Perdebatan mengenai RUU Permusikan telah mencapai ujungnya. Selasa (12/2), di Markas Besar Slank, Jalan Potlot, Jakarta Selatan, diskusi untuk perdebatan RUU Permusikan yang tak kunjung selesai kembali diadakan. Slank—sebagai empunya markas, Anang Hermansyah, sebagai anggota DPR RI Komisi X yang mengusulkan RUU Permusikan, Glenn Fredly sebagai perwakilan

musisi yang pro terhadap Pemerintah untuk mengelola industri musik Indonesia, serta beberapa musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP) tampak hadir di sana. Bukan baku hantam yang terjadi, seperti yang sudah dibayangkan banyak masyaraktat, tetapi tukar ide dan pikiran mengenai musik Indonesia ke depannya.

Debat Anang Hermansyah dan Jerinx SID di televisi dibatalkan

Kekisruhan RUU Permusikan ini juga awalnya ramai di masyarakat gara-gara Jerinx SID—perwakilan musisi yang menolak dengan Ashanty—istri dari Anang Hermansyah yang mengusulkan. Sahut-sahutan ramai terjadi di media sosial, hingga akhirnya keduanya sepakat untuk bertemu langsung. Namun, pihak Ashanty menginginkan debat terbuka di televisi, bukan di

Jerinx SID dan Anang Hermasnyah batal debat di TV [sumber gambar]
radio seperti yang diusulkan Jerinx. Setelah menemukan tanggal pasti, yaitu 13 Februari 2019, debat tersebut tak pernah terjadi. Ashanty yang sempat minta maaf karena hanya ingin membela suaminya mengatakan dibatalkannya debat tersebut sebab pihak stasiun televisi khawatir akan berakhir ricuh. Namun, dikutip dari msn.com, Jerinx SID malah mendulang opini “percaya dengan omongan Ashanty?”

RUU Permusikan banyak cacat, kenapa harus direvisi?

Selain petisi yang dibuat oleh Danilla Riyadi, musisi-musisi lain di balik KNTL RUUP juga terus berupaya untuk berdiskusi dan meyakinkan masyarakat bahwa tak ada gunanya melanjutkan RUU Permusikan. Melalui video yang diunggah oleh Anji di kanal YouTube-nya, Anang menyampaikan bahwa RUU Permusikan yang dinilai banyak cacatnya masih bisa direvisi.

Petisi Tolak RUUP dan Vira Talisa [sumber gambar]
Sedangkan KNTL RUUP, yang diwakili oleh Vira Talisa kala itu menyebutkan bahwa terlalu banyak cacat dan landasan yang tak kuat dalam RUU tersebut. Sehingga, buat apa buang-buang waktu untuk direvisi kalau bisa dibatalkan? Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Rara Sekar yang pertama kali menemukan sumber tidak valid yang digunakan dalam naskah akademik RUU Permusikan.

Peran Slank dalam Konferensi Meja Potlot dan dibatalkannya RUU Permusikan

Jika sebelumnya Iwan Fals sebagai musisi senior Indonesia buka suara lewat cuitannya dan menyerahkan problema RUU Permusikan ini kepada yang masih muda, Slank akhirnya menggagas Konferensi Meja Potlot, untuk membuat dua pihak yang berseberangan terkait RUU Permusikan, duduk bersama dalam satu meja.

Slank penggagas Konferensi Meja Potlot [sumber gambar]
Menjadi salah satu grup band legendaris di tanah air, dengan banyaknya karya yang dihasilkan, eksistensi yang tak pernah padam, hingga jumlah fans, peran Slank dalam problema RUU Permusikan ini cukup kuat. Ya, bayangkan saja jika Slank tak menggagas diskusi ini, bakal sampai kapan RUU Permusikan menjadi perdebatan dan tak ada aksi untuk menindaklanjutinya?

Hasil dari Konferensi Meja Potlot

Akun instagram KNTL RUUP (@koalisinasionaltolakruup) yang kini telah memiliki lebih dari 20 ribu pengikut telah merilis pernyataan mengenai hasil Konferensi Meja Potlot Selasa lalu. Ada 3 poin penting yang menjadi hasil dari diskusi santai tapi serius yang juga tertutup bagi kalangan praktisi musik saja. Mendesak DPR untuk segera membatalkan RUU Permusikan, menggelar

Hasil dari konferensi meja potlot [sumber gambar]
Musyawarah Musik Indonesia yang di dalamnya harus hadir para musisi dari Sabang sampai Merauke tak terkecuali, juga melakukan pemetaan ulang terhadap apa yang kini terjadi di industri musik tanah air—seperti halnya band yang tampil di kafe hanya mendapat upah Rp200 ribu, juga mereka yang hanya berada di belakang panggung.

Pernyataan dari Slank, Anang Hermansyah, dan perwakilan KNTL RUUP

“Setelah mempelajari dengan saksama RUU Permusikan, Slank sepakat dengan rekomendasi membatalkan RUU tersebut,” ungkap Bimbim, mewakili Slank dan sebagai penggagas utama dalam Konferensi Meja Potlot. “Saya menangkap aspirasi dari teman-teman musisi terkait dengan RUU Permusikan untuk tidak dilanjutkan proses pembahasannya.

Pernyataan Bimbim, Anang, dan Edy Khemod [sumber gambar]
Sebagai wakil rakyat, tentu akan saya bawa ke parlemen,” Anang Hermansyah menyatakan seperti itu. “Melalui diskusi yang mendalam, perwakilan KNTL RUUP, Anang Hermansyah, Glenn Fredly, dan Slank, sepakat untuk meminta DPR membatalkan RUU Permusikan,” ujar Edy Khemod sebagai perwakilan dari KNTL RUUP.

BACA JUGA: Dikecam Lantaran RUU Musik, Inilah 4 Karya Anang Hermansyah yang Tak Lekang oleh Waktu

Akhirnya para musisi dan pecinta musik baik label maupun bawah tanah bisa bernafas lega. Tak ada lagi jarak yang memisahkan untuk mendengar karya-karya terbaik anak bangsa. #BersamaBatalkanRUUPermusikan!