Setiap pekerjaan pasti memiliki resikonya masing-masing. Tak terkecuali bagi petugas pemadam kebakaran. Sosok yang beberapa waktu lalu menjadi perhatian saat kebakaran hutan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, harus berjibaku dengan api dan asap yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan mereka.

Terlebih saat musim kemarau, keberadaan petugas pemadam kebakaran sangat dibutuhkan dan harus senantiasa siap siaga. Imbasnya, mereka pun tak boleh cuti kerja alias libur. Meski hal tersebut menjadi salah satu resiko pekerjaan, beberapa hal di bawah ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemadam si jago merah.

Resiko tersesat saat bertugas di hutan belantara

Ilustrasi petugas pemadam kebakaran hutan [sumber gambar]
Lebatnya hutan belantara di beberapa wilayah Indonesia yang menjadi lokasi kebakaran beberapa waktu lalu, memang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran. Salah satu resiko yang dihadapi adalah tersesat di hutan belantara. Terlebih, mereka juga merasa kelelahan karena harus berjalan kaki menuju titik api yang medannya sangat sulit dijangkau kendaraan.

Akses yang sulit dilalui kendaraan

Helikopter tampak melakukan pemadaman lewat udara di hutan Bengkalis [sumber gambar]
Tantangan berikutnya yang harus dihadapi saat menjalankan tugas adalah, sulitnya mengakses medan tertentu yang menjadi titik api penyebab kebakaran. Akibatnya, kendaraan pun tak bisa menjangkau lokasi sehingga menyulitkan petugas saat bekerja. Belum lagi soal komunikasi yang hanya berfungsi dalam rentang jarak tertentu. Semakin jauh lokasi yang dituju, tentu semakin besar pula resiko yang dihadapi.

Tak boleh cuti kerja saat musim kemarau tiba

Latihan pemadaman di area APP Sinar Mas di Ogan Komering Ilir [sumber gambar]
Musim kemarau memang tergolong rawan memicu kebakaran hutan maupun lahan. Untuk mengantisipasi hal semacam ini, petugas kebakaran hutan harus siap siaga karena bisa dibutuhkan sewaktu-waktu. Alhasil, mereka pun dilarang untuk mengambil cuti guna memenuhi tugas yang diberikan. Sebaliknya jika musim hujan tiba, mereka menggunakan waktu tersebut berlatih fisik secara rutin.

Bahaya terkena sambaran api dan terpapar kepulan asap pekat

Petugas saat memadamkan api [sumber gambar]
Petugas pemadam kebakaran hutan memang tak lepas dari api dan asap yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan mereka. Resiko mengandung bahaya inilah yang menjadi perhatian utama saat bertugas. Panasnya api yang menjilat-jilat membakar lahan, bisa saja menyambar mereka saat berusaha memadamkan. Sementara asap yang ditimbulkan, dapat mengganggu pernapasan dan membuat dada sesak.

Adanya hewan buas yang bisa membahayakan diri

Anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) APP Sinar Mas [sumber gambar]
Keberadaan hewan buas di tengah hutan belantara juga bisa menjadi ancaman tersendiri bag petugas pemadam kebakaran. Seperti yang dialami oleh Raymon, anggota Regu Pemadam Kebakaran (RPK) APP Sinar Mas. Dilansir dari Detik (03/09/2019), ia pernah lari lintang pukang karena bertemu dengan beruang madu saat bertugas di lebatnya hutan primer Riau.

BACA JUGA: Bikin RI dan Malaysia Ribut, 5 Dampak Serius Ini Bakal Terjadi Akibat Kebakaran Hutan

Menjadi petugas pemadam kebakaran memang tak mudah. Ada perjuangan keras yang harus mereka lakukan saat berjibaku memadamkan api. Terlebih , hal tersebut dilakukan di hutan belantara yang luas dengan beragam tantangan yang terkadang muncul tanpa diprediksi sebelumnya. Berat juga ya Sahabat Boombastis.