Kalau kalian berpikir pada usia 40-an pesepakbola sudah habis hebatnya atau tidak bersaing lagi tentu merupakan hal yang tidak selalu bisa dibenarkan. Pasalnya, pada umur tersebut Cristian Gonzales tetap konsisten menunjukkan penampilan hebatnya. Bahkan meski bermain di kasta kedua sepertinya ia tetap menjadi hewan buas kala berada di depan gawang lawan.

Apa yang ditampilkan oleh El-Loco merupakan hal yang mengejutkan. Pasalnya, ia benar-benar melawan keterbatasan usia yang acap kali membuat pesepakbola melempem. Kondisi positif tersebut juga membuktikan kalau pria lahir di Uruguay ini merupakan profesional sejati yang hebat menjaga kebugaran. Dan berikut capaian-capaian hebat Cristian Gonzales di kompetisi Liga 2.

Dua kali beruntun menciptakan hattrick

Bagi seorang penyerang mencetak gol merupakan kewajiban. Namun bagaimana jadinya kalau mereka menciptakan hattrick, tentu menjadi bukti kalau mereka bukan seorang striker sembarangan. Seperti menjadi gambaran hal tersebut, beberapa waktu lalu Cristian Gonzales memukau khalayak penikmat sepak bola nasional dengan torehan tiga golnya di babak 8 besar Liga 2.

Bahkan mantan pemain Persik Kediri ini menorehkan double hattrick di dua laga berturut-turut ketika PSS menang telak atas tamunya yakni Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh. Hal itu membuktikan kalau usia 42 tahun bukan penghalang untuk Gonzales tunjukkan tajinya. Kalau menurut kalian kata tepat apa nih untuk menggambarkan performanya?

Gonzales merupakan 5 besar pencetak gol terbanyak Liga 2

Berkat capaian bagus dalam masalah membobol gawang lawan penyerang berkaki kidal ini juga masuk dalam jajaran top skor kompetisi kasta kedua tersebut. Melansir laman Indosport, pesepakbola berperawakan besar ini, kini masuk lima besar pemain yang mengoleksi banyak gol di Liga 2. Pemain berjuluk El-Loco ini berada di urutan lima dengan koleksi 12 gol.

Aksi Gonzales [Sumber Gambar]
Capaian gol dengan jumlah yang besar untuk penyerang sudah memasuki kepala empat. Meski terpaut jauh dari top skor sementara yakni pemain PSMP Indra Setiawan, namun dengan masih lolos PSS ke babak selanjutnya tidak menutup kemungkinan ia bisa menyusul. Hal ini juga mengacu pada track recordnya sempat membuat lima gol dalam satu laga.

Membawa PSS Sleman lolos ke babak semifinal

Selain hal itu, mungkin satu tiket ke partai semifinal Liga 2 menjadi hal yang paling menyenangkan untuk pria kelahiran Uruguay ini. Pasalnya, mendekatkan Gonzales pada tujuannya untuk membawa Elang Jawa (julukan PSS) lolos ke kompetisi papan atas. Kepastian lolosnya tim asal Yogyakarta ini didapatkan setelah menjadi pemuncak klasemen group B dengan poin 10.

PSS Sleman lolos [Sumber Gambar]
Kalau menilik perjalanan tim ini bisa dikatakan kontribusi Gonzales tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski tidak banyak gol, namun pengalaman dan kemampuan membuat Elang Jawa kerap torehkan hasil positif. Dan pada partai semifinal nanti Kalteng Putra akan menjadi penghalang sebelum memastikan satu tiket lolos ke Liga 1.

Membantu PSS Sleman menangi derby Yogyakarta

Capaian bagus Gonzales di usianya yang 42 tahun juga ditorehkan ketika PSS melakoni pertandingan menghadapi PSIM. Bertajuk derby Yogyakarta, ketika itu El-Loco yang dipilih menjadi penyerang utama klub tersebut mampu menunjukkan performa yang bagus. Bahkan membantu klub Sleman itu menjadi pemenang di laga Liga 2 tersebut.

Melansir laman Tirto.id, di laga yang memiliki tensi panas tersebut Cristian Gonzales mampu menyarangkan dwi gol ke gawang PSIM. Gol El-Loco dilesatkan pada babak pertama dengan tempo yang cepat yakni menit 23 dan 24. Hasil positif baik ini juga sekaligus membalas kekalahan PSS atas Laskar Mataram di pertemuan pertama.

BACA JUGA: 5 Fakta Cristian Gonzales Pemain Naturalisasi Terhebat yang Pernah Dimiliki Indonesia

Melihat torehan-torehan Cristian Gonzales tersebut agaknya julukan tua-tua keladi layak untuk disematkan kepada sosok 42 tahun tersebut. Selain itu, hal tersebut juga membuktikan kepada kita semua kalau usia bukanlah penghalang untuk pesepakbola meraih sebuah capaian luar biasa. Tapi, hal tersebut bisa terjadi asal mereka mau untuk menjaga kondisi sebagai seorang atlet.