATM vs UPAL 😭😭😭 Niat hati isi BBM di POM kota kediri, agar bisa melanjutkan perjalanan ke kota BLITAR, soalnya liat indikator bbm E.. Liat uang di dompet ternyata kurang dr 30.000 . Aku putuskan untuk ambil uang di ATM terdekat, kurleb Rp.200.000.. Setelah itu baru menuju ke POM.. Sesampainya diPOM sang penjaga bertanya P – mau isi berapa bapak? Q – 150.000 saja dah,yg penting sampek blitar.. P – Siap,mulai dari nol yah.. Q – Ok Sambil ngobrol ternyata pengisian sudah selesai.. Q – pakai nota print y mba' (sambil menyodorkan uang)ke pegawai.. P – uangnya yg satu lembar boleh saya siram pakai …….?? Q – emang kenapa mba'?? P – uang anda palsu.. Y – saya lgsung kaget… Q – saya baru ambil di ATM,masak sih ad yg palsu…?? P – ini buktinya uang anda palsu… 🤔🤔🤔🤔 Yg mau saya tanyakan. -Bagaimana menyikapi/cara kita mengembalikan uang tsb kpd pihak Bank… -Dan siapa yg hrs bertanggung jwb atas uang tsb?? Kalo ternyata uang palsu terdapat di sebuah ATM bank.." Video tersebut menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi para netizen yang melihat video tersebut. Tak banyak jika pengalaman tersebut juga pernah dialami oleh netizen lainnya. (Geser untuk lihat video) . #jadingerti #info #uang #fake #bbm #mobil #motor #bank #atm #Probolinggo #Pasuruan #Mojokerto #Malang #Madiun #Kediri #Blitar #batu #Tulungagung #Tuban #Trenggalek #Situbondo #Sidoarjo #Ponorogo #Pacitan #Ngawi #surabaya #jogja #medan #jakarta #bogor

A post shared by smartgram (@smart.gram) on

Di video yang diunggah oleh akun instagram @smart.gram terlihat bahwa uang mengalami perubahan. Di mana warna dari uang menjadi lebih pekat dan juga luntur. Lalu, garis pengaman pada uang juga terdapat sebuah tulisan yang tidak jelas. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah alat pembayaran tersebut terbelah menjadi dua.

Mendeteksi menggunakan metode 3D [Sumber Gambar]
Hal ini pun menjadi kontroversi untuk para warganet. Pasalnya, menurut mereka petugas SPBU tidak seharusnya seperti itu. Ada hal lain yang bisa dilakukan untuk membuktikan apakah uang tersebut asli atau palsu. Seperti mendeteksi uang menggunakan lampu sinar ultraviolet. Ya untung saja uang tersebut palsu, bagaimana kalau alat pembayaran itu asli, mungkin si pengendara tidak akan menerima perlakuan dari petugas SPBU dengan lapang dada.

Bisa menggunakan lampu ultraviolet [Sumber Gambar]
Melihat video yang tengah viral tersebut, pihak dari Bank Indonesia pun turut menanggapi. Kepada kompas, ia menyebutkan “Bank Indonesia tidak pernah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali keaslian uang menggunakan bensin,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) yaitu Onny Widjanarko. Ia juga mengungkapkan bahwa uang kertas bisa dites keasliannya dengan metode 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Sehingga menurutnya, petugas SPBU tidak perlu melakukan penyiraman bensin terhadap uang.

BACA JUGA : Mulai Banyak Tersebar, Inilah Tampilan Uang 2rb yang Disulap Menjadi Pecahan 20rb

Lantas, apakah tindakan dari petugas SPBU tadi salah? Hmm.. bisa dibilang perbuatan mbak-mbak SPBU ini kurang tepat gengs. Ya memang maksudnya baik untuk memperlihatkan pelanggan bahwa uang tersebut palsu. Tapi, ada baiknya dengan menggunakan cara lain, seperti memakai metode 3D atau mendeteksi melalui lampu ultraviolet. Dengan begitu, pelanggan masih bisa membawa uangnya ke Bank Indonesia untuk ditukar sekaligus melaporkan tentang ATM yang mengeluarkan alat pembayaran palsu tersebut.